<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870</id><updated>2011-07-08T06:27:45.757+07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Tentang Jepang'/><category term='Puisi-Puisi'/><category term='Dakwah'/><category term='Foto-Foto'/><category term='Cerpen'/><category term='Pesan Pin'/><title type='text'>hanif sensei</title><subtitle type='html'>Selamat Datang,いらっしゃいませ！！</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-4337319650837062779</id><published>2009-12-22T10:24:00.001+07:00</published><updated>2009-12-22T10:25:19.821+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Jepang'/><title type='text'>Jepang Penggratisan Tol, Indonesia Kapan?</title><content type='html'>Jepang Kini: Menuju Penggratisan Tol
Posted on 8 September 2009 by Alumni Unesa 

Tadi melihat TV di chanel 11. Dibahas permasalahan-permasalahan Jepang mendasar dalam hubungannya dengan kemenangan Partai Demokrat, partai yang didominasi oleh kaum muda Jepang. Ada empat permasalahan mendasar yang dibahas dalam bincang santai di TV itu yaitu penggratisan jalan tol, kemandirian pangan, pangkalan militer Amerika, dan perawat. Semuanya ini dibahas dalam rangka PR untuk pemerintahan baru.

Empat permasalahan ini akan dikemukakan di sini dalam empat judul (satu-satu ya). Semoga saja bahasa Jepang saya tidak keliru dalam menangkap isi perbincangan itu. Kesan pertama tentang acara TV itu adalah betapa permasalahan yang dibahas itu sulit tapi penyajiannya begitu sederhana. Bahkan orang-orang yang diajak ngobrol itu adalah orang awam yang tidak tahu permasalahan berat yang dihadapi Jepang. Saya berharap TV Indonesia bisa membuat program obrolan diselingi penyajian data yang amat sederhana, sehingga orang awampun bisa mengerti permasalahan yang sedang dibahas.

Dalam tulisan pendek ini akan mengulas beberapa poin yang sempat saya catat tentang penggratisan jalan tol di Jepang. Rupanya penggratisan tol ini menjadi program utama yang dikemukakan oleh partai Demokrat ketika kampanye.

Pembangunan jalan tol di Jepang sudah dimulai pada tahun 1956. Biaya pembangunan diperoleh dari Bank Dunia. Jalan tol pertama yang dibangun itu adalah Tomei (Tokyo-Nagoya) dan Meishin (Nagoya-Osaka???). Kenapa ketika lewat jalan tol harus membayar, padahal kalau lewat jalan biasa tanpa bayar. Tentu saja jawaban sederhananya adalah untuk membiaya pembangunan jalan tol itu. Betul. Jepang harus mengembalikan pinjaman Bank Dunia untuk pembangunan tol tersebut.

Sebenarnya pembayaran hutang Jepang kepada Bank Dunia sudah lunas pada tahun 1990, tapi kenapa sampai tahun ini kalau masuk tol masih harus tetap membayar? Ternyata kebijakan Jepang waktu itu adalah uang tol setelah tahun 1990 itu digunakan untuk membangun tol di seluruh Jepang. Dan tentu saja dengan uang tol itu tidak dapat untuk membangun tol seluruh Jepang, akibatnya Jepang masih harus mengutang. Mengutang kepada siapa? Kepada Masyarakat Jepang sendiri. Uang mana yang diutang untuk membangun tol itu. Jawabannya adalah uang “nganggur” yang ada di Bank Pos (yubin chokin). Hutang Jepang saat ini kepada masyarakat Jepang adalah 31 oku yen. 31 oku yen itu berapa nolnya…. embuh itungen dewe. (Uang yang ada di Bank Pos Jepang keseluruhan adalah 304 oku yen).

Konon utang untuk pembangunan tol di seluruh Jepang ini, pemerintah baru akan bisa melunasinya sampai tahun 2050. Waduh suwene rek.

La terus. Katanya jalan tol oleh partai demokrat akan digratiskan, mbayarnya pakai apa? Ya Apalagi kalau bukan dari pajak. Logikanya di mana? Kalau jalan tol digratiskan, biaya pengangkutan (yang tentu saja memakai jasa jalan tol) akan turun. Kalau biaya angkut turun otomatis barang-barang akan murah. Artinya, sandang pangan akan amat terjangkau oleh masyarakat Jepang. Tapi mekanismenya bagaimana?  Embuh, yang jelas ndak dibahas dalam perbincangan itu. Kita disuruh melihat saja bagaimana pemerintahan baru Jepang (by Demokrat) akan mengelola masalah penggratisan jalan tol ini.

Nagoya, Ramadhan 2009

Roni&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-4337319650837062779?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/4337319650837062779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/12/jepang-penggratisan-tol-indonesia-kapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4337319650837062779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4337319650837062779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/12/jepang-penggratisan-tol-indonesia-kapan.html' title='Jepang Penggratisan Tol, Indonesia Kapan?'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-7706331955079432814</id><published>2009-12-22T10:04:00.002+07:00</published><updated>2009-12-22T10:22:34.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SzA7Z1WWeWI/AAAAAAAAAEw/7HOxkqoZJXs/s1600-h/australian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SzA7Z1WWeWI/AAAAAAAAAEw/7HOxkqoZJXs/s400/australian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417895666730301794" /&gt;&lt;/a&gt;
The Australian Ingatkan Bahaya Website Hizbut Tahrir Indonesia dalam Perang Ideologi Melawan Kapitalisme

Media The Australian (11/12) memuat artikel yang mengingatkan kemenangan dalam perang ideology merupakan kunci kemenangan dalam menghadapi kelompok Islam yang ingin memperjuangkan syariah dan Khilafah. Dalam artikel yang provokatif yang berjudul Islamists must be prevented from brainwashing kids , penulis melakukan kebohongan dengan mengkaitkan upaya penegakan syariah dan Khilafah sebagai tindakan terorisme . Kemudian dibangun logika untuk menang dalam perang melawan teroris ini adalah dengan mengalahkan ideologynya. 

Dalam Artikel yang ditulis Carl Ungerer ( director of national security at the Australian Strategic Policy Institute) tersebut dinyatakan : 

Agar suatu ideologi berkembang , ideolagi itu harus terus mencari anggota-anggota  baru. Pada saat sebuah organisasi teroris generasi baru terbentuk, masyarakat internasional tampak tidak mampu lagi merespons secara komprehensif, dengan cara yang strategis.Untuk saat ini, perang global melawan teror telah terbagi antara 95 persen operasi militer dan 5 persen operasi ideologis. Hal itu harus dibalik, karena memenangkan perang ideologi lah yang akhirnya akan menentukan apakah kita berhasil atau gagal melawan gelombang terorisme keagamaan saat ini.

Artikel ini juga secara khusus menulis tentang Hizbut Tahrir Indonesia. Meskipun diakui sendiri oleh penulis Hizbut Tahrir tidak menggunakan kekerasan dalam perjuangannya , penulis mengingatkan Hizbut Tahrir sebagai ancaman karena perjuangan ideologinya. 

Tertulis dalam artikel tersebut : 

Jumlah serangan teroris di seluruh dunia mungkin telah berkurang, tetapi ideologi korosif yang mendorong terorisme internasional terus memperoleh dukungan  dari mulai Somalia hingga ke Filipina selatan. Dan fokus cuci otak ideologis ini semakin diarahkan kepada anak-anak. 

Di Indonesia, kelompok Islam radikal Hizbut Tahrir memfokuskan perhatiannya pada sekolah-sekolah, menyediakan bahan bacaan dan instruksi-instruksi yang menganjurkan para remaja ikut menggulingkan demokrasi sekuler dan diterapkannya Hukum Islam dan Khilafah. 


Meskipun organisasi-organisasi seperti itu berhenti untuk tidak mempromosikan kekerasan, hubungan radikalisasi antara propaganda dan terorisme telah menjadi mapan.Seperti memperluas cakupan internet, begitu juga cakupan luas dari pesan-pesan ekstrim. 

Artikel tersebut juga menyatakan bahaya website Hizbut Tahrir Indonesia yang mampu bersaing dengan organisasi berita global : 

Hizbut Tahrir Indonesia mengelola sebuah website yang canggih yang mampu bersaing dengan organisasi berita global. Remaja adalah pengguna terbesar internet, dan situs-situs jaringan sosial interaktif menyediakan kelompok teroris peluang-peluang baru untuk merekrut dan meradikalisasi mereka.

Tuduhan terhadap HT sebagai pengemban ideologi perantara atau pemberi inspirasi bagi tindakan terorisme juga sangat lemah. Tidak ada uraian yang jelas dan detail, pandangan ideologi mana dari HT yang melegalkan penggunaan kekerasan dalam perjuangannya menegakkan Khilafah dan syariah. 

Kalau dikatakan memberikan inspirasi, ini juga jelas sangat kabur. Kalau setiap yang memberikan inspirasi disebut teroris, mestinya AS-lah yang paling layak disebut teroris karena sangat banyak aksi kekerasan merupakan reaksi dari kebijakan AS yang menindas di Dunia Islam. Artinya, AS bisa dianggap telah memberikan inspirasi bagi tumbuhnya kelompok-kelompok yang melakukan perlawanan terhadap Amerika seperti yang terjadi di Irak saat ini. Bukankah perlakuan kejam tentara AS di Penjara Guantanamo dan pembunuhan oleh tentara AS terhadap rakyat sipil di Irak, Afganistan dan lainnya adalah di antara faktor yang menimbulkan perlawanan terhadap AS?

Tidak hanya di luar negeri, upaya pengaitan HT dengan terorisme juga dilakukan di dalam negeri. Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono dalam wawancara dengan TVOne (29/7/2009) berusaha mengaitkan terorisme dengan apa yang dia sebut sebagai wahabi radikal. Menurutnya, wahabi radikal merupakan lingkungan yang cocok (habitat) bagi terorisme. Hendropriyono lantas menyebut keterkaitan wahabi radikal dengan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin. 

Semua tudingan itu tentu tidak benar. Hizbut Tahrir, dengan tetap menegaskan tentang kewajiban jihad untuk mengusir penjajah Barat dari negeri-negeri Muslim seperti Irak dan Afganistan serta Palestina, dan keutamaan mati syahid, telah menyatakan bahwa garis perjuangannya tidaklah dengan menggunakan kekerasaan/angkat senjata (non violence). 

Hal ini bisa dilihat secara terbuka dalam buku-buku rujukan HT seperti kitab Ta’rîf (Mengenal HT) atau Manhaj Hizb at-Tahrîr fî Taghyîr (Strategi Hizbut Tahrir untuk Perubahan). Hizbut Tahrir dalam hal ini berkeyakinan, bahwa jalan menuju cita-cita harus dimulai dari perubahan pemikiran, serta menyakini bahwa masyarakat tidak dapat dipaksa untuk berubah dengan kekerasan dan teror. Karena itu, garis perjuangan Hizbut Tahrir sejak berdiri hingga seterusnya adalah tetap, yaitu bersifat fikriyah (pemikiran), siyâsiyah (politik) dan wa la ‘unfiyyah (non-kekerasan).

Prinsip ini dibuktikan di sepanjang aktivitasnya lebih dari 50 tahun sejak berdiri, HT tidak pernah sekalipun tercacat menggunakan kekerasan meskipun banyak penguasa yang bersikap represif terhadapnya. Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, 17 Mei 2005, Craig Murray, mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan, mengatakan, “Hizbut Tahrir merupakan organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan.” 

Soal penolakan HT terhadap kekerasan juga diakui oleh Jean-Francois Mayer, seorang penulis asal Switzerland dan sekaligus pengamat aliran-aliran agama modern, dalam makalah berjudul, “Akankah Hizbut Tahrir Menjadi al-Qaeda di Masa Mendatang?”, yang di publikasikan pada 08/09/2003 M, melalui kantor berita Roozbalt. Di situ ia menulis, “Dapat ditegaskan bahwa Hizbut Tahrir bukanlah gerakan perdamaian. Akan tetapi, pada fase ini Hizbut Tahrir tidak menggunakan kekerasan dalam berbagai aktivitasnya meskipun kritiknya dan seruannya sangat ekstrem. Sungguh amat mengherankan, banyak anggotanya yang benar-benar dapat mengontrol emosinya meskipun tekanan semakin bertambah.” 


Walhasil, upaya mengkaitkan Hizbut Tahrir dengan kekerasan merupakan upaya sia-sia yang penuh kebohongan dari Barat. Penyebabnya hanya satu , karena Hizbut Tahrir ingin menegakkan kembali syariah Islam dan Khilafah. Barat sangat mengerti Syariah dan Khilafah akan menghentikan penjajahan Barat di dunia Islam yang selama ini mereka eksploitasi. 

Syariah Islam juga akan menyelesaikan persoalan umat Islam di dunia bahkan manusia secara keseluruhan , yang akan membuat kapitalisme sebagai ideology busuk akan ditinggalkan manusia. Khilafah juga akan mempersatukan umat Islam diseluruh dunia dan membebaskan negeri-negeri Islam yang dijajah. Semua ini jelas sangat menakutkan bagi Barat sang Penjajah , tapi disisi lain akan membebaskan negeri Islam dari penjajahan Barat yang buas dan mengerikan (FW)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-7706331955079432814?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/7706331955079432814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/12/australian-ingatkan-bahaya-website.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/7706331955079432814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/7706331955079432814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/12/australian-ingatkan-bahaya-website.html' title=''/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SzA7Z1WWeWI/AAAAAAAAAEw/7HOxkqoZJXs/s72-c/australian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-3115775317080206667</id><published>2009-12-08T11:12:00.000+07:00</published><updated>2009-12-08T11:14:23.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>AKSI HTI Chapter Kampus Surabaya</title><content type='html'>Ahad, 6 Desember 2009, HTI Chapter Kampus Surabaya menggelar Aksi terkait Skandal Bank Century. Aksi ini diikuti +300 massa, dari kampus ITS, UNESA, IAIN, UNAIR, ITATS, dll.

Aksi yang dilakukan di depan Gedung Grahadi ini diisi orasi oleh Ust. Arif Firmansyah (Dosen FE Unair), Ust. Fikri Arsyad (Ketua DPD Kota Surabaya), diselingi Teatrikal gabungan dari berbagai kampus, dan dilanjutkan orasi oleh Ahsan (Chapter IAIN)

Dalam Orasinya Ust arif Firmansyah dosen FE Unair menyatakan : “Kasus Century ini bukan lagi kebijakan, tetapi adalah perampokan oleh negara. Hal ini adalah konsekuensi Washington Consensus yang mengharuskan negara melindungi kepentingan swasta walaupun harus dengan “merampok” uang rakyat. Kasus-kasus seperti ini akan muncul lagi selama Kapitalisme, Neo Liberalisme masih bercokol dan satu-satunya solusi adalah dengan mengganti sistem yang ada dengan syariah dalam bingkai negara Khilafah yang akan menerapkan ekonomi Islam yang mampu menjaga hak ummat dan menjamin kesejahteraannya”.

Teartikal dengan tema “Cent to RI” hanya satu sen untuk rakyat Indonesia, menggambarkan betapa tidak amanah dan korupnya rezim, dimana untuk kepentingan rakyat banyak mereka lamban dan pelit untuk mengeluarkan dana yang sejatinya adalah hak umat, tetapi untuk kepentingan kapitalis mereka ramai dan bersegera membantu problem mereka, walaupun itu harus dilakukan dengan merampok dan melakukan kebohongan publik. Aksi akhiri dengan dengan pembacaan Pres Release oleh Ust. Alvin Ketua LTJ DPD HTI Kota Surabaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-3115775317080206667?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/3115775317080206667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/12/aksi-hti-chapter-kampus-surabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3115775317080206667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3115775317080206667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/12/aksi-hti-chapter-kampus-surabaya.html' title='AKSI HTI Chapter Kampus Surabaya'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-3901719184984402352</id><published>2009-10-14T10:31:00.000+07:00</published><updated>2009-10-14T10:33:12.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Teorisme Bukan Jihad</title><content type='html'>Terorisme Bukan Jihad
Oleh Hanif Kristianto, S.Pd*)
Peristiwa pengeboman di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton (17 Juli 2009) membuat negeri ini bergejolak lagi. Masih teringat di benak masyarakat Indonesia bahwa aksi tersebut merupakan aksi terror. Tidak dapat dipungkiri tuduhan-tuduhan miring terkait aksi terror dialamatkan pada Jamaah Islamiyah (JI). 
Tuduhan tersebut tidak hanya berimbas pada JI, namun juga bagi kaum muslim seluruhnya. Bisa dibayangkan pesantren, santri, dan gerakan Islam mulai diawasi oleh pihak keamanan. Hal ini tentu menunjukkan seolah-oleh mereka (pesantren, santri, dan gerakan Islam) adalah teroris. Padahal mereka tidak pernah mengajarkan teror dan kekerasan. Tudingan jika mereka gerakan teroris merupakan salah alamat. 
Siapa Teroris Sejati?
Nampaknya, perlu dikaji ulang siapa yang layak disebut teroris. Jika dilihat peristiwa pembunuhan massal kaum muslim oleh pasukan Amerika di Irak, Afganistan, dan negeri lainnya merupakan tindakan terorisme. Pembunuhan dan pembantaian kaum muslim di Palestina juga tindakan terorisme. Yang menjadi pertanyaan, kenapa mereka (Amerika, Israel, dan sekutunya) tidak disebut terorisme. Ini sungguh tidak adil. Bahkan masyarakat dunia pun seolah diam ketika melihat pembunuhan kaum muslimin. 
Semenjak peristiwa keruntuhan WTC 9 September 2001, Amerika mulai menggunakan stilah war on terorism (WOT) untuk memerangi teroris. Bukti nyata dapat dilihat pada penyerangan Taliban di Afganistan, pemberantasan gerakan Islam di Pakistan dan Kashmir. Hal ini tentu menunjukkan seolah-olah Amerika polisi dunia yang sanggup memerangi terorisme. 
Isu WOT nampaknya didukung oleh negara-negara lain. Negara yang mendukung merupakan negara yang dilanda konflik terkait dengan tindakan pengeboman. Indonesia merupakan salah satu negara yang turut andil dalam WOT. Wujud dukungan Indonesia adalah dibuatkan UU Antiteror. Intelejen indonesia disebar di berbagai tempat untuk memantau kegiatan kaum muslim. Bahkan yang lebih mencenganggkan, intelejen asing dengan mudah masuk wilayah Indonesia. Umat Islam seharusnya sadar dan paham bahwa sesungguhnya isu WOT digunakan oleh Amerika dan sekutunya untuk memerangi umat Islam. Tidak ada tujuan lain, selain ingin memerangi Islam.
Mendefinisikan Jihad
Ada semacam rencana untuk mendistorsi makna jihad setelah peristiwa pengeboman. Jika yang terjadi demikian, hal ini merupakan penyesatan informasi. Secara bahasa, jihad berasal dari kata juhd (jerih payah), yang bermakna thâqah (kemampuan) dan matsaqah (kesukaran).  Dari kata juhd juga dibentuk kata mujâhadah.  Karena itu, secara bahasa jihâd/mujâhadah bermakna:
1. Mengerahkan kemampuan dan tenaga yang ada, baik dengan perkataan maupun perbuatan (Fayruz Abadi, Kamus Al-Muhîth, kata ja-ha-da.) 
2. Mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh tujuan (An-Naysaburi, Tafsîr an-Naysâbûrî, XI/126). 
Di dalam al-Quran jihad dalam makna bahasa ini terdapat, antara lain, dalam (QS al-Ankabut [29]: 69),  (QS al-Furqan [25]: 52), (QS al-Furqan [25]: 52)
Makna bahasa yang terdapat di dalamnya adalah mujâhadah (perang) terhadap hawa nafsu, setan, dan kefasikan; keberanian menegur keras para penguasa dengan cara menyerunya dan melarangnya; serta kesungguhan dalam mengerahkan segenap kemampuan dalam menunaikan kewajiban-kewajiban atau dalam menjaga taklif-taklif (beban) syariah.
Adapun dalam pengertian syar‘î (syariat), para ulama dan ahli fikih (fuqaha) mendefinisikan jihad sebagai:
1. Upaya mengerahkan segenap kemampuan dalam berperang di jalan Allah secara langsung, atau membantunya dengan harta, dengan (memberikan) pendapat/pandangan, dengan banyaknya orang maupun harta benda, ataupun yang semisalnya. 
2. Upaya mengerahkan segenap jerih payah dalam memerangi kaum kafir. 
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara syar‘i, jihad dimaknai dengan al-qitâl (perang), yakni perang dalam rangka meninggikan kalimat Allah. Bahkan itulah yang disebut dengan jihad yang sebenarnya. 
Di dalam al-Quran, jihad dalam pengertian perang ini terdiri dari 24 kata. (Lihat Muhammad Husain Haikal, Al-Jihâd wa al-Qitâl. I/12). Kewajiban jihad (perang) ini telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam al-Quran di dalam banyak ayatnya. (Lihat, misalnya: QS an-Nisa' 4]: 95); QS at-Taubah [9]: 41; 86, 87, 88; QS ash-Shaf [61]: 4). Bahkan jihad (perang) di jalan Allah merupakan amalan utama dan agung yang pelakunya akan meraih surga dan kenikmatan yang abadi di akhirat. (Lihat, misalnya: QS an-Nisa’ [4]: 95; QS an-Nisa’ [4]: 95; QS at-Taubah [9]: 111; QS al-Anfal [8]: 74; QS al-Maidah [5]: 35; QS al-Hujurat [49]: 15; QS as-Shaff [61]: 11-12. Sebaliknya, Allah telah mencela dan mengancam orang-orang yang enggan berjihad (berperang) di jalan Allah (Lihat, misalnya: QS at-Taubah [9]: 38-39; QS al-Anfal [8]: 15-16; QS at-Taubah [9]: 24).
Jihad Defensif dan Jihad Ofensif
Dengan menganalisis nash-nash al-Quran maupun as-Sunnah, jihad dalam pengertian perang (al-qitâl) terdiri dari dua macam: (1) Jihad defensif (difâ‘i); (2) Jihad ofensif (hujûmi).
Pertama: jihad defensif, yakni perang untuk mempertahankan/membela diri. Jihad ini dilakukan manakala kaum Muslim atau negeri mereka diserang oleh orang-orang atau negara kafir. Contohnya adalah dalam kasus Afganistan dan Irak yang diserang dan diduduki AS sampai sekarang, juga dalam kasus Palestina yang dijajah Israel. Dalam kondisi seperti ini, Allah SWT telah mewajibkan kaum Muslim untuk membalas tindakan penyerang dan mengusirnya dari tanah kaum Muslim. (Lihat, antara lain: QS al-Baqarah 190).
 Jihad defensif ini juga dilakukan manakala ada sekelompok komunitas Muslim yang diperangi oleh orang-orang atau negara kafir.  Kaum Muslim wajib menolong mereka.  Sebab, kaum Muslim itu bersaudara, laksana satu tubuh. Karena itu, serangan atas sebagian kaum Muslim pada hakikatnya merupakan serangan terhadap seluruh kaum Muslim di seluruh dunia.  Karena itu pula, upaya membela kaum Muslim di Afganistan, Irak, atau Palestina, misalnya, merupakan kewajiban kaum Muslim di seluruh dunia. (Lihat, antara lain: QS al-Anfal [8]: 72).
 Kedua: Jihad ofensif, yakni memulai perang. Jihad ini dilakukan manakala dakwah Islam yang dilakukan oleh Islam dihadang oleh penguasa kafir dengan kekuatan fisik mereka. Dakwah adalah seruan pemikiran, non-fisik.  Manakala dihalangi secara fisik, wajib kaum Muslim berjihad untuk melindungi dakwah dan menghilangkan halangan-halangan fisik yang ada di hadapannya. Inilah pula yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para Sahabat setelah mereka berhasil mendirikan Daulah Islam di Madinah. Mereka tidak pernah berhenti berjihad (berperang) dalam rangka menghilangkan halangan-halangan fisik demi tersebarluaskannya dakwah Islam dan demi tegaknya kalimat-kalimat Allah. Dengan jihad ofensif itulah Islam tersebar ke seluruh dunia dan wilayah kekuasaan Islam pun semakin meluas, menguasai berbagai belahan dunia. Ini adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah. Bahkan jihad (perang) merupakan metode Islam dalam penyebaran dakwah Islam oleh negara 
Terorisme Bukan Jihad
 Dari penjelasan mengenai adab berjihad di atas, jelas sekali bahwa tindakan terorisme (seperti melakukan berbagai peledakan bom ataupun bom bunuh diri bukan dalam wilayah perang, seperti di Indonesia) bukanlah termasuk jihad fi sabilillah. Alasannya: (1) Tindakan tersebut dilakukan bukan dalam wilayah perang; (2) Tindakan tersebut nyata-nyata telah mengorbankan banyak orang yang seharusnya tidak boleh dibunuh. Tindakan ini haram dan termasuk dosa besar (QS al-Isra' [17]: 33; QS. an-Nisa’ [4]: 93; QS an-Nisa' [4]: 29). Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. 
*) Staf Pengajar Bahasa Jepang SMA Muhammadiyah 4 Surabaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-3901719184984402352?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/3901719184984402352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/10/teorisme-bukan-jihad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3901719184984402352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3901719184984402352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/10/teorisme-bukan-jihad.html' title='Teorisme Bukan Jihad'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-551415001787983484</id><published>2009-08-01T10:37:00.000+07:00</published><updated>2009-08-01T10:45:59.933+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SnO6RjGxXBI/AAAAAAAAAEQ/eBbw1ZvbCzQ/s1600-h/PD+1+BOX+3+BTL+CLR+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 244px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SnO6RjGxXBI/AAAAAAAAAEQ/eBbw1ZvbCzQ/s400/PD+1+BOX+3+BTL+CLR+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364836391772576786" /&gt;&lt;/a&gt;



Anda Sedang Sakit yang parah. Belum menemukan obatnya. Kini saatnya beralih melalui pnegobatan Alami dengan Propolis Diamond. Obat ini bersal dari air liur lebah. Selain untuk obat juga dapat dikonsumsi sebagai suplemen. Insya Allah bermanfaat.
Harga per botol 125.000. Ingat!! Kesehatan Anda lebih berharga dari segalanya. 
Pemesanan hubungi Hanif Kristianto
Jl.Lidah Wetan gg.X/ Lakarsantri Surabaya telepon 085232584742&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-551415001787983484?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/551415001787983484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/07/anda-sedang-sakit-yang-parah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/551415001787983484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/551415001787983484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/07/anda-sedang-sakit-yang-parah.html' title=''/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SnO6RjGxXBI/AAAAAAAAAEQ/eBbw1ZvbCzQ/s72-c/PD+1+BOX+3+BTL+CLR+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-3736431757901003492</id><published>2009-05-31T20:42:00.000+07:00</published><updated>2009-05-31T20:47:30.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>SKI Kabuki Bhs Jepang Unesa</title><content type='html'>Perang Badar

Kehidupan Rasulullah merupakan cerminan kehidupan yang sempurna. Akhlak yang mulia, kepala Negara yang bijaksana, dan nabi penuntun umat yang mulia. Masa-masa dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah tidak terlepas dari kehidupan susah dan senang. Begitulah dakwah Rasulullah yang menjadi teladan kita dalam berdakwah. Kehidupan Rasulullah adalah kehidupan dakwah.
Sejarah mencatat Islam dengan tinta emas. Keluhuran Rasulullah dan juga kekuatan pasukan perangnya. Pasukan perang yang dipimpin Rasulullah mampu menggetarkan musuh-musuh Allah. Selama kehidupan Rasulullah terjadi beberapa peperangan. Rasullullah terlibat dalam 70 kali peperangan. Salah satunya Perang Badar. 
Penyebab Peristiwa Badar ini adalah sebagai berikut: 
Rasulullah saw. mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb kembali dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut hasil perniagaan yang sangat banyak milik orang-orang Quraisy. Kafilah dagang Abu Sufyan terdiri dari 30 atau 40 orang Quraisy. Sama dengan strategi yang dijalankan dalam ekspedisi militer sebelumnya, saat ini pun Rasul saw. bermaksud untuk mencegat kafilah dagang Quraisy itu. Beliau mengajak kaum Muslim keluar. Kaum Muslim menyambut ajakan Rasulullah saw. Rasulullah saw. keluar dari Madinah bersama sahabat-sahabatnya setelah bulan Ramadhan berjalan beberapa malam. Beliau keluar dari Madinah pada hari Senin, tanggal 8 Ramadhan. 

Pelajaran 1:kesedian para sahabat berkorban 
Di dalam perjalanannya, Rasulullah saw. memperoleh informasi mengenai keberangkatan orang-orang Quraisy untuk melindungi unta-unta dan harta perniagaan mereka. Itu dilakukan setelah Abu Sufyan mengirimkan kurir untuk mengabarkan keadaannya kepada penduduk Makkah. Rasulullah saw. meminta pendapat dari para sahabatnya. Abu Bakar berdiri dan berkata (menyampaikan pendapatnya) dengan baik. Umar bin Khaththab juga berdiri dan berkata (menyampaikan pendapatnya) dengan baik. Miqdad bin Amr berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, teruslah berjalan seperti yang diperlihatkan Allah kepadamu, karena sesungguhnya kami turut serta bersamamu. Demi Allah, kami tidak akan berkata kepadamu sebagaimana yang dikatakan Bani Israel kepada Musa, 'Pergilah engkau dan Tuhanmu, berperanglah, sesungguhnya kami duduk-duduk (saja) di sini (QS al-Maidah [5]: 24). Namun, (kami akan berkata), 'Pergilah engkau dan Tuhanmu berperang. Sesungguhnya kami turut serta berperang bersamamu dan bersama Allah.'" Umair bin Abi Waqash, adik Sa‘ad bin Abi Waqash, saat Perang Badar, ia—yang baru berusia 16 tahun—berusaha menyelinap diam-diam ke barisan pasukan kaum Muslim untuk ikut berperang. Ia takut dipulangkan oleh Rasul karena usianya yang masih terlalu muda. Namun, ketika Rasul tahu keinginan dan semangatnya, beliau pun mengizinkannya. Umair pun dengan gembira segera berlari menuju medan perang hingga terbunuh sebagai syahid. (HR al-Hakim dan Ibn Sa‘ad).

Pelajaran 2: Strategis
Rasulullah saw. dan pasukannya terlebih dulu sampai di Badar(tempat antara Makkah dan Madinah), dan memanfaatkannya dengan membangun markas, mengatur strategi perang—jika perang terjadi di tempat itu,  dan mengatur posisi pasukannya hingga pasukan musuh datang

Pelajaran 3:Yakin pada janji dan pertolongan Allah
Rentetan permintaan tersebut, Quraisy telah keluar dengan bilangan kira-kira 1000 orang tentera. Antaranya 600 orang tentera berbaju perisai, 100 ekor kuda yang dipakaikan 100 baju perisai. Ini tidak termasuk baju perisai tentera pejalan kaki dan 700 ekor unta. Mereka turut membawa penyanyi-penyanyi perempuan yang memukul gendang dan menyanyi mengutuk orang Islam.
Adapun kaum muslim 313 atau 314 orang. Kebanyakan mereka golongan Ansor. Mereka membawa 70 ekor unta dan dua atau tiga ekor kuda saja. Mereka bergiliran menaiki unta. Satu kendaraan dinaiki oelh dua hingga tiga orang. Sehingga tidak dapat dibedakan antara tentara dan pemimpinnya. Bahkan Rasulullah bergantian dengan Abu Bakar, Umar dan sahabat Lainnya.
Perang Badar akhirnya pecah pada hari Jumat, pagi hari tanggal 17 Ramadhan. Rasulullah saw. memohon kepada Allah Swt., meminta pertolongan yang dijanjikan kepadanya. Dalam doanya Rasulullah saw. berkata, "Ya Allah, apabila Engkau membinasakan kelompok ini (yakni para sahabat) pada hari ini, maka Engkau tidak akan disembah."
Dan sesungguhnya Allah telah menolong kamu mencapai kemenangan dalam peperangan Badar, sedang kamu berkeadaan lemah (kerana kamu sedikit bilangannya dan kekurangan alat perang). Oleh itu bertaqwalah kamu kepada Allah, supaya kamu bersyukur (akan kemenangan itu). (Ingatlah wahai Muhammad) ketika engkau berkata kepada orang-orang yang beriman (untuk menguatkan semangat mereka): "Tidakkah cukup bagi kamu, bahawa Allah membantu kamu dengan 3,000 tentera dari malaikat yang  diturunkan ?," Bahkan (mencukupi. Dalam pada itu) jika kamu bersabar dan bertaqwa, dan mereka (musuh) datang menyerang kamu dengan serta-merta, nescaya Allah membantu kamu dengan 5,000 malaikat yang bertanda masing-masing. Dan Allah tidak menjadikan bantuan tentera malaikat itu melainkan kerana memberi khabar gembira kepada kamu, dan supaya kamu tenteram dengan bantuan itu. Dan (ingatlah bahawa) pertolongan yang membawa kemenangan itu hanya dari Allah Yang Maha kuasa, lagi Maha Bijaksana. (Kemenangan Badar itu) kerana Allah hendak membinasakan satu golongan dari orang-orang kafir atau menghina mereka (dengan kekalahan), supaya mereka kembali dengan hampa kecewa. (All Imran: 123-127)

Pelajaran 4: Islam pasti menang
Kaum muslimin semakin mengganas dan mengobarkan perang dengan gemuruh. Udara memanas dan peperangan menjadi lebih dahsyat. Keadaan tersebut menjadikan pemuka kafir Quraisy harus mempertahankan dirinya sendiri. Sementara kaum muslim bertambah imannya dengan meneriakan ahad….ahad. Rasul selalu berada di tengah-tengah mereka dan mengambil segenggam pasir lalu melemparkan kea rah kafir Quraisy seraya mengucaokan “Terhinalah wajah-wajahnya!” sementara para sahabat mengucapkan “bertahanlah kalian!” semangat tersebut mengalahkan kafir Quraisy, meraka lari tunggang langgang, sebagian terbunuh dan tertawan. Hal tersebu menjadikan bahwa kaum muslim berada dalam kemenangan.

Pelajaran 5:Sikap agung terhadap tawanan perang
Rasul berwasiat agar berbuat baik pada tawanan. Cerita Abu Aziz bin Umair bahwa Aku ditawan di tengah keluarga Anshar sekembalinya dari Badar, jika tiba waktu makan siang ataupun makan malam mereka selalu memberikan aku sepotong roti sedang mereka terpaksa makan kurma karena mereka dipesan nabi untuk berlaku baik terhadap kami kaum tawanan. Setiap mereka mempunyai sepotong roti mereka selalu memberikan kepadaku sehingga aku merasa malu atas perlakuan mereka dan roti itu pun aku kembalikan pada mereka. Dan roti itu pun tetap dikembalikan kepadaku untuk kumakan.

Khatimah

Beberapa pelajaran tersebut menunjukkan bahwa perjuangan dalam menegakan Islam tidaklah mudah. Butuh usaha keras dengan kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja strategis. Rasulullah tidak hanya sebagai nabi tapi juga sebagai kepala Negara ketika itu memberikan contoh kepada umatnya untuk berbuat sesuatu. Sudah selayaknya siapa saja yang mengaku sebagai pengikut Rasulullah maka harus mengikuti apa yang diperintahkan dan dijalankan.
Kekuatan iman yang dimiliki kaum muslimin merupakan pendorong untuk senantiasa taat pada aturan Allah. Keimanan menunjukan bahwa ia mau diatur dengan hukum-hukum Allah (Syariat Islam). Selain itu, adanya idrak silla billah (kesadaran hubungan dengan Allah)  akan semakin mengokohkan langkah kita dalam beramal dan menjemput janji Allah. Kekuatan keimanan telah dibuktikan oleh para sahabat dan kita pun dapat mewujudkannya sekarang. Usaha yang ditempuh yakni dengan dakwah Islam. Jangan ragu bila jumlah kalian masih sedikit. Jika kita yakin dan didorong oleh keimanan kita, insya Allah pertolongan Allah begitu dekat. Sehingga kita menjadi orang yang mulia ketika hidup di bawah naungan Islam. Hidup mulia atau syahid di jalan-Nya. wallahu ‘alam bisshawab

Akhukum fillah_ Hanif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-3736431757901003492?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/3736431757901003492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/05/ski-kabuki-bhs-jepang-unesa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3736431757901003492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3736431757901003492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/05/ski-kabuki-bhs-jepang-unesa.html' title='SKI Kabuki Bhs Jepang Unesa'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-4279754542389498766</id><published>2009-04-25T11:24:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T12:23:27.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi-Puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>Musholla Mungil

Sepetak kotak tergambar jelas
Di bola matamu yang hitam
Terhampar sajadah hijau lusuh di kaki para pendatang
Tak ada yang istimewa apalagi berharga 
Inilah para sufi berkumpul meninggalkan jeratan dunia

Belenggu yang melilit mata, telinga
Hidung, dan hati
Tak mampu tercongkel oleh tangan besi
Sudah cukup semuanya

Musholla mungil masih menghiasi
Otak-otak para sufi
Pecinta kehidupan ilahi
Bersujud panjang di hadapan Rabbul ’alam


Surabaya, 11 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-4279754542389498766?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/4279754542389498766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/04/musholla-mungil-sepetak-kotak-tergambar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4279754542389498766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4279754542389498766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/04/musholla-mungil-sepetak-kotak-tergambar.html' title=''/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-7743908010218467971</id><published>2009-03-25T15:38:00.000+07:00</published><updated>2009-03-25T15:40:52.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Perjuangan Sia-sia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/Scntuhcdh2I/AAAAAAAAAEI/QQLtvzQ_z-8/s1600-h/calegpdsdalam.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/Scntuhcdh2I/AAAAAAAAAEI/QQLtvzQ_z-8/s400/calegpdsdalam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317042218595092322" /&gt;&lt;/a&gt;


Pemilu tahun ini banyak menghobohkan. Salah satunya ada seorang Caleg Perempuan Muslim yang mencalonkan diri dengan partai Kristen. Partai tersebut Partai Damai Sejahtera (PDS). Wanita berjilbab yang nekat ini bernama Asrianty Puwantini. Dia mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dan maju di Dapil V Jatim. Ada istilah yang sering digunakan untuk mendukung aktifitasnya - Don't judge book by its cover-(jangan menuduh buku dari sampulnya). Artinya tidak usah dilihat orangnya tapi dilihat perjuangannya. Jika demikian maka kacau berpikir seseorang.
"Hujatan mah sudah sering saya dapatkan. Malah saya disuruh istighfar, katanya dosa-dosa orang yang memilih ibu akan ibu tanggung," kata Asrianty saat berbincang dengan detikcom, Selasa (24/3/2009).
Namun demikian, berbagai hujatan yang Asrianty dapat justru tidak melemahkan anggota dewan penasihat PDS ini. Wanita yang mengaku pernah belajar semua ajaran agama ini sepertinya sudah sangat yakin dengan langkah yang ia ambil. 
"Salib itu kan perlambang hablumminallah dan hablumminannas seperti di Islam. Dan salib itu juga lambang berserah diri, yang juga menjadi salah satu hakikat ajaran Islam," jelasnya.
Oleh karena itu, ia pun hanya menanggapi dingin berbagai kritikan masyarakat terhadap media publikasi dirinya yang menyandingkan jilbab dengan salib. Wanita kelahiran Jakarta 7 April 1961 ini juga membantah kalau kehadirannya di PDS karena alasan pragmatis agar partai ungu ini bisa meluaskan sayapnya menarik suara di luar umat Nasrani.
"PDS lebih sesuai dengan visi dan misi saya tentang pluarisme agama," kata wanita yang mengaku mengurungkan niatnya maju dari Golkar ini. Sejak tahun 2008, jelas Asrianty, PDS sudah menjadi partai terbuka yang berlandaskan Pancasila. PDS juga memperjuangkan kerukunan, kebebasan beragama dan antidiskriminasi. Di jajaran anggota dewan pensihat pun, PDS menempatkan orang-orang dari latar belakang agama yang berbeda.
"PDS tidak padang bulu membela yang terdiskriminasi, apapun agamanya," tandasnya.
Khatimah
Jika dipahami secara jeli, inilah akibat diterapkannya system demokrasi. System yang membolehkan semuanya. System yang membuat manusia lupa terhadap Tuhan dan agamanya. Terbukti perjuangan caleg yang ada tidak pernah memperjuangkan agamanya. Apakah ini yang disebut demokrasi yang agung. Sungguh hina.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-7743908010218467971?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/7743908010218467971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/perjuangan-sia-sia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/7743908010218467971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/7743908010218467971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/perjuangan-sia-sia.html' title='Perjuangan Sia-sia'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/Scntuhcdh2I/AAAAAAAAAEI/QQLtvzQ_z-8/s72-c/calegpdsdalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-5396881831636641480</id><published>2009-03-24T10:41:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T10:42:57.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pemimpin Harapan Umat</title><content type='html'>Oleh Hanif Kristianto (Aktivis Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Universitas Negeri Surabaya)

Usai sudah rakyat disibukan dengan pemilihan legislatif. Selanjutnya rakyat akan dihadapkan pada pemilihan presiden (pilpres). Para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pun sudah jauh-jauh hari mengkapanyekan diri. Jika dilihat jargon-jargon yang dikampayekan oleh capres dan cawapres tidak berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Bahkan jargon-jargon tersebut terkadang tidak dilaksanakan dalam kepemimpinannya.
Hal yang lumrah, jika seseorang ingin menjadi pemimpin. Karena hal itu merupakan wujud dari gharizatul baqa’. Yang perlu dipahami bahwa untuk menjadi pemimpin tidaklah mudah. Apalagi memilih pemimpin. Jika rakyat salah memilih pemimpin maka akan berakibat fatal. Sebagaiman sabda Rasulullah Saw
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, di masa itu para pendusta dibenarkan omongannya sedangkan orang-orang jujur didustakan, di masa itu para pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang terpercaya justru tidak dipercaya, dan pada masa itu muncul Ruwaibidlah, ditanyakan kepada beliau Saw apa itu Ruwaibidlah? Rasul menjawab: Seorang yang bodoh (yang dipercaya berbicara) tentang masalah rakyat/publik.” [HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah].
Agar tidak terjadi kondisi yang fatal sebagaimana peringatan Nabi Saw, maka perlu dibentuk opini umum di tengah masyarakat. Tujuannya masyarakat paham karakteristik pemimpin yang nantinya dapat dijadikan harapan.
Ada beberapa karaktersistik yang harus dimiliki pemimpin.
Pertama, berkepribadian kuat. Rasulullah Saw menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus kuat tidak, lemah. Dalam artian baik secara pola pikir dan pola sikap. Kedua, bertakwa. Pemimpin menyadari bahwa Allah Swt senantiasa melihat aktifitasnya, sehingga dia tidak zalim kepada rakyatnya. Ketiga, belas kasihan. Hal itu diwujudkan dengan sikap lembut dan kebijaksanaannya yang tidak menyulitkan rakyatnya. Keempat, jujur dan penuh perhatian kepada rakyatnya. Sehingga kebutuhan fisik dan ideologis terpenuhi, serta mengantarkan rakyatnya menggapai ridho Allah Swt. Kelima, istiqomah memerintah dengan syariah. Pemimpin yang jujur dan amanah akan memerintah berdasarkan quran dan sunnah. Karena hanya dengan aturan Allah dan Rasul-Nya kehidupan akan teratur.
 Jika kesemua karakteristik itu terpenuhi oleh pemimpin yang ada, maka tidak mustahil suatu bangsa akan menjadi bangsa yang besar dan kuat. Hal tersebut pernah terbukti dan dilakukan oleh Rasulullah dan para Khalifah selanjutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-5396881831636641480?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/5396881831636641480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/pemimpin-harapan-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5396881831636641480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5396881831636641480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/pemimpin-harapan-umat.html' title='Pemimpin Harapan Umat'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-4211183150219686889</id><published>2009-03-24T10:24:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T10:28:37.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>LKTM Jatim</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Edukasi Politik Bagi Rakyat Untuk Keberlangsungan Pilkada
(Studi Pada Fenomena Golput Pilkada Jatim 2008)
&lt;/span&gt;

Indonesia pada tahun 2007 adalah sebuah negara yang stabil dengan suatu sistem pemerintahan yang demokratis dan terdesentralisasi. Berdasarkan pada pemilihan umum pertama yang jujur dan adil pada tahun 1999, Indonesia sejak saat itu telah secara jelas melakukan konsolidasi demokrasinya, melalui serangkaian pemilihan umum nasional yang berurutan pada tahun 2004 dan ratusan pemilihan di tingkat  daerah sejak tahun 2005. Pada tahun 2007, Freedom House menyebut Indonesia sebagai satu-satunya negara bebas dan demokratis di Asia Tenggara (www.asiafoundation.org).

Keberhasilan pemerintah dalam menjalankan pemilu diterapkan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung. Pemilihan dilakukan di tingkat kabupaten dan propinsi. Menurut Yusanto (2005), latar belakang diadakan Pilkada secara langsung adalah akibat dari adanya pengalaman buruk pada masa lalu, yaitu ketika hak memilih kepala daerah ada pada anggota DPRD. Anggota DPRD dinilai gagal mengemban amanah itu. Kewenangan memilih kepala daerah dimanfaatkan untuk kepentingan diri dan partainya. Bahkan hak suara bisa dibeli oleh para calon kepala daerah. Akibatnya, kepala daerah yang mampu membeli suara itulah yang menang. Pilkada secara langsung dinilai lebih mencerminkan kedaulatan rakyat, karena rakyat sendirilah yang secara langsung memilih pemimpin daerahnya.
Ada fenomena menarik dalam pencapaian keberhasilan Pilkada. Berdasar pada catatan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) dari 26 Pilkada tingkat provinsi yang berlangsung sejak 2005 hingga 2008 ada 13 pemilu gubernur dimenangi golongan putih (golput). Hal ini menunjukan jumlah dukungan suara bagi gubernur pemenang Pilkada kalah daripada jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya (al-Wa’ie No.97 September 2008).

Pelaksanaan Pilkada di Jawa Timur (Jatim) tidak berbeda dengan Pilkada di daerah lain. Pilkada Jatim dalam memilih gubernur dan wakil gubernur tidak luput dari golput. Ketidakpercayaan masyarakat Jawa Timur terhadap pesta demokrasi Pilkada menunjukan angka yang cukup fantastis. Jumlah golput pada Pilihan gubernur (Pilgub) pada 23 Juli 2008 adalah 38,37% suara atau 11.152.406 juta penduduk tidak menggunakan hak pilihnya. Jumlah suara sah menurut catatan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jatim adalah 17.014.266, sedangkan suara tidak sah ada 895.045 suara. Total pemilih Pilgub Jatim sebanyak 29.061.718 penduduk. Jika melihat rendahnya tingkat partisipasi masyarakat akan membuat legitimasi gubernur dan wakil gubernur terpilih sangat rendah di mata masyarakatnya sendiri. Hal ini juga bisa mempengaruhi dalam proses pemilu pada 2009 (al-Wa’ie No.97 Setember 2008). Dari data tersebut ada sedikit perbedaan dengan data yang dikeluarkan oleh Republika dengan Quick Count dan Kompas. Perbedaan tersebut terjadi pada selisih hasil.

 
Gambar 1 (Sumber Republika 24 Juli 2008)
 
Gambar 2(sumber Kompas 24 Juli 2008)

Keadaan tersebut menunjukan bahwa proses pendidikan politik di negeri ini belum dilaksanakan. Upaya pencerdasan rakyat melalui politik tidak pernah terlihat dari partai manapun. Partai hanya peduli pada rakyat menjelang Pilkada digelar. Sebelum proses Pilkada partai tidak banyak melakukan sesuatu yang berhubungan dengan rakyat.
Atas dasar itulah dibutuhkan pendidikan politik berbasis masyarakat dalam peningkatan taraf berfikir. Adapun yang mempunyai kewenangan dan kemampuan dalam memberikan pendidikan politik adalah parta politik. Hal tersebut didasarkan karena partai politik mempunyai peranan dalam kesuksesan Pilkada. Jika taraf berpikir masyarakat dalam politik baik maka proses pemilihan pemimpin akan berhasil dengan baik.

Demokratisasi di daerah
Kemunculan demokrasi di daerah adalah akibat dari otonomi daerah. Daerah diberikan kebebasan dalam mengatur segala urusan. Peran pemerintah pusat tidak begitu dominan. Senada dengan hal tersebut Smith (1998:85-86) berpendapat bahwa munculnya perhatian terhadap transisi demokrasi di daerah berangkat dari suatu keyakinan bahwa adanya demokrasi di daerah merupakan prasyarat bagi munculnya demokrasi di tingkat nasional. Pendapat seperti ini adalah asumsi jika di daerah terjadi perbaikan maka secara otomatis akan ada perbaikan kualitas di tingkat nasional.
Smith memperkuat pendapatnya setelah melakukan studi di sejumlah negara. Ada empat alasan yang diberikan:
1. Demokrasi di pemerintah daerah merupakan ajang pendidikan politik yang relevan bagi warga negara di dalam suatu masyarakat demokratis.
2. Pemerintah daerah dipandang sebagai pengontrol pemerintah pusat yang berlebihan dan cenderung anti-demokratis di dalam suatu pemerintahan yang terpusat. 
3. Demokrasi di daerah dianggap mampu menyuguhkan kualitas partisipasi yang lebih baik dibandingkan jika tejadi di tingkat nasional. Partisipasi politik di daerah memungkinkan deliberative democracy, yaitu adanya komunikasi langsung di dalam berdemokrasi
4. Kasus di Kolumbia menunjukkan bahwa legimitasi pemerintah pusat akan mengalami penguatan ketika pemerintah pusat melakukan reformasi di tingkat lokal.
Kemunculan gagasan Pilkada merupakan proses lanjut dari keinginan kuat untuk memperbaiki kulaitas demokrasi di daerah. Hal tersebut selaras dengan pendapat Robert A. Dahl (dalam Marijan: 2007) demokrasi ada tidak hanya untuk mencegah kemunculan tirani, namun juga untuk memenuhi beberapa tujuan diantaranya adalah terwujudnya hak esensial individu, terdapat kesamaan politik, kemunculan moral otonomi, terdapatnya kesempatan untuk menentukan posisi diri individu, dan kesejahteran.  
Pendapat tersebut berbeda dengan yang dikemukakan oleh Aristoteles seorang pemikir politik Empiris-Realis yang juga murid Plato di zaman Yunani klasik. Menurut Aristoteles (1959) bila negara dipegang oleh banyak orang (lewat perwakilan) dan bertujuan hanya demi kepentingan mereka, maka bentuk negara itu adalah demokrasi. Demokrasi seakan memiliki konotasi negatif yakni sebagai bentuk negara yang buruk (nation bad). Negara demokrasi memiliki sistem pemerintahan oleh orang banyak, satu sama lain memiliki perbedaan (atau pertentangan) kepentingan, perbedaan latar belakang sosial ekonomi, dan perbedaan tingkat pendidikan. Pemerintahan yang dilakukan oleh sekelompok minoritas di dewan perwakilan yang mewakili kelompok mayoritas penduduk itu akan mudah berubah menjadi pemerintahan anarkhis, menjadi ajang pertempuran konflik kepentingan berbagai kelompok sosial dan pertarungan elit kekuasaan. Perbedaan-perbedaan tersebut menjadi kendala bagi terwujudnya pemerintahan yang baik. Konsensus sulit dicapai dan konflik mudah terjadi. 
Pilkada yang diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang terpercaya tidak terwujud. Pandangan masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkada menambah deret permasalahan dalam bentuk pemilihan pemimpin. Rakyat menilai bahwa suara mayoritas yang digunakan dalam pemilihan tidak mengakomodasi kepentingan rakyat. Malahan suara mayoritas digunakan untuk menduduki jabatan yang digunakan segelintir orang. 
Analisis Golput
Jika dianalisis secara psikologis ada beberapa hal yang mendukung tingginya tingkat golput pada masyarakat. (1) kejenuhan masyarakat terhadap aktifitas pemilihan pemimpin secara langsung. Ada anggapan pemiihan pemimpin secara langsung adalah monoton. Proses pemilihan dari tingkat pemerintah dasar yakni kepala desa sampai gubernur sama. Serta masyarakat hanya dijadikan ‘anak bawang’ yang belum tentu aspirasi suaranya didengar dan dijalankan oleh pemenang dalam pemilihan pemimpin secara langsung. (2) pembelajaran politik yang dilakukan oleh partai politik yang ada bersifat sesaat. Rakyat merasa dibutuhkan hanya menjelang pemilihan, akibatnya muncul sikap apatis dan ketidakpercayaan pada partai politik yang ada. (3) pemimpin yang terpilih cenderung abai terhadap janji-janji politik yang diucapkan sewaktu kampanye. Ketidakmampuan pemimpin terpilih dalam menjalankan janji-janjinya semakin menambah ketidakpercayaan masyarakat. 
Besarnya angka golput pada Pilkada Jatim 23 Juli 2008 membuktikan bahwa adanya massa mengambang. Dalam bahasa sosiologi politik massa mengambang menunjukkan sekelompok orang yang tidak menentukan pilihan kepada suatu partai atau calon tertentu dalam suatu pemilihan (Yulianto, Al-Wai’e No.97 Setember 2008).
Lebih lanjut, minimnya partisipasi masyarakat dapat dibagi dalam beberapa hal yang dapat dicermati dari Pilkada Jatim 23 Juli 2008.
1.  Angka golput yang tinggi menunjukkan bahwa masyarakat saat ini makin apatis terhadap pesta demokrasi untuk memilih pemimpin daerah. Dana trilyunan rupiah yang dikucurkan untuk Pilkada terbuang percuma. Pemimpin yang terpilih tidak mampu mewujudkan perbaikan tingkat kehidupan masyarakat. Justru yang mendapat perbaikan hanya terbatas pada pemimpin dan keluarganya serta partai-partai yang menjadi pendukungnya saat Pilkada. 
2. Fenomena golput juga dapat menjadi peringatan bagi setiap parpol (partai politik), karena kondisi parpol saat ini mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Masyarakat sudah mulai memahami bahwa keberadaan parpol lebih identik dengan kuda tunggangan komersial. Bukan rahasia umum jika setiap orang yang berhasrat berkuasa lewat jalur Pilkada, mereka harus mengeluarkan ratusan juta bahkan milyaran rupiah untuk menyewa parpol. Kalau bukan dalam bentuk tunai bisa juga berupa komitmen pemberian sesuatu yang lain yang tidak kalah tinggi nilai ekonomisnya apabila mereka berhasil merebut tampuk kekuasaan.
3. Koalisi partai yang mendukung calon pemimpin dibangun atas dasar kepentingan bukan lagi garis perjuangan partai. Padahal di tengah-tengah masyarakat mereka sering menggembor-gemborkan garis perjuangan partai terutama saat kampanye. Parpol-parpol telah terjebak atau menjebakkan diri ke dalam pragmatisme yang bertumpu pada kepentingan sesaat. 
4. Alasan unttuk golput memang beragam, ada yang hanya bersifat alasan teknis, misalnya saat pencoblosan sedang pergi bekerja sehingga tidak memberikan suaranya. Ada pula yang diakibatkan oleh alasan ideologis, misalnya para calon tidak ada yang secara eksplisit dan serius akan menyandarkan kebijakannya pada ideologi tertentu. Alasan teknis menunjukkan bahwa masyarakat menganggap Pilkada bukanlah hal yang penting bagi mereka. Andaikata hal itu dinilai penting apalagi bisa memberikan harapan untuk perbaikan, tentu masyarakat akan berduyun-duyun menuju tempat pemungutan suara. Adapun yang mempunyai alasan ideologis karena menganggap bahwa perubahan menuju perbaikan hanya mungkin dilakukan jika aturan yang benar dan sesuai dengan kebtuhan manusia dijadikan landasannya. Sehingga harapan menuju perbaikan kian hampa jika perbaikan yang terjadi hanya pada perubahan personil pemimpin tanpa disertai perubahan sistem. 
5. Para pengambil kebijakan di negeri ini (eksekutif, legislatif, yudikatif, parpol) telah menjadikan politik dan ekonomi berjalan di atas rel rusak kapitalisme. Sistem ini telah menyuburkan praktek politik oportunistik yang hanya mengabdi pada kepentingan pribadi, kelompok, dan partainya. Sementara itu rakyat hanya menjadi alat legalitas untuk meraih kekuasaan melalui Pilkada. Sementara fakta buruk dalam ekonomi, sistem ini telah memberikan keleluasaan kepada para pemilik modal untuk menguasai berbagai sumber kekayaan pemerintah. Pada kondisi seperti ini terjadi kolusi antara penguasa dan pengusaha yang menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat. 
6. Konsekuensi logis bagi masyarakat untuk mengakhiri kesengsaraan. Selama ini masyarakat yang hidup di tempat dengan sumber daya alam melimpah tidak dapat menikmati kekayaan sumber daya alam. Mereka menginginkan kekayaan sumber daya alam dapat dinikmati untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Tingginya angka golput sebagaimana menurut Marijan (2008) dikarenakan masyarakat jenuh. Selain itu partai tidak mencalonkan figur dari anggota partai sendiri sehingga kader dan simpatisan merasa enggan mendukung figur dari partai lain.
Hal ini bisa dilihat dari dukungan kepada para calon gubernur dan wakil gubernur. Pasangan Kaji (Kofifah dan Mujiono) adalah pasangan yang mendapat dukungan dari PPP, Partai Patriot, dan beberapa partai kecil lainnya. Kofifah bukan merupakan kader dari PPP, sedangkan Mujiono adalah mantan Kasdam V Brawijaya. Hal yang sama bisa dilihat dari pasangan Karsa (Soekarwo dan Saifullah Yusuf).  Pasangan ini didukung oleh PAN dan PKS. Kedua calon bukanlah kader dari PAN dan PKS.
Tingginya golput juga disertai alasan teknis. Sebagaimana diungkapkan Fifajanti (2008) anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pilgub Jatim 23 Juli 2008 di Mojokerto banyak warga yang sudah meningggal, pindah domisili, bahkan anak di bawah usia lima tahun (balita) masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).
 Beberapa analisis tersebut mencerminkan kondisi politik di Jatim. Masyarakat mulai sadar bahwa perubahan keadaan di Jatim tidak hanya karena figur pemimpin tapi juga adanya perubahan sistem yang lebih baik. Kondisi golput dianggap sebagai hak bukan kewajiban. Sehingga masyarakat menggunakan haknya atau tidak diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Proses politik dalam Pilkada tidak boleh ada pemaksaan dan intervensi pada masyarakat. 
 Jika kondisi masyarakat apatis terhadap politik dan perubahan menuju ke arah pemerintahan yang lebih baik kurang, maka perlu pendidikan politik (edukasi politik). Dalam memberikan pendidikan politik partai politik mempunyai peran yang penting.
Peran Partai Politik
Partai politik adalah perkumpulan segolongan orang-orang yang seasas, sehaluan, setujuan (terutama di bidang politik); perkumpulan yang didirikan untuk mewujudkan ideologi politik tertentu (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989:649-650). Senada dengan hal tersebut partai politik didefinisikan sebagai suatu kelompok terorganisasi yang angota-anggotanya mempunyai orientasi nilai-nilai dan cita-cita sama (Budiharjo dalam Ardiyansyah, 2008:14). Tujuan partai politik adalah memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik untk melaksanakan kebijakan-kebijakan partai. Ada empat fungsi partai politik  yaitu fungsi agregasi, edukasi, artikulasi, dan rekrutmen (Neumann dalam Ardiyansyah, 2008:14)
 Jika mengetahui kondisi masyarakat yang semakin apatis terhadap politik parpol seharusnya koreksi diri. Berbenah dari segi internal merupakan hal yang dapat dilakukan. Perbaikan internal bisa dimulai dari visi dan misi yang diperjuangkan. Kemudian melihat gerak di tengah-tengah masyarakat selama ini dan meningkatkan kemampuan kader partai. Agar parpol perjuangan terarah dengan baik hendaknya parpol berideologi atau disebut parpol ideologis. Selama ini parpol terlihat kabur ideologi yang diemban.
Edukasi Politik
Tugas utama partai politik adalah memberikan pendidikan politik. Pendidikan politik diberikan secara intensif dan tersusun. Artian umum pendidikan politik adalah cara bagaimana suatu bangsa mentransfer budaya politiknya dari generasi yang satu ke generasi kemudian (Panggabean, 1994). Adapun budaya politik adalah keseluruhan nilai, keyakinan empirik, dan lambang ekspresif yang menentukan terciptanya situasi di tempat kegiatan politik terselenggara. 

Pendidikan politik sebagai proses penyampaian budaya politik bangsa, mencakup cita-cita politik maupun norma-norma operasional dari sistem organisasi politik yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan politik perlu ditingkatkan sebagai kesadaran dalam berpolitik akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, sehingga masyarakat diharapkan ikut serta secara aktif dalam kehidupan kenegaraan dan pembangunan. 

Pendidikan politik mengupayakan penghayatan atau pemilikan terhadap nilai-nilai yang meningkat dan akan terwujud dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari dalam hidup kemasyarakatan termasuk hidup kenegaraan serta berpartisipasi dalam usaha-usaha pembangunan sesuai dengan fungsi masing-masing. Dengan kata lain pendidikan politik menginginkan agar masyarakat berkembang menjadi warga negara yang baik, yang menghayati nilai-nilai dasar yang luhur dari bangsanya dan sadar akan hak-hak dan kewajibannya di dalam kerangka nilai-nilai tersebut. 

Pendidikan dalam sistem yang ada ditempatkan dalam posisi yang sangat sentral. Secara ideal pendidikan dimaksudkan untuk mendidik warga negara tentang kebajikan dan tanggung jawab sebagai anggota civil society. Pendidikan dalam artian tersebut merupakan suatu proses yang panjang sepanjang usia seseorang untuk mengembangkan diri. Proses tersebut bukan hanya yang dilakukan dalam lingkungan pendidikan formal seperti sekolah tetapi juga meliputi pendidikan dalam arti yang sangat luas melibatkan keluarga dan juga lingkungan sosial. Lembaga-lembaga pendidian harus mencerminkan proses untuk mendidik warga negara ke arah suatu masyarakat sipil yang kondusif bagi berlangsungnya demokrasi dan sebaliknya harus dihindarkan sejauh mungkin dari unsur-unsur yang memungkinkan tumbuhnya hambatan-hambatan demokrasi (Arfani dalam Suhartono dkk, 2008). Selain membicarakan masalah kesadaran berpolitik, maka perlu pemahaman pula apa yang dimaksud dengan pengertian budaya politik, menurut Budiardjo (1982:17)  konsep budaya politik ini berdasarkan keyakinan, bahwa setiap politik itu didukung oleh suatu kumpulan kaedah, perasaan dan orientasi terahadap tingkah laku politik 
 Beberapa unsur  yang dilakukan parpol dalam mencerdaskan politik masyarakat.
1. Pembinaan Intensif
Pembinaan intensif adalah merupakan kegiatan politik untuk mencetak kader-kader politik. Secara sistematis dan berkelanjutan kader-kader ini dibina oleh partai politik sehingga mereka menjadi orang yang siap dan mampu mewujudkan cita-cita partai politik. Mereka tidak hanya mampu dari segi ide, tapi juga mampu untuk berkorban demi perjuangan partai. Hal ini merupakan aktifitas yang sangat penting dan mendasar dalam politik. Sebab, perubahan akan terjadi di tengah masyarakat jika kader yang dibina melakukan perbuatan nyata dalam aktifitas politik. Aktifitas kader adalah melakukan perubahan di masyarakat sebagaiman yang diinginkan partai. Oleh karena itu melalaikan amal politik ini akan menyebabkan kegagalan partai untuk meraih tujuannya. 
Upaya untuk menciptkan kader politik tidak boleh berhenti. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan merekrut masyarakat di sekitarnya. Kemudian dibina menjadi kader politik. Pembinaan dilakukan secara intensif, serius, dan terarah. Harapan dari adanya pembinaan adalah masyarakat siap berjuang bersama-sama partai dalam menciptakan kondisi yang ideal dalam kehidupan. Sehingga masyarakat mempunyai karakter masyarakat yang ideologis dan matang secara politik. Aktifitas pembinaan intensif dapat dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok diskusi di suatu tempat. Aktifitas ini dikolalah dengan baik dan pemberian materi politik secara sistematis.

2. Pembinaan Umum
Pembinaan umum ini dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya politik dalam kehidupan. Masyarakat hendaknya diberikan pemahaman bahwa politik bukan alat untuk mencari kekuasaan. Politik adalah salah satu cara  dalam mengurusi urusan rakyat. Pembinaan dilakukan dengan memahamkan ideologi partai yang benar serta menjadikan ideologi partai untuk diemban. Hal yang terpenting dalam pembinaan umum adalah masyarakat mengetahui sistem pemerintahan yang ada dan akan mengoreksi kebijakan pemerintah yang salah. Membangun kesadaran masyarakat ini adalah sangat penting. Sebab tidak akan terjadi perubahan yang mendasar di tengah-tengah masyarakat kalau tidak terjadi perubahan kesadaran masyarakat. Pembentukan pemerintahan yang sistematis tentu melalui masyarakat dan didukung sepenuhnya oleh masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar pemerintahan yang dibangun didasarkan pada meikiran matang dan bukan dengan sikap emosional sesaat. 
Kewajiban parpol adalah terjun di tengah-tengah masyarakat. Parpol menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam sebuah pemerintahan. Tidak cukup hanya itu saja masyarakat harus dijelaskan tentang ide-ide yang membahayakan persatuan dan keruntuhan sebuah pemerintahan.
Dijelaskan pula kerusakan aturan-aturan dalam berbagai bidang yang menyengsarakan manusia. Adapun cara praktisnya dapat dilakukan lewat berbagai teknis dan perantara. Sebagai contoh aktifitasnya dapat dilakukan melalui pengajian-pengajian umum, khutbah jum’at, seminar, diskusi publik, debat terbuka. Termasuk lewat media masa seperti radio, televisi, surat kabar, majalah dan lainnya. Dari aktifitas ini kemudian akan muncul kesadaran masyarakat untuk diatur oleh peratutan yang sesuai dengan aturan manusia dan selaras dengan kehidupan. Kesadaran masyarakat ini yang mendorong mereka untuk menuntut perubahan sistem jika sistem yang ada tidak sesuai dan salah.

3. Pergolakan Pemikiran
Perubahan masyarakat haruslah diawali dengan perubahan pemikiran di tengah-tengah masyarakat tersebut. Agar berubah, masyarakat harus tahu bahwa pemikiran yang selama ini mereka anut dan percayai adalah keliru dan rusak, bahkan membahayakan mereka sendiri. Untuk itu tentu saja harus dijelaskan letak kerusakan ide tersebut dan bahayanya kepada masyarakat. Disinilah letak penting pergolakan pemikiran sebagai amalan politik untuk merubah masyarkat. Pergolakan pemikiran ini dilakukan dengan cara mementang ide-ide yang salah, pemahaman yang keliru di tengah masyarakat. Dijelaskan kekeliruannya dan pertentangannya dengan pemikiran yang benar. Penjelasan tersebut disertai dengan ketentuan hukum yang ada.
Pergolakan pemikiran ini adalah amalan politik yang sangat nyata. Parpol mengecam kebijakan yang ada jika bertentangan dengan peraturan. Sebagai contoh jika ada asset daerah yang dijual kepada pengusaha asing maka parpol bersama masyarakat menyatakan penolakannya. Tidak hanya itu jika ada undang-undang yang merugikan masyarakat maka parpol dengan kekuatan politik melakukan koreksi dan memberikan solusi.
Dalam konteks sekarang, aktifitas politik ini dilakukan dengan menjelaskan ide-ide dan aturan-aturan rusak yang diyakini masyarakat. Karena itu harus dijelaskan kekeliruan ide-ide yang salah. Dijelaskan pula bahayanya bagi masyarakat. Bersamaan dengan itu dijelaskan pula bagaiman solusi tepat dalam perkara tersebut. Secara praktis aktifitas ini bisa dilakukan lewat ceramah-ceramah, khutbah jumat, seminar, menerbitkan tulisan (buletin, majalah,koran) dan lain-lain. Dari aktifitas ini diharapkan masyarakat memiliki kesadaran tentang kerusakan ide-ide salah yang selama ini ada. Pada gilirannya mereka akan mencampakkan ide-ide tersebut dan menggantikannnya dengan ide yang benar. Semua ini akan bermuara pada kesadaran masyarakat untuk mewujudkan sistem yang baik.

4. Perjuangan Politik
Sebuah sistem politik (negara atau masyarakat) akan berjalan selama rakyat masih percaya kepada penguasanya untuk mengatur kehidupan mereka. Jika sistem yang diterapkan rusak maka dirubah. Untuk merubah sistem tersebut haruslah diputus kepercayaan rakyat terhadap penguasanya. Untuk itu harus dijelaskan dan dibongkar kerusakan penguasa yang ada, pengkhianatan mereka terhadap rakyat, ketidakbecusan mereka mengurus rakyat. Termasuk menjelaskan persekongkolan mereka dengan negara-negara musuh imperialis yang melestarikan derita rakyat. Aktifitas inilah yang disebut perjuangan politik. 
Amal politik ini tampak dari penentangan partai tersebut terhadap negara-negara imperialis dalam rangka memerdekaan masyarakat dari belengu penjajahan mereka. Membebaskan masyarakat dari tekanan dan pengaruhnya, serta mencabut akar-akarnya baik berupa pemikiran, budaya, politik, ekonomi, maupun militer dari negeri yang terjajah. Termasuk dalam amal politik ini adalah menentang penguasa, mengungkap pengkhianatan mereka, melancarkan kritik kontrol, dan koreksi terhadap mereka. Serta berusaha mengganti mereka apabila mereka melanggar hak-hak masyarakat. 
Hal ini dilakukan dengan menjelaskan kebobrokan penguasa. Jika pemaerintah otoriter maka parpol melakukan koreksi agar pemerintah mengetahui hak dan kewajibannya. Amal praktis yang bisa dilakukan saat ini bisa dengan memilih  strategi misalnya seminar, diskusi, unjuk rasa damai, ceramah-ceramah, debat politik atau media-media lainnya. 

5. Mengadopsi Kepentingan Masyarakat
Perubahan masyarakat pada dasarnya ditentukan oleh sikap masyarakat terhadap penguasa mereka yang menerapkan berbagai kebijakan atas mereka dan sikap mereka terhadap partai politik yang menginginkan terjadinya perubahan. Untuk itu parpol haruslah menjelaskan kepada masyarakat bahaya setiap kebijakan dari penguasa yang ada, kekeliruannya dan pertentangannya dengan kehidupan. Sementara itu, masyarakat juga harus melihat dan menyaksikan sendiri, bahwa parpol yang mengkoreksi tersebut memang mampu memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan mereka. Masyarakat harus melihat bahwa parpol yang ingin melakukan perubahan tersebut memang layak untuk memimpin mereka, karena kemampuan mereka menyelesaikan persoalan hidup rakyat. 
Disinilah letak penting mengadopsi kepentingan masyarakat sebagai amal politik. Tampak dari aktifitas ini adalah upaya parpol untuk mengawasi dan mengkoreksi setiap kebijakan penguasa yang menyimpang. Dijelaskan bahayanya bagi masyarakat dan bagaimana solusi terhadap persoalan tersebut. Seperti mengkritik kebijakan kenaikan bbm, biaya pendidikan, transportasi, undang-undang anti terorisme dan lain-lain. Sekaligus akan menghilangkan kepercayaan mereka terhadap penguasa mereka yang memang tidak layak. Jelas ini akan memperkuat kesadaran masyarakat untuk mengganti sistem rusak yang ada di tengah-tengah mereka dengan sistem baik. Lewat seminar, unjuk rasa damai, pengiriman utusan kepada penguasa atau parlemen, penyebaran buletin dan selebaran adalah cara-cara  yang bisa dipilih. Dari aktifitas ini masyarakat akan melihat bagaimana kehirauan dan kesiapan parpol untuk memecahkan persoalan mereka.

6. Meraih Dukungan
Setiap sistem politik pastilah terdapat orang-orang yang kuat dan berpengaruh, maka sikap orang-orang yang berpengaruh ini jelas sangat menentukan keberhasilan perjuangan untuk menegakkan pemerintahan yang baik. Penerimaan mereka terhadap ide yang diemban yang disertai dengan kesadaran masyarakat akan mempercepat tegaknya sebuah sistem yang baik. Sebaliknya, penolakan mereka akan menghambat keberhasilan tersebut. Untuk itu meraih dukungan dari tokoh penting dalam masyarakat adalah sangat penting. Dari tokoh-tokoh pengaruh ini bisa diperoleh dua hal: perlindungan terhadap perjuangan yang diemban dan kekuasaan. 
Tidak hanya menyadarkan masyarakat, aktifitas parpol juga terus berupaya melalukan aktifitas untuk meraih dukungan kepada orang-orang atau kelompok kuat strategis. Hal ini tampak jelas dari aktifitas parpol untuk mendatangai pemimpin-pemimpin kelompok masyarakat maupun ormas. Inilah kunci keberhasilan dalam perubahan dan kesadaran masyarakat untuk mendukung perjuangan parpol.
Dalam konteks sekarang amal politik ini dilakukan dengan kunjungan dan mencari dukungan dari kelompok-kelompok kuat dan strategis di tengah masyarakat. Kelompok kuat yang ada di tengah-tengah masyarakat adalah kelompok militer. Secara praktis hal ini dapat dilakukan dengan mengkontak tokoh-tokoh penting militer dengan berbagai cara atau mengirim utusan kepada mereka. Mengajak mereka berdialog agara mereka mendukung penuh perjuangan parpol. Hal ini bukan berarti menjadikan militer sebagai tunggangan politik. Jika militer jadi tunggangan politik maka akan timbul pemerintah otoriter yang sewenang-wenang.
Pendidikan politik tidak hanya dibebankan pada parpol, tapi juga pada seluruh elemen masyarakat. Elemen masyarakat terebut adalah LSM, Ormas, Kelompok Kajian, Majlis Taklim, dan Perkumpulan-perkumpulan. Dukungan utama adalah dari negara. Negara sebagai pengayom masyarakatnya berkewajiban memberikan pendidikan politik yang layak. 
Peran Negara dapat ditunjukan dengan kekuatan yang lebih besar. Negara bisa masuk melalui segala bidang dalam memberikan pendidikan politik. Bidang terpenting adalah bidang pendidikan. Unsur-unsur politik dapat dimasukan dalam kurikulum yang terintegrasi dalam pelajaran. Sekolah dan kampus dijadikan tempat pendidikan dan pengkaderan politik. Harapan yang ingin dicapai adalah kecerdasan politik  masyarakat.
Negara tidak perlu khawatir akan kebijakannya, karena fungsi dari masyarakat adalah pengoreksi jalannya  pemerintahan. Sikap demikian menunjukkan bahwa pemerintah bukan bertindak otoriter. Kebijakan yang diambil seharusnya kebijakan yang mengandung maslahat sehingga masyarakat dapat hidup sejahtera.
Berikut  adalah gambaran negara, Parpol, dan lembaga lain dalam memberikan politik pada masyarakat.
 











           : garis perintah
          : garis kerjasama
          : garis kerja langsung
Pendidikan politik yang dilakukan negara erat kaitannya dengan pemerintah daerah. Hendaknya pemerintah daerah juga aktif dalam memberikan pendidikan politik terkait sebuah sistem pemerintahan yang ada di daerah. Harapannya masyarakat mengetahui tata aturan dan sistem yang ada agar pemimpin daerah menjalankan amanahnya dengan baik. Peran serta masyarakat yang mempunyai kecerdasan politik akan mampu mengembangkan daerah dengan tata politik yang kondusif. 
 
Kesimpulan
Pemaparan sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pilkada yang diaksanakan sebagai demokratisasi di daerah belum maksimal dan membaik. Hal ini ditunjukan dengan partisipasi masyarakat dalam Pilkada kurang. Bukti nyata adalah golput memenangi Pilkada.
2. Peran partai politik kurang maksimal karena parpol hanya mendekati masyarakat menjelang diadakan Pilkada.
3. Ada bebrapa hal yang menyebabkan masyarakat golput: apatis pada politik, kepercayaan pada parpol menurun, hal teknis, parpol dan pemegang pemerontahan kurang amanah, konsekuensi logis bagi masyarakat yang ingin bebas dari keterpurukan.
4. Kunci adanya kecerdasan politik dan perubahan adalah adanya kader, kesadaran rakyat, dan dukungan tokoh strategis dan kuat di masyrakat. Ketiga komponen tersebut tidak boleh berlepas dari perjuangan partai politik dalam melakukan pendidikan politik. 
Saran
1.  Parpol memberikan pendidikan politik yang sistematis dan terarah, sehingga masyarakat mengetahu perjuangan dalam membangun pemerintahan.
2. Perlu adanya pencerdasan politik rakyat. Beberapa hal yang bisa dilaksanakan adalah memberikan pembinaan intensif, pembinaan umum, pergolakan pemikiran, perjuangan politik, mengadopsi kepentingan masyarakat, dan meraih dukungan dari tokoh masyarakat.
3. Peran negara dalam memberikan politik tidak dapat diabaiakan. Oleh karena itu negara wajib memberikan pendidikan politik karena itu adalah hak tiap masyarakat.
4. Peran pemerintah daerah di tingkat lokal lebih intensif dalam memberikan pendidikan politik. Pemerintah daerah menghidupkan kembali masjlis taklim, khutbah Jumat, acara-acara keagamaan, dan di berbagai kesempatan untuk menghidupkan proses pendidikan politik. Penyadaran pada masyarakat agar ikut serta dalam mendukung pemerintahan yang lebih baik tidak boleh berhenti. 
Daftar Pustaka

Al-Wa’ie.Golput dan Kegagalan Partai Politik. No.97 September 2008

Ardiyansyah. “Kontruksi Parpol Islam Ideologis.” Al-Wa’ie no.90 Febrari 2008. 

Aristoteles. 1959. Politics, The Athenian Constitutio. Translated by John Warrington, J.M. Dent and Sons. Ltd,.

Budiharjo, Miriam. 1982. Masalah Kenegaraaan. Jakarta: PT Gramedia.

Fifajanti. Golput Menangi Pilgub Jatim. 2008. (http// www.suarapembaruan.com, diakses 21 Oktober 2008).

Marijan, Kacung.2008. (http// www.suarapembaruan.com, diakses 21 Oktober 2008).

Marijan, Kacung.  Pilkada Langsung: Resiko Politik, Biaya Ekonomi, Akuntabilitas Politik, dan Demokrasi Lokal. Makalah In-House Discussion Dialog Partai Politik yang diselenggarakan oleh Komutas Indonesia untuk Demokrasi (KID) di Jakarta 16 November 2007. (http// www.komunitasdemokrasi.or.id, diakses 16 Oktober 2008).

Kompas, 24 Juli 2008

Kamus Besar Bahasa Indonesia.1989. Jakarta: PT Balai Pustaka.

Pangabean.1994.Pendidikan Politik dan Kaderisasi Bangsa. Jakarta: Sinar Harapan.

Republika, 24 Juli 2008

Suhartono, dkk.2008. Penelitian Tingkat Kesadaran Politik Pemilih Pemula dalam Pilkada:suatu refleksi School Based Democracy (Studi Kasus Pilkada Banten dan Jabar).(hart@mail.ut.ac.id)

Yulianto.”Fenomena Golput”.  Al-Wa’ie No.97 Setember 2008

Yusanto, Muhammad Ismail. “Pilkada Langsung Bukan Jaminan.”Al-Wa’ie no.59 Juli 2005. 

www.asiafondation.org, diakses pada 16 Oktober 2008.

 

DAFTAR ISIAN PESERTA I

Nama  : Hanif Kristianto
TTL  : Lamongan, 7 Desember 1987
Alamat  : Desa Tlogorejo, Sukodadi, Lamongan
No. Telepon : 085232528742
E-mail  :h_nifk@yahoo.com
Status  : Mahasiswa Angkatan 2005
NRM  : 052104205
Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang
Angkatan : 2005
Universitas : Universitas Negeri Surabaya
Cita-cita : Ilmuwan dan Guru
Motto  : Hidup Nikmat, Surga di Akhirat
 
DAFTAR ISIAN PESERTA II
Nama  : M. Nuril Syafa’ul Karim
TTL  : Nganjuk, 05 Agustus 1989
Alamat : Rt.02, Rw.07 DesaTanjung Kalang Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk
No. Telepon : 08563213869
Status  : Mahasiswa 
NRM  : 072074054
Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Angkatan : 2007
Universitas : Universitas Negeri Surabaya
Cita-cita : Guru Besar Linguis
Motto  : Mati Sekali Matilah yang Bernilai Prestasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-4211183150219686889?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/4211183150219686889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/lktm-jatim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4211183150219686889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4211183150219686889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/lktm-jatim.html' title='LKTM Jatim'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-3473999135293970439</id><published>2009-03-24T09:57:00.000+07:00</published><updated>2009-03-24T10:23:35.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>LKTM Nasional</title><content type='html'>SELAMATKAN LISTRIK DARI UNBUNDLING PLN MENUJU ELECTRICITY FOR ALL 2020
oleh:Hanif Kristianto dan Panca Kurniawan J.

Listrik menjadi bagian tidak terpisahkan dari hidup manusia. Listrik adalah bentuk energi sekunder yang memiliki sifat fleksibel, sehingga mampu diubah ke bentuk energi lain seperti: mekanik, panas, kimia, cahaya dan elektronik. Listrik juga mudah dipindahkan dari tempat asal energi primernya ke pengguna yang membutuhkan. 
Selama ini kebutuhan listrik rakyat dipasok oleh PLN(Perusahaan Listrik Negara). PLN menjadi satu-satunya perusahaan yang melayani rakyat dalam urusan ketenagalistrikan. PLN adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk Perusahaan Umum (Perum). Setelah adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) akibat kenaikan BBM, PLN berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT). Perubahan menjadi PT berakibat saham PLN tidak menjadi milik penuh pemerintah. Pemerintah membuka bagi siapa saja yang mau membeli saham PT PLN. Dampak yang ditimbulkan dari pembelian saham PLN adalah orientasi PLN menjadi berubah. PLN tidak lagi berpikir cara menyediakan listrik yang layak bagi rakyat, namun hanya berorientasi pada cara meraup laba dan tidak boleh merugi. Kebijakan tersebut mengorbankan rakyat. 
Senada dengan hal tersebut pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PLN 8 Januari 2008 telah disahkan Rencana Kerja Perusahaan PLN tahun 2008. Hasil yang dicapai adalah pembentukan lima anak perusahaan distribusi. Kelima anak perusahaan distribusi adalah distribusi Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, serta satu anak perusahaan Transmisi dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali yang akan dibentuk paling lambat akhir tahun 2008. Pada RUPS ditetapkan juga pembentukan dua BUMN Pembangkitan yakni PT Indonesia Power dan PT Pembangkitan Jawa Bali. Dengan demikian hasil keputusan tersebut merupakan pelaksanaan UU Ketenagalistrikan sebagaimana telah dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 3 Tahun 2005 tentang Ketenagalistrikan dan Permen Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pengaturan Transmisi Tenaga Listrik atau Grid Code(www.kompas.co.id).
Keputusan ini merupakan realisasi dari rencana unbundling atau pemecahan baik secara vertikal (fungsional) maupun horizontal (kewilayahan) sebagaimana disebut dalam UU No.20/2002 tentang ketenagalistrikan yang telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Pemecahan vertikal PLN dilakukan melalui pembentukan perusahaan pembangkitan, transmisi, dan distribusi secara terpisah. Pemecahan vertikal PLN juga berakibat beban biaya setiap perusahaan berbeda-beda dan biaya ditanggung konsumen. Selain itu orientasi pelaku usaha swasta hanya berdasar pada keuntungan dari pasar yang sudah terbentuk.
Unbundling merupakan satu tahap menuju profitisasi dan privatisasi serta divestasi sebagaimana disebut dalam roadmap buku putih Departemen Pertambangan dan Energi tahun 1998 (Al-Islam, edisi 391/XV). Unbundling juga bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945. Sebagaimana dijelaskan bahwa listrik adalah cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak. Karena itu listrik dikuasai oleh negara demi terjaminnya kehidupan rakyat. Pengelolaan listrik oleh perusahaan swasta nasional maupun asing hanya diperbolehkan ketika diajak bekerja sama.

Memahami makna Profitisasi, Privatisasi, dan Divestasi
Profitisasi berasal dari kata profit. Profit adalah untung; keuntungan; manfaat (Kamus Besar Bahasa Indonesia,2000). Kata profit mendapat tambahan –isasi menjadi profitisasi. Kata profitasisasi menunjukan sikap pengambil keuntungan.
Adapun privatisasi adalah perbuatan yang mengalihkan pemilikan Negara menjadi milik pribadi (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2000). Dalam (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2000) padanan privatisasi adalah swastanisasi. Swastanisasi adalah proses peralihan produksi barang dan jasa dari sektor pemerintah ke sektor swasta  Dalam bidang ekonomi privatisasi adalah penjualan sebagian atau semua saham sebuah perusahaan milik pemerintah kepada publik, baik melalui penjualan langsung ke perusahaan swasta nasional dan asing melalui bursa efek (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2000).
Makna divestasi adalah  pelepasan; pembebasan; pengurangan modal (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2000). Divestasi dilakukan dengan cara menjual aset perusahaan kepada pihak lain.

Mengenal PLN
Sejarah Ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19, ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik tersebut berkembang menjadi untuk kepentingan umum, diawali dengan perusahaan swasta Belanda yaitu NV. NIGM yang memperluas usahanya dari hanya di bidang gas ke bidang tenaga listrik. Selama Perang Dunia II berlangsung, perusahaan-perusahaan listrik tersebut dikuasai oleh Jepang dan setelah kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945, perusahaan-perusahaan listrik tersebut direbut oleh pemuda-pemuda Indonesia pada bulan September 1945 dan diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas, dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik hanya sebesar 157,5 MW.
Tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas.
Tanggal 1 Januari 1965, BPU-PLN dibubarkan dan dibentuk 2 perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola gas. Saat itu kapasitas pembangkit tenaga listrik PLN sebesar 300 MW.
Tahun 1972, Pemerintah Indonesia menetapkan status Perusahaan Listrik Negara sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Tahun 1990 melalui Peraturan Pemerintah No. 17, PLN ditetapkan sebagai pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan.
Tahun 1992, pemerintah memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan tenaga listrik. Sejalan dengan kebijakan di atas, pada bulan Juni 1994 status PLN dialihkan dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).
Dasar hukum perusahaan yang digunakan PLN sebagai berikut
1. Anggaran Dasar PLN tahun 1998.
2. Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1994 tentang
3. Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Listrik Negara
4. menjadi Perusahaan Perseroan (Persero).
5. Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero).
6. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 1998 tentang Pengalihan Kedudukan, Tugas. 
7. Instruksi Presiden No. 15 Tahun 1998 tentang Pengalihan Pembinaan terhadap Perusahaan Perseroan (Persero) dan Perseroan Terbatas yang sebagian sahamnya dimiliki Negara Republik Indonesia kepada Menteri Negara Pendayagunaan BUMN.

Kebijakan manajemen perusahaan merupakan langkah strategis yang diambil untuk menjalankan roda kehidupan perusahaan. PLN mempunyai dua tantangan pada tahun 2003. Pertama, membaiknya perekonomian nasional yang memberikan dampak membaiknya pertumbuhan ketenagalistrikan di Indonesia. Kedua, adanya UU No. 20 tahun 2002 yang merubah lingkungan bisnis kelistrikan menjadi sarat dengan kompetisi. Untuk itu segala upaya dilakukan agar PLN bertahan dan menjadi perusahaan yang terkemuka di jajaran perusahaan dunia. Upaya itu antara lain Pelaksanaan program Restrukturisasi Korporat dan Road Map Perusahaan. 
 Perkembangan PLN menuju kompetisi bisnis telah mendirikan enam anak perusahaan dan satu perusahaan patungan yaitu :
a. PT Indonesia Power; yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik
b. PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik 
c. Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam); yang bergerak dalam usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di Wilayah Pulau Batam.
d. PT Indonesia Comnets Plus, yang bergerak dalam bidang usaha telekomunikasi.
e. PT Prima Layanan Nasional Enjiniring ( PT PLN Enjiniring), bergerak di bidang Konsultan Enjiniring, Rekayasa Enjiniring dan Supervisi Konstruksi.
f. Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (PT PLN Tarakan), bergerak dalam usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum di wilayah Pulau Tarakan.
g. Geo Dipa Energi, perusahaan patungan PLN - PERTAMINA yang bergerak di bidang Pembangkit Tenaga Listrik terutama yang menggunakan energi Panas Bumi.
Sebagai Perusahaan Perseroan Terbatas, maka Anak Perusahaan diharapkan dapat bergerak lebih leluasa dengan antara lain membentuk Perusahaan Joint Venture, menjual Saham dalam Bursa Efek, menerbitkan obligasi dan kegiatan-kegiatan usaha lainnya. Di samping itu, untuk mengantisipasi Otonomi Daerah, PLN juga telah membentuk Unit Bisnis Strategis berdasarkan kewilayahan dengan kewenangan manajemen yang lebih luas.
Rencana pemerintah untuk menyejahterkan rakyat melalui listrik dimulai dengan mengusung electricity for all. Target terpenuhinya kebutuhan listrik pada tahun 2020. Sehingga rasio elektrifikasi pada tahun 2020 mencapai 100 persen. Saat ini elektrifikasi mencapai 56 persen. Desa yang teraliri listrik mencapai 96 persen, sehingga untuk mewujudkan elektrifikasi 100 persen dibutuhkan upaya dan kerja keras. Selain itu juga dibutuhkan strategi agar bisa berjalan dengan baik sesuai rencana (www1.esdm.go.id).

Kondisi PLN
Keputusan unbundling membuat kegoncangan di tubuh PLN. Daryoko (2008) mengungkapkan kondisi PLN terbagi menjadi tiga:
  Pertama, di tubuh PLN ada kesenjangan dalam beberapa faktor yakni biaya produksi dan harga jual. Terkait biaya produksi banyak didominasi oleh pembangkit berbahan dasar minyak. PLN membeli minyak ke Pertamina dengan harga komersial, bukan harga subsidi. Ketika harga BBM $ 100/barel maka PLN membeli dengan harga Rp 7.000-Rp.7.500/liter. Pembangkit yang berbahan bakar minyak sejumlah 36%, ini artinya biaya produksinya Rp 38-40 triliun/tahun. Hal inilah yang membuat PLN merugi.
Kedua, adanya inefisiensi sistemik. Terkait inefisisensi pada tahun 80-an PLN sudah menyiapkan pembangkit yang bisa dioperasikan dengan bahan bakar gas dan minyak yang bisa menghasilkan daya 7.500 megawatt seluruh Indonesia. Pembangkit ini seharusnya diopersikan dengan gas karena biayanya lebih murah. Pengopersian dengan gas membutuhkan biaya 7 triliyun/tahun. Gas saat ini tidak ada karena ada regulasi minyak dan gas yang jatuh. Sebagian besar gas justru diekspor ke luar negeri, sehingga pasokan dalam negeri berkurang. Dengan demikian ketika PLN memutuskan memakai minyak maka biaya yang akan dikeluarkan Rp 33 triliyun/tahun. Di sinilah letak inefisensi sebesar Rp 26 trilyun/tahun.
Ketiga, masalah SDM. Di tubuh PLN masih ditemui prilaku dari SDM PLNyang tidak sesuai dengan aturan, seperti korupsi, mark up, dan manipulasi. Hal ini bergantung pada pembinaan instansi di atas PLN yakni Meneg-BUMN sebagai pemegang saham. Begitu juga Meneg-BUMN mengikuti rambu-rambu yang dirancang oleh Menteri-ESDM. Terkait masalah keuangan mengikuti departemen keuangan. Mengenai pengawasan jalannya kinerja diawasi oleh DPR Komisi VII. Banyaknya instansi di atas PLN tidak melakukan pembinaan dengan efektif. Bahkan malah membinasakan. Dalam artian mereka mengintervensi. Hal ini bisa dilihat ketika DPR mengundang rapat dengar pendapat yang ujung-ujungnya ada oknum yang meminta proyek. Masalah tersebut menjadikan PLN tidak efisien bahkan banyak cost yang dihamburkan dalam rangka menjaga keseimbangan direksi PLN dengan instansi di atasnya.
Berdasarkan kondisi tersebut pemerintah akan membuat kebijakan ke arah kapitalis karena PLN inefisiensi dan merugi. Hal ini jelas akan mengarah pada upaya privatisasi.

Mengurai Unbundling
Upaya unbundling yang sekarang menuju ke arah privatisasi di bidang energi terkait listrik sebetulnya telah dimulai sejak tahun 1985 dengan dikeluarkan UU No. 14/1985 yang memberikan kemungkinan bagi swasta ikut menyediakan listrik sekaligus menjualnya kepada PLN. Berikutnya, tahun 1989, Bank Dunia melakukan pengkajian sektoral masalah kelistrikan di Indonesia yang merekomendasikan pengenalan kompetisi dan kemungkinan munculnya privatisasi. Setahun kemudian, Presiden Soeharto menyetujui proyek pembangkit listrik swasta. Peraturan pelaksanaan dari UU No. 14/1985 sendiri baru diterbitkan tahun 1992 dengan dikeluarkan PP No. 37. Padahal, swasta sudah mulai membangun pembangkit listriknya sejak 1990. Karena itu, dapat diduga bahwa PP No. 37 tahun 1992 tersebut lebih banyak mengakomodasi kepentingan swasta. Sebab, jika pemerintah melakukan perubahan drastis yang merugikan listrik swasta, pemerintah dapat digugat pihak swasta. Karena itulah, PLN tetap harus membayar pihak swasta—baik ada listrik atau tidak—dengan harga lebih tinggi dari harga sewajarnya.
Adanya krisis moneter yang berkepanjangan di Indonesia memang telah menunjukkan tanda-tanda membaik. Perubahan pranata kelembagaan perekonomian di Indonesia akan membekas untuk jangka waktu yang lama. Walaupun reformasi ekonomi ini sebenarnya sudah menjadi agenda sejak lama, krisis menjadikannya agenda nomor satu di Indonesia. Reformasi ekonomi dalam bentuk restrukturisasi, liberalisasi, dan privatisasi terjadi di hampir semua sektor, salah satunya di sektor kelistrikan. Di Indonesia yang saat ini masih terlibat hutang, peran lembaga pemberi hutang besar sekali adanya dalam mendorong agenda liberalisasi ekonomi ini. Upaya pemerintah untuk mendepolitisasi listrik mengalami jalan mendaki yang terjal. Masyarakat tidak bisa begitu saja meyakini keputusan pemerintah. Bagaimana tidak. Kepentingan masyarakat memang telah dikorbankan atas nama pembangunan. Di sektor kelistrikan, proses reformasi dalam bentuk restrukturisasi dan privatisasi memiliki resiko yang besar. Dalam hal ini pemerintah mengabaikan, bahkan menelikung kepentingan masyarakat. Keinginan masyarakat untuk mendapat pelayanan yang berupa listrik murah serta perlindungan lingkungan bisa saja dikebiri atas nama kelayakan ekonomi atau upaya untuk menarik investor.
Dalam buku putih Departemen Pertambangan dan Energi 1998 disebutkan bahwa kebijakan kelistrikan adalah unbundling untuk mewujudkan profitisasi dan pada akhirnya akan terjadi privatisasi dan divestasi(Al-Islam, edisi 391/XV).
Selama ini PLN adalah perusahaan penyedia listrik yang mendapat subsidi dari pemerintah sebanyak 60 trilyun pertahun (Al-Khaththath:2008). Besarnya subsidi karena ada inefisiensi. Inefisiensi adalah akibat dari UU Migas yang menyebabkan perusahaan-perusahaan asing yang menyedot gas di Indonesia mengekspor hampir semua hasilnya ke luar negeri. Hanya 25% yang dijual di dalam negeri (Al-Khaththath:2008).
Untuk kebutuhan listrik seluruh rakyat Indonesia pertahun dengan bahan bakar gas maka dibutuhkan biaya 7 triliyun. Akibat gas dijual ke luar negeri maka PLN membeli BBM yaitu solar untuk kepentingan menggerakkan mesin-mesin diesel. Maka pemerintah mengeluarkan 32 triliyun. Dalam hal ini pemerintah rugi 25 triliyun. Ini menjadi bukti penerapan UU Migas yang menyengsarakan pemerintah.
Adanya unbundling juga menimbulkan kenaikan harga listrik 50% karena adanya beban biaya pada tiga entitas kelistrikan yang berbeda yaitu pembangkitan, transmisi dan distribusi, yang sebelumnya menjadi satu di bawah PLN. Hal ini jelas akan menimbulkan kerugian pada konsumen. Karena unbundling Dirjen Pajak akan mengenakan pajak untuk masing-masing anak perusahaan walaupun masih menjadi bagian PLN. Dari pajak dan biaya operasioanalnya kesemuanya akan naik 50%. Sehingga seluruh rakyat yang jadi konsumen listrik terbebani. Ditambah lagi dengan visi profitisasi yang membuat PLN hanya sebagai perusahaan yang menyetak profit. Hal ini akan membawa PLN untuk lepas dari tanggung jawab sebagai pemberi layanan publik yang semestinya dilakukan negara. 
Selain itu unbundling akan menimbulkan kecurangan-kecurangan pada saat kondisi jam-jam penuh (peak load) yaitu pukul 15.00-22.00. Ketika pengendalian distribusi listrik masih dilakukan PLN semua Genereal Manager pada tiap anak perusahaan tidak akan berani berbuat curang.
Kelanjutan profitisasi adalah privatisasi dan divestasi. Hal ini berarti saham PLN dijual kepada swasta. Adanya privatisasi dalam sektor kelistrikan terkait erat dengan UU Penanaman Modal (PM). UU PM Nomor 25 tahun 2007 dijelaskan bahwa swasta asing berhak menguasai saham 100% usaha di Indonesia. Ketika saham PLN dikuasai swasta asing 100% maka peran pemerintah sebagai pelayan rakyat hilang. Swasta asing akan mudah menekan kebijakan pemerintah dan menyengsarakan rakyat. Pemerintah sebagai pelayan rakyat sejatinya tetap memegang teguh pasal 33 UUD 1945. Akibat penguasaan swasta asing muncullah kenaikan harga yang berlipat dari harga standar. 
Privatisasi dijadikan alasan PLN agar bisa bersaing dalam kehidupan ekonomi yang kompetitif. PLN sebagai perusahaan tidak ingin merugi. Privatisasi juga dijadikan sebagai alasan menghasilkan keuntungan-keuntungan, namun privatisasi sebenarnya menimbulkan ekses-ekses berbahaya yang akhirnya menafikan dan menghapus keuntungan yang diperoleh. Jati (2004) menjelaskan bahaya dan kerugian yang timbul akibat privatisasi secara umum.
1. Terpusatnya aset suatu negeri –di sektor pertanian, industri, dan perdagangan—pada segelintir individu atau perusahaan yang memiliki modal besar dan kecanggihan manajemen, teknologi, dan strategi. Artinya, mayoritas rakyat tercegah untuk mendapatkan dan memanfaatkan aset tersebut. Aset tersebut akhirnya hanya beredar di antara orang-orang kaya saja. Dengan demikian, privatisasi akan memperparah buruknya distribusi kekayaan. Hal ini telah terbukti di negeri-negeri kapitalis, khususnya Amerika Serikat dan Eropa.
2.  Privatisasi di negeri ini yang dibarengi dengan dibukanya pintu untuk para investor asing –baik perorangan maupun perusahaan— berarti menjerumuskan negara ini dalam cengkeraman imperialisme ekonomi. Sebab, individu atau perusahaan kapitalis itulah yang nantinya akan menguasai dan mengendalikan negeri ini. Selanjutnya, akan terjadi perampokan kekayaan negara dan sekaligus pengokohan dominasi politik atas penguasa dan rakyat di Negara tersebut. Para investor asing itu jelas hanya akan mencari laba sebesar-besarnya dalam tempo sesingkat-singkatnya, tanpa mempedulikan kebutuhan rakyat terhadap barang dan jasa. Mereka juga tak akan mempedulikan upaya membangkitkan industri di negeri tesebut. Ironisnya, beberapa negara yang tunduk pada ketentuan privatisasi memberikan sebutan “strategic partner” (mitra strategis) kepada para investor asing tersebut. Hal ini dilakukan untuk memberikan image bahwa mereka itu “baik”, seraya menyembunyikan hakikat yang sebenarnya.
3. Pengalihan kepemilikan—khususnya di sektor industri dan pertanian—dari  kepemilikan Negara atau umum menjadi kepemilikan individu, umumnya akan mengakitbatkan PHK atau pengurangan gaji pegawai. Sebab investor dalam sistem ekonomi kapitalis cenderung beranggapan bahwa PHK atau pengurangan gaji pegawai adalah jalan termudah dan tercepat untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas produk. Pada gilirannya, jumlah pengangguran dan orang miskin akan bertambah. Padahal sudah diketahui bahwa pengangguran dan kemiskinan sangat berpengaruh terhadap kondisi masyarakat, tingkat produksi, dan pertumbuhan ekonomi.
4. Menghapuskan kepemilikan umum atau kepemilikan negara artinya adalah negara melepaskan diri dari kewajiban-kewajibannya terhadap rakyat. Negara tidak akan sanggup melaksanakan banyak tanggung jawab yang seharusnya dipikulnya, karena negara telah kehilangan sumber-sumber pendapatannya. Negara tak akan mampu lagi memenuhi secara sempurna kebutuhan pokok bagi rakyat yang miskin. Negara juga tak akan dapat lagi memenuhi kebutuhan rakyat dalam bidang kesehatan dan pendidikan secara layak, dan lain-lain.
5. Negara akan disibukkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru untuk menggantikan sumber-sumber pendapatan yang telah dijualnya. Dan negara tak akan mendapatkan sumber lain yang layak, selain memaksakan pajak yang tinggi atas berbagai pabrik, sektor, dan badan-badan usaha yang telah dijualnya maupun yang memang dimiliki oleh individu. Jelas ini akan melambungkan harga-harga dan tarif-tarif yang membebani masyarakat. Dengan kata lain, konsumen sendirilah yang akan membayar pajak itu kepada negara, bukan para investor. Jika negara sudah tidak bertanggung jawab lagi terhadap rakyatnya, serta pengangguran terus meningkat, maka akan tercipta kondisi sosial yang rawan dan sangat membahayakan.
6. Dana yang diperoleh negara dari penjualan kepemilikan umum atau negara, umumnya tidak dikelola dalam sektor-sektor produktif. Sebagian besarnya akan habis –sesuai dikte dari lembaga-lembaga internasional seperti IMF—untuk dibelanjakan pada apa yang disebut dengan “pembangunan infrastruktur”, “pelestarian lingkungan”, “pengembangan sumber daya manusia”, dan sebagainya. Semua ini jelas merupakan pintu-pintu untuk menyerap modal asing dari luar. Ini merupakan tindakan menghambur-hamburkan kekayaan umat, dengan jalan membelanjakan harta umat untuk kepentingan investor asing. 
7. Menghalangi masyarakat umumnya untuk memperoleh hak mereka, yaitu memanfaatkan aset kepemilikan umum, seperti air, minyak, sarana transportasi air, dan pelabuhan-pelabuhan. Dengan demikian, privatisasi merupakan kezhaliman yang merusak penghidupan rakyat.
Penjelasan tersebut merupakan dampak privatisasi yang akan menimpa rakyat, ketika program privatisasi terus dijalankan oleh negara.  
Senada dengan hal tersebut terkait privatisasi PLN, Daryoko(2008) menjelaskan sebagaimana yang terjadi di Kamerun pemecahan PLN-nya karena dipaksa oleh IMF. Hal yang terjadi adalah praktik kartel dalam rangka menaikan harga listrik. Cara yang digunakan yaitu di antara perusahaan pembangkit bekerjasama pura-pura rusak atau menggunakan alasan turbin jebol, generator jebol, dan lain-lain. Akibatnya, pada saat dibutuhkan ketika terjadi praktek kartel maka perusahaan pembangkit akan membangkitkan di bawah kebutuhan dan terjadi kenaikan harga. 
Selain itu adalah sistem PLN pengelolaan yang rentan diselewengkan. Ketika ritel PLN diprivatisasi maka unit pelayanan PLN yang ada akan dijual ke pengusaha-pengusaha. Masing-masing ritel PLN berbeda kepemilikannya. Penyampaian pengaduan ketika terjadi gangguan listrik konsumen hanya bisa mengadu kantor ritel di daerah tempat tinggalnya. Konsumen hanya bisa menanyakan ke badan pengawas kelistrikan tanpa bisa memberikan diagnosa dan penyelesaian atas gangguan listrik. Badan pengawas hanya bisa bertanya ke bagian distribusi, pembangkit,  dan transmisi tanpa bisa memaksa jalur yang mengalami kerusakan untuk segera memperbaikinya. Yang terjadi adalah saling melempar tanggung jawab di antara instansi PLN, karena mereka mengkaliam yang rusak buka di bagiannya. Hal tersebut berbeda ketika PLN tidak terjadi unbundling, konsumen dimudahkan mengadukan kerusakan dengan menelepon 123 atau bagaian pengaduan. 
Di PLN ada bagian pengendali (Board of Directory) yang bidang memantau semua jalur sehingga dapat diketahui letak sumber kerusakannya. Langkah penyelesaian akan mudah karena masih dalam satu komando. Hal ini berbeda dengan badan pengawas yang tidak mempunyai kewenangan sama sekali. 
Secara khusus dalam (Al-Islam edisi 112) dijelaskan terkait bahaya yang ditimbulkan akibat privatisasi. Sejumah bahaya yang akan muncul dari privatisasi kelistrikan itu antara lain:
Pertama, dikuasainya listrik oleh sekelompok kecil pemilik modal. Akibatnya, nasib rakyat digadaikan ke tangan para pemilik modal. Ujung-ujungnya, rakyat menjadi korban keserakahan mereka.
Kedua, para pemilik modal akan dapat memanfaatkan listrik sebagai alat politis demi kepentingan mereka menggelembungkan kekayaan. Listrik dapat mereka gunakan untuk mempengaruhi, menekan, bahkan mengendalikan kebijakan pemerintah. Semua itu berujung pada terkumpulnya faktor kekuasaan dan faktor ekonomi pada sekelompok orang pemilik modal. Privatisasi juga sarat dengan kepentingan politik. Pemerintah tampaknya khawatir, krisis kelistrikan akan menyebabkan mereka harus terpental dari kursi kekuasaan. Listrik akan dapat dijadikan sebagai alat untuk menggoyang pemerintah tatkala pemerintah tidak mengakomodasi kepentingan para pemilik modal. Pemerintah akhirnya dikendalikan oleh para kapitalis pemilik modal. Para kapitalis itulah yang secara nyata memerintah. Jadilah, nasib rakyat berada di genggaman mereka.
Ketiga, dalam segala usaha yang dilakukan, motif utama pihak swasta pastilah motif bisnis. Tujuan mereka adalah mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Mereka, misalnya, akan menganggap listrik sebagai komoditas murni tanpa harus dibebani untuk melayani kepentingan masyarakat. 
Fakta privatisasi kelistrikan di mana pun selalu mengakibatkan kenaikan harga listrik. Sebagai contoh di California AS. Seperti diungkapkan oleh Hotma Sitompul, Ketua umum Asosiasi Penasehat Hukum dan HAM Indonesia (APHI), setelah privatisai, harga listrik di wilayah itu naik menjadi 4 kali lipat (Republika, 5 September 2002). Ini terjadi di negara maju yang dikatakan lebih efisien. Dapat dibayangkan ketika privatisasi listrik ini tetap berlangsung di Indonesia yang terkenal sebagai negara yang tidak efisien.
Dalam bidang ekenomi pihak swasta ketika menjalankan aktivitasnya, akan berpatokan pada prinsip ekonomi yang memang berjalan sesuai dengan kaidah berdagang, yaitu menggunakan modal sekecil-kecilnya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Artinya, konsekuensi logis yang harus siap diterima adalah swasta akan berusaha menekan sekecil mungkin biaya produksi dan seluruh komponen produksi lainnya yang bertujuan untuk meminimalisasi cost yang dikeluarkan. Akan tetapi, dengan modal sedikit ini diharapkan dapat diraup keuntungan sebesar-besarnya tanpa mempedulikan lagi dampak sosial yang menimpa masyarakat. Kalaupun terjadi pengambilan keuntungan dari hasil jual dari suatu produk yang besar yang pada akhirnya membebani masyarakat—dengan kondisi barang tersebut merupakan barang dasar yang mau tidak mau rakyat harus membelinya—maka bisa dibayangkan rakyat akan terpaksa membeli karena memang tidak ada pilihan lain selain untuk membeli.
Hal ini bertentangan dengan fungsi pemerintah yang seharusnya berusaha mengelola aset-aset rakyat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Artinya, hasil olahan BUMN oleh pemerintah tidak akan dikenai biaya (gratis) ketika rakyat akan memanfaatkannya. Kalaupun dikenakan biaya, itu pun dengan harga yang minimal; sebatas biaya operasional saja; tidak ada niat sama sekali untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya.
Sebagai contoh,  ketika fungsi pemerintah diambil-alih oleh swasta dalam pengelolaan sektor ekonomi, harga-harga barang dan jasa semakin melambung akibat kenaikan perkwartal TDL, telepon, dan BBM. Selain itu, fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kepada swasta asing (misalnya melalui PMA) telah memberikan peluang bagi praktik eksploitasi dan pengurasan aset publik, yang kemudian diangkut ke luar negeri. Contohnya adalah adanya kebolehan menggunakan tenaga pemimpin dan ahli asing, pembebasan pajak, pemberian laba kepada pemegang saham di bawah lima tahun, biaya masuk perlengkapan tetap, izin usaha selama 30 tahun yang dapat diperpanjang, boleh transfer keluar negeri modal yang sudah dikurangi pajak dan kewajiban (UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing). Akhirnya, kesengsaraan rakyatlah yang terjadi.
Dari uraian tersebut tampak jelas bahwa privatisasi, termasuk penanaman modal asing (PMA), merupakan alat penjajahan suatu negeri atas negeri yang lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa imperialisme ekonomi merupakan salah satu alat yang dipakai oleh AS dan Barat melalui kaki tangannya untuk lebih menancapkan hegemoninya dalam upayanya melanggengkan sistem kapitalis-sekular.
Sebuah negara akan dengan mudah disetir dan bertekuk lutut pada negara lain ketika adanya kekuatan untuk mempengaruhi negara tersebut akibat adanya ketergantungan. Investasi asing merupakan salah upaya untuk menciptakan adanya sikap ketergantungan tersebut. Sayangnya, kondisi semacam ini terjadi di negeri kita. Karena itu, tidaklah aneh jika negeri ini tunduk dan patuh pada negara AS dan sekutunya.

Asing di balik unbundling
Indonesia sebagai negera berkembang berusaha untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Untuk mewujudkannya dibutuhkan dana yang besar. Dalam hal ini negara berkembang tergantung pada pemberi dana pembangunan khususnya Bank Dunia dan IMF( Dubash:2002).
Pada tahun 1990-an, institusi dana publik internasional mulai enggan melanjutkan pendanaan sarana publik yang terperangkap dalam lingkaran pemasukan rendah dan memburuknya kualitas. Sebagai tambahan, melanjutkan satu dekade “penyesuaian struktural”(structural adjustment) di negara-negara peminjam. Bank Dunia dan IMF mencoba memperluas peran sektor swasta dalam proses pembangunan. Pada tahun 1993, makalah kebijakan Bank Dunia menyatakan bahwa reformasi sektor tenaga listrik menjadi syarat yang eksplisit untuk melanjutkan pinjaman pada sektor tersebut (Bank Dunia, 1993 dalam Dubash:2002). Inti dari kebijakan baru ini adalah untuk memberanikan negara peminjam dalam merestrukturisasi berbagai sektor dan membukanya untuk mengundang partisipasi swasta yang lebih besar. Dalam hal ini, Bank Dunia meningkatkan pinjamannya untuk reformasi kebijakan. Perubahan ini tidak terbatas pada Bank Dunia saja, melainkan juga pada makalah kebijakan sektor energi tahun 1994 yang dibuat oleh Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank 1994). Mengambil dana dari swasta untuk pembangunan sektor tenaga listrik bukanlah hal yang mudah. Ruang lingkup kelembagaan untuk investasi swasta di sektor ini belum ada. Seperti pengalaman Amerika Serikat, Inggris, dan Chile, negara-negara berkembang dan dalam status ekonomi transisi harus membuat peraturan-peraturan dan membangun suatu institusi baru untuk menarik pemodal. Pada model sarana publik, sektor energi dimasukkan ke dalam suatu jaringan yang saling berhubungan. Struktur ini tidaklah mengutamakan investasi tersendiri dengan profil risiko yang jelas dari pemodal swasta. Melainkan, ketergantungan terhadap pemodal swasta ini akan mendorong pemerintah untuk membagi sektor ini ke dalam komponen-komponen yang tersendiri (Balu:1997). Terakhir, kondisi sektor energi yang menyedihkan di banyak negara-negara yang potensial menerima pinjaman ini tidaklah menjanjikan harapan memperoleh keuntungan atau resiko yang rendah yang dapat diatasi. Maka, negara-negara peminjam dana berada dalam lingkaran setan. Untuk menarik modal, sektor energi ini harus dalam keadaan yang baik, sedangkan untuk memperbaiki sektor energi mereka memerlukan modal.
Senada dengan hal tersebut pada tahun 1994 pemerintah menerbitkan PP No. 23/1994 mengenai korporatisasi PLN. Mulai saat itu PLN dibebani untuk menyetor pemasukan bagi negara. Akibatnya, PLN dipaksa harus berorientasi profit. Kebijakan pemerintah selanjutnya adalah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi sektor kelistrikan yang dilanjutkan dengan lokakarya bersama lembaga donor. Kepentingannya jelas, yaitu untuk mendapatkan utang. Indonesia saat itu sudah berada dalam perawatan IMF dan menandatangai letter of intent (LoI). Di antara isi LoI itu adalah penurunan subsidi energi, termasuk listrik, dan privatisasi perusahaan-perusahaan negara. Pada saat itu, kajian sektoral Bank Dunia tahun 1989 menemukan momentum yang tepat untuk diterapkan dengan penuh kesungguhan. Akhirnya, ADB (Asia Development Bank) memberikan pinjaman US$ 400 juta dan US$ 400 juta dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation). Tindak lanjut dari program restrukturisasi tersebut adalah adanya kebijakan menaikkan tarif dasar listrik yang dilakukan secara bertahap sampai tahun 2005.
Di balik upaya unbundling pada PLN, ada pihak asing yang berperan yaitu IMF.  Kebijakan yang diambil pemerintah terkait unbundling bisa dilihat pada LoI poin 20. LoI tersebut disetujui pemerintah pada Januari 1998 untuk mengatasi krisis ekonomi. IMF sebagaimana tatkala terjadi krisis moneter IMF menawarkan dana bantuan dengan terlebih dahulu menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai syarat keluarnya dana. Letter of Intent merupakan surat penawaran pemerintah yang menguraikan kebijakan yang akan diterpakan agar mendapatkan dana dari IMF (International Monetary Fund). Hal ini dilakukan karena IMF mendukung keuangan pemerintah akibat krisis moneter (http://www.indonesia-ottawa.org). 
Akibatnya perkembangan perekonomian di Indonesia didesain oleh negara-negara kolonial. Desain in terjadi saat perpindahan kekuasaan dari orde lama ke orde baru. Daryoko (2008) menjelaskan Jhon Perkins sebagai agen perusak perekonomian Indonesia berusaha merusak Indonesia melalui kelistrikan. Jhon Perkins pertama kali di Indonesia ditempakan di kantor PLN distribusi Bandung. Dia mendesain pertumbuhan ekonomi yang otomatis terkait dengan pertumbuhan kelistrikan yang melejit tinggi. Perencanaanya pada pada tahun 80-an akan terjadi pertumbuhan kelistrikan sebanyak 14% dan terus meningkat. Akibatnya, rezim Soeharto meminjam uang ke Bank Dunia untuk mengantisipasi pertumbuhan yang melejit. Ditambah lagi penguasa yang telah terkooptasi dengan utang. 
Utang yang ditinggalkan pada rezim orde baru akibatnya bisa dirasakaan saat ini. Rezim setelah orde baru membayar jumlah utang yang terus bertambah. Ketika waktu pembayaran utang tiba dikeluarkanlah keputusan untuk unbundling kelistrikan. 
Sudah semakin jelas kebijakan pemerintah sekarang menganut sistem kapitalis. Kepentingan rakyat diabaikan dan hanya mementingkan bebrapa orang saja, terutama pemilik modal. Kebebasan kepemilikan terhadap listrik yang merupakan kebutuhan rakyat banyak merupakan ide kapitalis yang bobrok. Akibatnya terjadi bencana berkepanjangan. Perbuatan-perbuatan hina merajalela di mana-mana dalam masyarakat kapitalis. Kejahatan terorganisir (mafia) muncul secara terang-terangan. Sikap individualisme dan egoisme diagung-agungkan sehingga rontoklah semangat hidup bersama. Sikap mementingkan diri sendiri menggantikan sikap mengutamakan orang lain. Penyakit-penyakit yang menakutkan pun merajalela akibat beredarnya segala macam barang dan jasa secara bebas, baik yang bermanfaat maupun yang membahayakan mereka; seperti obat-obat terlarang, jasa prostitusi, pornografi, dan lain sebagainya. 
 Kebebasan ini telah menimbulkan pula akumulasi kekayaan yang melimpah-ruah di tangan segelintir orang yang disebut sebagai para kapitalis. Dengan kelebihan kekayaannya itu, mereka berubah menjadi satu kekuatan hegemonik yang menguasai dan mengendalikan masyarakat dan negara, baik dalam urusan politik dalam negeri maupun luar negerinya. Dari orang-orang kapitalis inilah, diambil nama bagi sistem mereka, yakni sistem Kapitalisme, karena aspek paling menonjol dalam masyarakat dengan sistem ini adalah pengaruh dan dominasi kaum kapitalis. 
Terkait privatisasi di berbagai bidang ada beberapa alasan yang sering dikemukakan akan pentingnya privatisasi, yakni  bahwa sektor publik selama ini tidak efisien,  produktivitasnya rendah,  serta kinerja pengelolanya yang payah. Dengan dilakukannya privatisasi, secara cepat negara akan memperoleh dana segar dalam jangka pendek serta berharap perolehan pajak atas pengelolaan perusahaan tersebut oleh pihak swasta. 
Secara ekonomis, kegiatan privatisasi memang memberi peluang lebih efisiennya kegiatan usaha, meningkatnya produktivitas, serta tumbuhnya manajemen yang berkualitas. Kondisi ini pada akhirnya diharapkan dapat menambah pemasukan Negara melalui pajak yang ditariknya.  Namun, secara pasti, dengan adanya privatisasi, keuntungan usaha akan jatuh ke tangan swasta. Bahkan, jika swasta itu adalah pihak asing, hasil keuntungannya tentu akan dinikmati oleh pihak asing.   Contoh untuk kasus ini bisa dilihat dari penjualan saham Indosat yang jatuh ke tangan pihak asing. Rencana privatisasi telah menimbulkan persoalan baru akibat terjadinya tarik-menarik kepentingan berbagai kalangan dalam penjualan aset tersebut.  Hal ini bisa diamati terkait rencana penjualan PT Semen Gresik ke Cemex, Divestasi Bank BCA  pada tahun lalu, penjualan saham Indosat, dan sekarang Privatisasi PLN.
Adanya asing di balik kebijakan unbundling yang mengarah kepada privatisasi merupakan bukti bahwa pemerintah tunduk pada kebijakan asing. Indonesia sebagai negara berdaulat tentu harus punya kekuatan agar tidak mudah dijajah negera lain yang ingin menguasai Indonesia.
 

Solusi Alternatif
1. Menerapkan politik pro rakyat
Nampak jelas ketika terjadi privatisasi kebijakan yang diambil akan menyengsarakan rakyat. Indonesia yang selama krisis moneter bergantung pada IMF harus berani membuat manuver untuk tidak patuh pada kebijakan asing. IMF dengan kebijakannya telah menimbulkan kesengsaraan bagi negeri ini. Jaya (2003) menjelaskan bahwa potret buram IMF di Indonesia 
Pertama, IMF selalu memaksakan pengetatan fiskal dan moneter jika suatu negara mengalami krisis ekonomi. Pengetatan fiskal tersebut dipaksakan kepada negara berkembang agar ada surplus untuk membayar beban peningkatan utang. Padahal, masing-masing negara memiliki struktur ekonomi dan kompleksitas masalah yang berbeda. Akibatnya, kondisi ekonomi yang sudah memburuk malah semakin terpuruk akibat kebijakan pengetatan fiskal dan moneter yang dianjurkan IMF, terutama pada awal krisis.
Kedua, pendekatan dengan penambahan beban utang untuk mendukung posisi neraca pembayaran hanyalah perbaikan yg bersifat semu, tidak real, karena bukan hasil peningkatan aliran modal swasta maupun peningkatan ekspor netto. Karena terus-menerus melakukan pinjaman untuk meningkatkan neraca pembayaran, beban utang meningkat berlipat menjadi Rp 650 triliun (US$ 72 miliar).
  Ketiga, prasyarat dan rekomendasi kebijakan IMF dalam berbagai Letter of Intent lebih banyak mencakup bidang di luar makroekonomi dan moneter seperti perbankan, pertanian, corporate restructuring, dan industri. Rekomendasi IMF untuk menutup 16 bank pada November 1997 telah menciptakan destabilisasi finansial dan punahnya kepercayaan masyarakat. Akibatnya, ekonomi Indonesia mengalami hard landing, kebangkrutan massal, dan jutaan orang di PHK.
Dengan kekuatan politik luar negeri Indonesia dengan tegas menolak segala bentuk penjajahan yang dilakukan IMF. Hal ini tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja namun seluruh jajaran pemerintahan hendaknya sadar serta bangkit untuk memperbaiki negeri ini. 
Seleain itu kebijakan yang diambil pemerintah erat kaitannya dengan kebijakan politik. Politik teknologi  digunakan untuk merebut dan menguasai teknologi tinggi di balik seluruh instalasi listrik PLN. Politik investasi digunakan agar Negara memiliki ketahanan energi dan politik ekonomi agar semua rakyat dapat memenuhi kebutuhan pelengkapnya. Kebijakan terkait penyediaan ketenagalistrikan pemerintah hendaknya mengupayakan kebijakan yang mendukung rakyat. Sehingga rakyat bisa ikut serta dalam pembangunan menyukseskan electricity for all 2020.
2. Memanfaatkan Energi Alternatif
Unbundling yang sebelumnya terjadi kenaikan TDL membuat sebagian orang negeri ini berpikir keras untuk bisa menciptakan energi alternatif yang murah dan sederhana. Berbagai penemuan dilakukan oleh beberapa orang. Sebagai contoh Di tepi Sungai Citarik. Kampung yang gelap gulita dan bergantung pada minyak membuat Haji Oon Saepuloh (76) gundah. Terlebih kampungnya terletak di daerah perbukitan yang sulit dijangkau jaringan listrik PLN. Mendengar deru air Sungai Citarik yang mengalir di pinggir desa, kreativitasnya bertunas. Berbekal hobi mengutak-utik benda-benda elektronik, Haji Oon membuat sebuah kincir air berukuran kecil. Walau aliran sungai tak deras, sudah cukup untuk menggerakkan turbin. Dari kincir air yang diciptakannya beberapa rumah di desanya bisa teraliri listrik (www.kompas.co.id). 
Dari kalangan akademisi ada Ismun yang menciptakan model kincir air dengan sistem sudu bergerak dan baru pertama ada di Indonesia. Alat penghasil energi listrik yang diciptakan Ir Ismun Uti Adan diujicobakan di Selokan Mataram di kawasan Kadipiro, Margodadi, Seyegan, Sleman. Bentuknya tidak berbeda dengan kincir air kebanyakan. Namun, ketika bergerak sudu (kipas) juga ikut bergerak. Apalagi, saat tekanan air menyentuhsudu, daun mekanik pada turbin membuka sehingga air mengalir lancar di antara rongganya. Kipas turbin kincir ciptaan Ismun yang dipatenkan dengan nomor Paten ID 0.007984 tidak dipasang permanen. Sebanyak 36 kipas yang melekat pada enam buah turbin tersebut hanya dipasang pada salah satu sisi. Prinsip kerjanya seperti kaca nako. Karena itu, saat terkena aliran air, kincir ini bergerak sesuai dengan aliran air. Tenaga yang dihasilkan kincir ciptaan Ismun bisa menghasilkan energi 5 ribu watt. Jika satu rumah menggunakan 200 watt, bisa digunakan untuk 25 rumah (www.jawapos.co.id).
Tidak hanya itu Indonesia dengan dengan tanahnya yang subur bisa menghasilkan energi biofuel sebagai pengganti nuklir yang menimbulkan dampak negatif. Teknologi biofuel dengan primadona micro-algae yang berpotensi menghasilkan 58.000 liter minyak/hektar. Melalui lembaga penelitian hendaknya pemerintah memberikan bantuan dana untuk memanfaatkan energi tersebut. Selama ini energi biofuel masih dikembangkan Negara maju, padahal Indonesia yang tropis dan laut luas sangat berpotensi mengembangkannya.
Angin, panas matahari, gelombang laut, bio-energi, adalah beberapa alternatif yang bisa digunakan. Beberapa sumber energi tersebut bergantung dengan lokasi tertentu. Tidak semua tempat memiliki sumber energi yang banyak untuk beberapa pilihan tersebut. Gelombang laut dan angin mungkin dapat dimanfaatkan oleh daerah pantai. Dengan adanya pemanfaatan energi alternatif kebutuhan listrik akan terpenuhi, serta dapat membentuk pembangkit listrik yang ideal. Pembangkit yang ideal tidak menimbulkan polusi, sumber energi tersedia dalam jumlah yang banyak, dan dapat dibangun dengan teknologi sederhana. Dengan demikian electricity for all 2020 akan terealisasi dengan baik.

3. Ubah kebijakan ekonomi 
Ekonomi di Indonesia lebih mengarah pada system ekonomi kapitalis. Hal ini dibuktikan dengan penjualan asset negara ke asing dan lebih mementingkan profit. Perubahan kebijakan perlu dilakukan dengan ekonomi yang benar. Terkait dengan listrik Al-Ansari (2006) mengelompokannya ke dalam pemilikan umum. Kepemilikan umum adalah komoditas yang menjadi hak milik seluruh rajyat, sehingga setiap individu berhak memanfaatkannya, akan tetapi tidak diperkenankan untuk menguasai atau memilikinya sebagai hak pribadi.
Sarana umum listrik adalah milik umum dan tidak boleh dikuasai oleh pribadi atau swasta. Oleh karena itu, langkah melakukan privatisasi PLN sejak 10 tahun lalu tidak bisa dibenarkan dan bertentangan dengan UUD 1945 pasal 33. Sebab, dengan privatisasi itu berarti negara menjual aset yang bukan miliknya. Bumi, air, sungai, lautan, tambang-tambang, hutan, jalan-jalan, dan segala sarana dan prasarana umum, termasuk yang dikelola PLN adalah milik umum rakyat Indonesia. PLN sebagai alat Negara adalah hanya pemegang amanah untuk mengelola harta milik umum. 
Karena itu, dalam kasus unbundling, manakala PLN tidak bisa diefisienkan lagi, maka subsidi harus dipertahankan bahkan ditingkatkan agar ketersediaan listrik untk rakyat bisa dipenuhi. Subsidi tersebut diambil dari hasil ekspolitasi hutan, lautan, tambang-tambang minyak, gas, dan barang-barang tambang lainnya. Dengan itu ada harapan ketersediaan listrik untuk rakyat terwujud dengan baik demi suksesnya electricity for all 2020.

4. Penyatuan BUMN
Ketika inefisiensi dipermaslahkan terkait rencana unbundling, idealnya seluruh aktivitas pembangkitan listrik dibuat terpadu, baik dari rantai produksi sejak dari sumber energi primer maupun interkonektivitas antarwilayah. PLN, Pertamina dan PGN disatukan sehingga PLN tidak perlu membeli gas ke Pertamina dengan harga pasar. Demikian juga dengan kapal tanker atau pengangkut batu bara, pabrik-pabrik pembuat mesin listrik dan peralatan tambang serta perhutani yang menguasai hutan pada daerah tangkapan air PLTA pun seharusnya disatukan dengan PLN.
Untuk mendukung usaha tersebut pemerintah dapat mempersiapkan insinyur atau anak bangsa yang berkompeten menanganinya. Sehingga bangsa ini mampu menjadi bangsa yang mandiri serta bebas dari krisis energi.





DAFTAR RUJUKAN

Al-Ansari, Jalal. 2006. Mengenal Sistem Islam dari A sampai Z. Bogor: Pustaka Tariqul Izzah.
Al-Islam. Awas, Listrik dalam Bahaya. Edisi 391/XV
Al-Islam.UU Kelistrikan merugikan Rakyat. Edisi 112
Al-Khaththath, Muhammad. “Bahaya Privatisasi PLN” . Suara Islam. Edisi 38 tanggal 15 Februari-6 Maret 2008.
Balu,V.1997.“Issues and Challenges Concerning Privatisation and Regulation in the Power Sector.” Energy for Sustainable Development III.(6):6-13.
Daryoko, Ahmad.”Bahaya Jika PLN Diswastanisai!”. Al-Wai’e. No.91 Tahun VII 1-31 Maret 2008.
Jati, Sigit Purnawan. “Privatisasi: Fakta Dan Bahayanya”. Publikasi 11 Januari 2004. www.hayatulislam.net. 
Jaya, Tun Kelana.”Sejarah Hitam IMF”. Al-Wa’ie edisi 37 tanggal 1-31 September 2003.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.2000.Balai Pustaka.
Republika, Edisi 5 September 2002
Dubash, Navroz K.”Restrukturisasi Sektor Ketenagalistrikan:Mungkinkah Mendukung Pembangunan Berkelanjutan? “ dalam “Power Politics: Equity and Environment in Electricity Reform” terbitan World Resources Institute. 2002.Jakarta:Pelangi. 
“Semangat Cari Energi Alternatif”.www.kompas.co.id, diakses pada 23 Februari 2008.
“Terispirasi Cara Kerja Kaca Nako”.www.jawapos.co.id, diakses pada 23 Feburuari 2008.

http://www.pelangi.or.id/publikasi/2002/Listrik.pdf+pemecahan+PLN&amp;hl=en&amp;ct=clnk&amp;cd=25&amp;client=opera. 
http://www.indonesia-ottawa.org/economy/LOI/imf_loi_4.htm, diakses 20 Februari 2008.
http://www1.esdm.go.id, diakses pada 20 Februari 2008.
http://www.kompas.co.id, akses pada 20 Februari 2008.




DAFTAR ISIAN PESERTA I

Nama  : Hanif Kristianto
TTL  : Lamongan, 7 Desember 1987
Alamat  : Desa Tlogorejo, Sukodadi, Lamongan
No. Telepon : 085232528742
E-mail  : h_nifk@yahoo.com, hanifjepang05@yahoo.co.jp
Status  : Mahasiswa Angkatan 2005
NRM  : 052104205
Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang
Angkatan : 2005
Universitas : Universitas Negeri Surabaya
Cita-cita : Ilmuwan dan Guru
Motto  : Hidup sekali harus berarti

















DAFTAR ISIAN PESERTA II

Nama  : Panca Kurniawan Julianto
TTL  : Surabaya, 30 Juli 1986
Alamat  : Jalan Kencana Sari Timur XI/30, Surabaya
No. Telepon : 031 5614032/031 60493491
E-mail  : pancakurniawanj@walla.com
Status  : Mahasiswa Angkatan 2005
NRM  : 052104036
Jurusan : Pendidikan Bahasa Jepang
Angkatan : 2005
Universitas : Universitas Negeri Surabaya
Cita-cita : Ilmuwan
Motto  : Cari harapan raih impian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-3473999135293970439?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/3473999135293970439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/lktm-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3473999135293970439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3473999135293970439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/lktm-nasional.html' title='LKTM Nasional'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-4555852777118804951</id><published>2009-03-06T09:22:00.001+07:00</published><updated>2009-03-06T09:30:03.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto-Foto'/><title type='text'>Kaligrafi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SbCKje_VtmI/AAAAAAAAADo/gVc6KhYWbuY/s1600-h/Lailahaillallah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SbCKje_VtmI/AAAAAAAAADo/gVc6KhYWbuY/s320/Lailahaillallah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309896302888597090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-4555852777118804951?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/4555852777118804951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/kaligrafi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4555852777118804951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4555852777118804951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/03/kaligrafi.html' title='Kaligrafi'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SbCKje_VtmI/AAAAAAAAADo/gVc6KhYWbuY/s72-c/Lailahaillallah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-6201784756250175742</id><published>2009-02-23T14:55:00.001+07:00</published><updated>2009-02-23T14:55:58.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tugas Psikolinguistik</title><content type='html'>Peningkatan Pemerolehan Kosa Kata Bahasa Jepang Melalui Cerita Komik
(Manfaat Psikolinguistik Bagi Pembelajaran Bahasa Jepang)

A. Pendahuluan
  Peminat bahasa Jepang semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan pembelajaran bahasa Jepang di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebanyakan peminat bahasa jepang adalah murid-murid SMA yang berumur antara 17 sampai 20 tahun. Ada beberapa alasan yang melatar belakangi  mereka belajar bahasa Jepang. Pertama, film anime yang mereka tonton berasal dari Jepang. Kedua, komik yang berasal dari Jepang banyak diminati. Ketiga, mereka ingin belajar atau pergi ke Jepang.
Pembelajaran bahasa Jepang yang ada seharusnya tidak terpaku pada satu metode pembelajaran. Guru yang mempunyai peran dalam memberikan dan menuntun anak didiknya hendaknya mengembangkan dengan berbagai macam model pembelajaran. Model pembelajaran tersebut hendaknya disesuaikan dengan kemampuan guru dan ketersediaan sarana-prasarana di sekolah.
Pembelajaran merupakan suatu sistem. Artinya, pembelajaran merupakan satu kesatuan yang terdiri atas berbagai komponen yang saling menunjang. Karena itu, keberhasilan pembelajaran akan ditentukan oleh komponen-komponen yang terlibat dalam pembelajaran tersebut. Komponen-komponen tersebut adalah guru, siswa, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode dan teknik pembelajaran, evaluasi, serta sarana yang dibutuhkan. Demikian pula dalam pembelajaran Bahasa, agar pembelajaran bahasa berhasil, komponen-komponen tadi harus diperhatikan. Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa, bukan hanya faktor guru dan materi pembelajaran bahasa yang harus diperhatikan, siswa pun sebagai subjek didik harus diperhatikan demi keberhasilan pembelajaran. Materi bahasa bisa dipahami melalui Linguistik sebagaimana dikemukakan oleh Yudibrata, Andoyo Sastromiharjo, dan Kholid A. Harras (1997/1998: 2) bahwa linguistik adalah ilmu yang mengkaji bahasa, biasanya menghasilkan teori-teori bahasa; tidak demikian halnya dengan siswa sebagai pembelajar bahasa. Siswa sebagai organisme dengan segala prilakunya termasuk proses yang terjadi dalam diri siswa ketika belajar bahasa tidak bisa dipahami oleh linguistik, tetapi hanya bisa dipahami melalui ilmu lain yang berkaitan dengannya, yaitu Psikologi.
Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan pemahaman Psikolinguistik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran bahasa. Yudibrata, Andoyo dan Sastromiharjo,Kholid A. Harras(1997/1998: 9) menyatakan bahwa Psikolinguistik meliputi pemerolehan atau akuisisi bahasa, hubungan bahasa dengan otak, pengaruh pemerolehan bahasa dan penguasaan bahasa terhadap kecerdasan cara berpikir, hubungan encoding (proses mengkode) dengan decoding (penafsiran/pemaknaan kode), hubungan antara　pengetahuan bahasa dengan pemakaian bahasa dan perubahan bahasa).Terkait dengan bahasa Jepang guru hendaknya memahami Psikolinguistik agar dalam membimbing anak didiknya dalam memperoleh bahasa kedua bisa optimal. Langkah yang bisa diambil guru adalah dengan menggunakan komik sebagai media pembelajaran selain buku ajar yang disusun Depdiknas dan Japan Foundation.

B. Isi
Pembelajar bahasa Jepang khususnya SMA telah memperoleh bahasa pertama (B1) yaitu bahasa Indonesia. Adapun bahasa Jepang merupakan bahasa kedua (B2) yang diperoleh di sekolah. Pemerolehan B2 merupakan proses belajar di ruang lingkup formal.
Ketika guru dalam pembelajaran bahasa Jepang menggunakan media komik maka teori pemberolehan B2 menggunakan model wacana. Model wacana yang diusulkan oleh Hatch (1978) dalam Ardiana dan Sodiq (2003:5.21) mempunyai prinsip-prinsip utama sebagai berikut:
1. Pemerolehan B2 mengikuti urutan alamiah dalam perkembangan sintaksis.
2. Penutur asli akan menyesuaikan ujarannya untuk menyatukan makna dengan penutur nonasli.
3. Strategi percakapan menggunakan makana negosisasi/makna ‘yang disepakati’ dan masukan yang teratur, yang dapat mempengaruhi kecepatan dan urutan pemerolehan B2 dalam beberapa hal:
a. Pembelajar memperlajari tata bahasa B2 dengan urutan yang sama, seperti urutan frekuensi dari berbagai ciri masukan
b. Pembelajar secara umum memperoleh formula-formula yang berbentuk dan kemudian menganalisisinya ke dalam komponen-komponen bagian
c. Pembelajar dibantu menyusun kelimat secara vertical yang meupakan oendahuluan struktur horizontal
Untuk mendukung teori tersebut dibutuhkan strategi dalam pemerolehan bahasa kedua. Strategi merupakan tindakan khusus yang dilakukan pembelajar untuk mempermudah, mempercepat, lebih menikmti, lebih mudah memahamai sendiri secara langsung, lebih efektif, dan lebih mudah ditransfer ke dalam situasi yang baru (Oxford:1992:8). Strategi yang cocok digunakan dalam pembelajaran menggunakan komik adalah strategi langsug. Strategi langsung adalah aktivitas khusus—yang dilakukan oleh pembelajar dalam memecahkan tugas bahasanya –yang bersentuhan langsung dengan butir tugas: mengelompokan, melafalkan, menvcaria persamaa kesan bunyi dan arti dan sebagainya.
Strategi langsung membuat pembelajar lebih kreatif dalam melafalkan dan menghafalkan kosa kata baru. Kosa kata yang digunakan dalam komik adalah kosa kata dalam percakapan sehari-hari. Sehingga pembelajar lebih mudah memahami kalimat yang ada dalam komik.
Komik merupakan karya sastra, dalam bahasa jepang disebut manga. Komik sudah menjadi bagian dari kebudayaan Jepang. Oleh karena itu ketika pembelajar membaca komik selain belajar kosa kata juga dapat belajar budaya. 

Perbedaaan Media Buku Ajar dan Komik
Ada perbedaan penggunaan bahasa dalam buku ajar dan komik. Penggunaan bahasa dalam buku ajar lebih bersifat formal, sedangkan dalam komik lebih informal. Penggunaan bahasa formal dalam buku ajar merupakan bentuk dari pengajaran sesungguhnya. Hal ini dapat diidentifikasi karena pembelajar dalam memperoleh B2 dalam kelas. Berbeda dengan dengan bahasa informal dalam komik, penggunaan ini dipengaruhi oleh penggunaan bahasa percakapan yang terkadang tidak terikat dengan tata bahasa. Sebagai contoh percakapan dalam komik Conan dalam majalah Shougakku Ninensei Desember 2002
おとこ：ここなら、ひとどおりも　すくない。。オイ、ちょっときみ！
Orang laki-laki: Disini, pejalan kaki sudah berkurang, hai, kamu sebentar tunggu!
コナン：エッ、ぼく！？
Conan: Ee, saya!

Percakapan tersebut jika diamati dari segi keinformalan bahasa akan terlihat jelas. Kata-kata yang dapat diambil adalah Kimi (きみ) dan Boku (ぼく). Kimi dalam bahasa Jepang berarti kamu. Adapun Boku dalam bahasa Jepang berarti Saya. Padanan kata dalam bahasa formal yang sering dipakai untuk menggantikan kata Kimi adalah Anata (あなた) dan Boku adalah (わたし).
Kedua kata tersebut tidak akan ditemukan dalam pembelajaran yang menggunakan buku teks dari Depdiknas dan Japan Foundation, karena kedua kata tersebut merupakan bahasa sehari-hari. Adapun pengajaran yang dilakukan di kelas bersifat formal dan sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan.  
Berikut adalah contoh percakapan buku pelajaran Bahasa Jepang 1 halaman 41
A:おなまえ。(Nama Anda?)
B:アロヨです。(Aroyo)
A: おくには。(Negara Anda?)
B:フィリピンです。(Filipina)
A:しつれいですが、おしごとは。(Maaf, pekerjaan Anda?)
B:いしゃです。(Dokter)
A: ああ、そうですか。
percakapan tersebut merupakan percakapan bentuk formal, yakni bertanya tentang nama, negara, dan pekerjaan. pemahaman yang bisa diambil bahwa ketika seseorang bertanya kepada orang lain yang belum dikenal tentu akan menggunakan bahasa yang formal sebagai bentuk penghormatan.
untuk percakapan tersebut dapat diambil dua kata yang menunjukkan keformalan penggunaan bahasa yaitu おなまえ dan しつれいですが、おしごとは. Kata おなまえ (Onamae) adalah bentukan dari なまえ (Namae) penambahan お(o) didepan kata namae merupakan bentuk penghormatan yang diberikan penanya kepada lawan tutur. Adapun kata しつれいですが、おしごとは (Shitsurei desuga, oshigoto wa) memberikan kesan hormat dengan meminta permisi. ungkapan permisi ditandai dengan kata (shitsureidesuga). penggunaan ungkapan pemisi dikarenakan akan menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi kepada lawan tutur. 
 Oleh karena itu penggunaan media komik dapat membantu anak didik untuk memperoleh bahasa kedua. Hal ini dapat terwujud jika guru sebagai fasilitator membimbing anak didik dengan baik dalam memahamai bahasa kedua. Pemerolehan kosa kata dari komik merupakan bentuk penambahan perolehan kosa kata yang berasal dari buku ajar.

C. Kesimpulan
Penjelasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Komik dapat dijadikan media kedua setelah buku ajar dalam pemerolehan kosa kata baru
2. Pemanfaatan komik sebagai media hendaknya mendapatkan bimbingan dan arahan yang benar dari guru. Sehingga ketika anak didik tidak mengetahui kosa kata yang baru ditemui dapat digunakan sesuai dengan fungsi penggunaannnya.

Harapannya Psikolinguistik sebagai ilmu yang mengantarkan anak didik dalam memperoleh kosa kata dalam belajar bahasa kedua dapat dijadikan referensi bagi guru. Sehingga guru dalam mengajarkan bahasa kedua kepada anak didik dapat memahami kondisi psikologis dari anak didiknya.
 
Daftar Pustaka

Ardiana, Leo, dan Samsul Sodiq.2003. Psikolinguistik. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.
Buku Pelajaran Bahasa Jepang I. Depdiknas Bekerjasama dengan The Japan Foundation.
Majalah Shougakkou Ninensei Desember 2002.
Yudibrata, Karna; Andoyo Sastromiharjo;dan Kholid A. Harras. (1997/1998). Psikolinguistik. Jakarta: Depdikbud PPGLTP Setara D-III.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-6201784756250175742?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/6201784756250175742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/tugas-psikolinguistik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6201784756250175742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6201784756250175742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/tugas-psikolinguistik.html' title='Tugas Psikolinguistik'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-2710198573391132769</id><published>2009-02-23T14:28:00.000+07:00</published><updated>2009-02-23T14:32:06.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Emansipasi</title><content type='html'>Emansipasi, Agama, dan Kartini&lt;/span&gt;
(Kritik atas Tabloid GEMA Unesa)&lt;/span&gt;
Oleh Hanif Kristianto*

Ada hal yang menarik melihat tema yang diangkat pada tabloid GEMA bulan Maret-April 2008. Tema yang menarik yaitu emansipasi. Pembahasan tema tersebut ada yang masih kurang. Data yang disajikan hanya meliihat dari prespektif moral status, hokum, genderisme, sosila budaya, dan etika. Amat disayangkan redaksi tidak melihat dari prespektif agama serta kurang menguraikan lebih jelas akar emanasipasi. Hal ini menunjukkan seolah-olah agama merasa terpinggirkan dalam mengatur kehidupan. Padahal agama juga mempunyai solusi terhadap ketimpangan emansiapasi. Jika pembaca tidak mengetahui akar sejarah seolah menganggap ide ini berasal dari Indonesia dan cocok untuk diperjuangkan.

Akar Emansipasi

Pembahasan emansipasi memang tidak bisa lepas dari kesetaraan gender dan feminisme. Hal itu ibarat setali tiga uang. Hal tersebut sebagaimaan termaktub dalam definisi Feminisme. Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emnasipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria (id.wikipedia.org). kelahiran feminisme  bersamaan dengan era pencerahan Eropa. Gerakan ini diperlopori oleh Lady Mari Wortly Montago dan Marquis de Condercet.  Kata feminisme awal kali dikreasikakan oleh aktivis gerakan sosialis utopis Charles Fourier pada tahun 1837. Pada awalnya gerakan ini memang diperlukan pada masa itu, dimana ada masa-masa pemasungan terhadap kebebasan perempuan. Sejarah dunia menunjukkan bahwa secara umum kaum perempuan (feminin) merasa dirugikan dalam semua bidang dan dinomor duakan oleh kaum laki-laki (maskulin) khususnya dalam masyarakat yang patriarki sifatnya. Dalam bidang-bidang sosial, pekerjaan, pendidikan, dan lebih-lebih politik hak-hak kaum ini biasanya memang lebih inferior ketimbang apa yang dapat dinikmati oleh laki-laki, apalagi masyarakat tradisional yang berorientasi Agraris cenderung menempatkan kaum laki-laki didepan, di luar rumah dan kaum perempuan di rumah. Situasi ini mulai mengalami perubahan ketika datangnya era Liberalisme di Eropa dan terjadinya Revolusi Perancis di abad ke-XVIII yang gemanya kemudian melanda Amerika Serikat dan ke seluruh dunia.
Seiring kemajuan zaman dan tantangan berat bagi para feminisme akhirnya muncul beberapa aliran feminisme.  Pertama, Feminisme Libereal ialah pandangan untuk menempatkan perempuan  yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Tokoh aliran ini adalah Naomi Wolf. Kedua, Feminisme radikal adalah airan yang menawarkan ideologu “perjuangan sepratisme perempuan”. Aliran ini berumpu pada pandangan bahwa penindasan terhadap perempuan terajdi akibat system patriarki. Tubuh perpuan dijadikan eksploitasi. Aliran ini juga memperngaruhi terbentuknya Undang Undang RI no. 23 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Ketiga, Feminisme anarkis adalah aliran yang lebih bersifat politik yang mencita-citakan masyarakat sosialis dan menganggap negara dan laki-laki adalah sumber permasalahan yang sesegera mungkin harus dihancurkan. Keempat, feminisme post-modern ialah ide yang anti absolut dan anti otoritas, gagalnya modernitas dan pemilahan secara berbeda-beda tiap fenomena sosial karena penentangannya pada penguniversalan pengetahuan ilmiah dan sejarah. Mereka berpendapat bahwa gender tidak bermakna identitas atau struktur sosial. Kelima, feminisme Marxis adalah aliran yang memandan gperempuan dalam kerangka kritik kapitalisme. Mereka beranggapan bahwa kapiltalsmelah yang selama ini memperbudak perempuan. Keenam, feminisme sosialis adalah aliran yang berjuang untuk menghapuskan sistem pemilikan. Lembaga perkawinan yang melegalisir pemilikan pria atas harta dan pemilikan suami atas istri dihapuskan. Aliran ini senada dengan ide Marx yang menginginkan masyarakat tanpa kelas, tanpa pembedaan gender. Ketujuh, Feminisme post-kolonial adalah aliran yang mendasari padnangannya dari penolakan universalitas perempuan. Dimensi kolonialisme menjadi fokus utama feminisme poskolonial yang pada intinya menggugat penjajahan, baik fisik, pengetahuan, nilai-nilai, cara pandang, maupun mentalitas masyarakat.
Dengan demikian sudah jelas bahwa emansipasi berakar dari feminisme yang nyata telah memberikan perubahan besar bagi kehidupan perempuan. Jika ada yang mengatakan emansipasi tidak berasal dari feminisme, tentu pendapat itu dipertanyakan. Oleh karena itu perlu untuk menperjelas fakta terkait emansipasi. Emansipasi merupakan buah dari ketertindasan kaum perempuan Barat. Jika ditelusuri ide emansipasi sejatinya adalah ide-ide yang digelontorkan penjajah barat. Istilah emansipasi merupakan akar dari kesetaraa gender. Istilah ini muncul di dunia Barat. Karena dahulu Barat menghancurkan hak-ahak asasi wanita selaku manusia. Karena itulah, wanita Barat menuntut hak-hak tersebut. Mereka menjadikan tuntunan pembahasan kesetaraan sebagai jalan untuk mendapatkan hak-hak mereka.
Logika Keliru
Pendapat yang lebih menyesatkan adalah jika emansipasi selalu dikaitkan dengan Kartini. Hal ini menunjukkan seolah-olah Kartini dijadikan alat tunggangan untuk menajajakan liberalisme bagi wanita. Jika dilihat dari kumpulan surat Kartini akan terlihat jelas perjuangan Kartini sesungguhnya. Kartini memang pernah kagum terhadap Barat, tapi setelah belajar Islam beliau berubah dan mengkritik peradaban Barat yang liberal. Dengan demikian perjuangan Kartini adalah perjaungan yang mulia untuk mengajak kaum wanita kembali pada fitrahnya yaitu sebagai pendidik, pengasuh, dan istri.  Kartini pernah menulis surat pada Prof. Anton da Nyonya:Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewaibannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.
Hal ini berbeda saat ini. Gaung emansipasi yang kerap digembar-gemborkan oleh kalangan wanita saat ini, sebenarnya bukan madu, tapi adalah racun. Sebab, untuk sekadar merasa tidak terikat dan tidak tergantung kepada lelaki, para wanita banyak yang terjun di sektor publik; khususnya di industri. Merasa bahwa itu adalah sebuah bagian dari kebebasan, kaum wanita banyak yang lupa diri. Jadi tidak mengherankan jika sekarang banyak bermunculan profesi kaum wanita yang sebetulnya telah menjerumuskan mereka sendiri kepada kerusakan. Iklan misalnya, telah merenggut kebebasan wanita. Karena mereka ternyata tetap dikendalikan dengan tuntutan profesinya. Apakah itu yang diinginkan kaum hawa dengan emansipasinya? Rasanya, bagi yang memikirkan secara mendalam akan paham tugasnya sebagai wanita. Bila demikian, emansipasi adalah racun, bukan madu. Jika di antara pejuang wanita yang mengaku sebagai pengagum Kartini tapi tak mau menikah, mengaji, apalagi mengurusi urusan rumah tangga patut dipertanyakan perjuangannya. Jagan-jangan mereka hanya terbujuk oleh uang atau tidak tahu perjuangan Kartini sesungguhnya. Sudah saatnya wanita kembali kepada kodratnya sebagai pendidik, pengasuh, dan istri. Hal tersebut bukan bermaksud merendahkan tetapi ingin mendudukannya sebagai manusia yang patut dihormati. Sebagaimana agama telah mengajarkan bahwa kedudukan wanita dan pria di hadapan Allah adalah sama. Pria dan wanita mempunyai tugas berbeda yang itu talah diatur dalam agama. Jika agama dijadikan landasan hidup maka akan semakin jelas kemaslahatan bagi manusia, karena agama  dengan seperangkat aturannya berasal dari Sang Pencipta. Jadi sangat salah jika selama ini ada yang menganggap agama sebagai biang bias gender atau pengekangan.
Penutup
Sudah banyak bukti ide emansipasi yang berasal dari feminisme membawa kegagalan. Bukti ini terlihat dari tempat asal feminisme (Barat). Kegagalan ini dibuktikan dengan sigle parent, pelecehan seksual, dan kehidupan wanita yang liberal tanpa adanya moral. Anna Rued yang menulis dalam sebuah bukunya-Eastern Mail, ia menyebutkan bahwa "Kita harus iri kepada bangsa-bangsa Arab yang telah mendudukkan wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilang-kilang minyak-yang tidak saja menyalahi kodrat-tetapi bisa menghancurkan kehormatannya."
Sebagaimana agama juga memberikan pelajaran yang bisa dipetik Asma yang melontarkan pertanyaan yang membebani kaum wanita. "Ya Rasulullah. Aku mewakili kaum wanita untuk menanyakan kepadamu tentang beberapa hal. Bukankah engkau diutus oleh Allah untuk rahmat bagi manusia-laki-laki dan wanita? Namun dalam beberapa masalah ternyata kami merasa dibedakan dengan laki-laki. Kami sama-sama beriman dan bertakwa, namun kami juga merasa iri dengan perbuatan kaum laki-laki yang seolah menempatkan mereka pada posisi yang baik untuk mendapatkan pahala yang besar. Mereka boleh berjihad, sementara kami hanya mengurus anak-anak dan menjahit pakaian mereka. Mereka diberi kesempatan untuk mendapatkan pahala sholat jumat, sementara kaum wanita tak boleh. Bagaimana ini ya Rasulullah?"
Rasulullah tersenyum dan berkata kepada Asma': "Wahai Asma' kau pahami dan sampaikan nanti pada kaummu. Kebaktianmu pada suami dan usaha mencari kerelaannya telah meliputi dan menyamai semua yang dilakukan suami kalian (kaum pria)," jawab Rasulullah singkat, namun padat dan bermakna tinggi.
Oleh karena itu, kaum wanita harus waspada terhdapa ide emansipasi yang akan menjerumuskan ke dalam kesesatan. Jadi tidak patut menjadikan Kartini sebagai tunggangan menjajakan emansipasi yang keliru. Ada satu pertanyaan yang patut direnungkan. Kenapa di Indonesia ide ini disambut gembira dengan perjuangan atas nama kebebasan wanita? Kembalilah wanita kepada fitrahnya.

*) Redaksi Majalah SESASI Fakultas Bahasa dan Seni, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-2710198573391132769?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/2710198573391132769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/emansipasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/2710198573391132769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/2710198573391132769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/emansipasi.html' title='Emansipasi'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-1315037406041503819</id><published>2009-02-23T14:18:00.000+07:00</published><updated>2009-02-23T14:22:37.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Izinkan</title><content type='html'>IZINKAN AKU NIKAH LAGI

Di rumah bercat putih yang lapuk, beratap merah yang berlumut dengan pohon-pohon mangga di samping rumah. Di situlah seorang duda tinggal. Orang-orang di sekitar biasa memanggilnya Pak Han. Perawakannya tinggi, besar dan perut rada njemblung. Kulitnya kuning langsat, kumis yang selalu dicukur dan dengan rambut yang bersisir  rapi. Berjalanlah 100 meter ke utara dari jalan raya kemudian beloklah ke kanan 50 meter di situ kamu akan menemukan rumah tersebut. Bentuk banguannnya biasa-biasa saja seperti bangunan rumah kebanyakannya.
 Dalam kesehariannnya ia hidup dengan dua orang anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Aan, 15 tahun, yang masih duduk di bangku SMP. Dan Sari,10 tahun yang masih duduk di bangku SD. Hari-hari Pak Han dilalui dengan mengajar di sekolah menengah atas di kotannya dan sekaligus sebagai single parents bagi kedua anaknya. Dengan penuh tabah dan tawakal kepada Allah ia dapat melakukannya dengan baik walau masih ada kekurangan.
****
 Kokok ayam pagi yang melengking membangunkan Pak Han yang tidur di kamar. Disambut dengan suara adzan dari mushalla dekat rumahnya, yang menyerukan agar segera menunaikan salat fajar. Ia lantas membangunkan kedua anaknya untuk menunaikan salat fajar berjamaah di mushalla. Setelah salat Pak Han mengerjakan sesuatu yang  semestinya dilakukan perempuan, yakni menanak nasi untuk sarapan pagi. Seperti biasa ia memasak sayur sop dan dadar kesukaan anaknya. Sebelum berangkat mereka makan bersama dengan diiringi guyonan kecil. Tepat pukul 6.30 WIB ia berangkat ke SMA tempatnya mengajar sembari membonceng anaknya yang kebetulan jalan menuju ke sekolah satu jalur. Tiba di depan SD Bahagia si kecil turun dari sepeda motor lalu pamitan dengan kakaknya dan Pak Han sembari mencium tangan. “Hati-hati ya nduk jadilah kamu anak yang sholikha,”pesan Pak Han. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Sekarang giliran Aan tiba di depan gerbang SMP favorit di kota itu ia juga pamitan kepada ayahnya. Sembari mencium tangan sama seperti yang dilakukan Sari.
“Jangan nakal, jadilah kamu anak yang berakhlak mulia,”pesan Pak Han.
Kini ia sendirian menyetir sepeda motor ke SMA favorit di kota itu tempatnya mengajar. Di sekolah Pak Han merupakan guru yang paling dekat dengan siswa,    layaknya seorang bapak dengan anak. Terlebih trehadap kelas yang diwali-inya.
 Dalam hati sebenarnya Pak Han capek hidup sendiri tanpa pendamping. Ia sudah menduda selama 11 tahun. Dalam masa tua seperti ini tak ada seorang bidadari yang singgah di pangkuannya. Bahkan tiga tahun lalu ia hampir saja menikah dengan salah satu muridnya namun rintangan mucul dari pihak keluarga si murid, terutama bapaknya yang menganggap Pak Han duda bekepala empat yang tinggal sisa dan ampas serta tak layak meminang putrinya yang cantik dan manis. Apa boleh buat hati Pak Han kembali luka dan api kebencian membakar hatinya. Ia tak kecewa dan menganggap bahwa hidup ini penuh cobaan dan derita. Pada usia yang ke-41 ini ia mencoba membangun biduk rumah tangga dengan mempersunting muridnya.
 Pada jam istirahat di ruang guru ia menceritakan semua isi hatinya pada Pak Pri, guru Agama.
“Pak, bagaimana kalau saya yang sudah tua ini nikah lagi?”
“Apa Pak Han mau nikah lagi, Pak Pri tercengang.
“Ya Allah Ya Gusti masa Pak Han yang sudah tua begini mau menikah sama ABG murid bapak,” Pak Pri menimpali.
“Kenapa Pak, apakah hal ini aneh atau tabuh?”kata Pak Han memelas.
“Bukan begitu Pak, saya dengar mitos dari orang-orang tua kalau orang yang berasal dari lereng gunung Kelud menikah dengan orang Lamongan bisa-bisa pernikahannya tidak langgeng dan malah menimbulkan bencana,” terangPak Pri.
“Tapi kan itu mitos, nyatanya Pak Sus  yang berasal dari Blitar yang menikah dengan Bu Kris hidupnya rukun-rukun saja,” gerutunya.
“Ya sudah terserah Bapak kalau terjadi apa-apa jangan salahkan saya, Pak Pri menyudahi.
**
Berita tentang rencana pernikahan Pak Han dengan muridnya mulai tercium oleh teman sesama gurunya. Bahkan berita itu santer di bicarakan siswa di kantin-kantin sekolah. Suatu ketika suasan ruang guru terlihat gaduh oleh bisik-bisik orang dan kata-kata pun meloncat dari mulut mereka.
“Wah hebat juga Pak Han tua-tua keladi makin tua makin menjadi, masa muridnya sendiri mau dinikahi,” celetuk Bu Atma
“Eh sampeyan tahu tidak lagu Didi Kempot. Jamane jamane jaman edan wong tuwa rabi perawan, perawane yen bengi nangis wae amarga wedi karo manuke, manuke manuke cucak rawa, cucak rawa dawa buntute,”dengan antusiasnya Pak Salim menyayikan lagu itu.
Pak Han yang kebetulan masuk ruang guru mendengarnya suasana gaduh menjadi tenang. Ia tahu kalu teman-temannya membicarakannya tapi Pak Han memilih sikap diam.
“Hai Pak Han sampeyan ya mbok sadar sudah tua kok mau nikah sama ABG, suka daun muda ya, sampeyan sendiri jangan-jangan pakai guna-guna”, seloroh Pak Ahmad.
Mendengar ucapan itu wajahnya bersungut-sungut mukanya merah, tangannya mengepal keras, sorot matanya tajam bagai elang yang mau memangsa ayam. Fikirannya sekarang dikuasai setan, darahnya naik cepat. Bruakkk…. Ia membanting kursi dan hendak menghantam Pak Ahmad tapi teman sesama guru cepat menenangkannya. Tubuhnya dipegang erat-erat.
 “Eling Pak, eling istigfar sama Allah, jangan sampai menyakiti sesama teman itu ndak baik” kata seorang guru. Uh..uh..uh..uh…nafasnya tersenggal-senggal ia lantas mengambil tasnya dan pulang. Di tengah jalan pikirannya berkecamuk tak karuan, ngalor –ngidul. Tiba di rumah ia langsung tidur.
Berjam-jam Pak Han mengurung diri dalam kamar sendiri. Si kecil, Sari mengendap masuk kamar Pak Han. Ia mencoba memijit Pak Han dan menanyakan apa yang terjadi tadi siang.  
“Ada apa Yah kelihatannya ayah capek dan agak marah, marah sama Sari ya?”
“Tidak anakku ayah baik-baik saja, tadi di sekolah ada masalah sedikit dengan murid ayah. Soalnya disuruh mengerjakan tugas tidak mau jadi ayah marah sekali,”Pak Han mencoba menyembunyikan masalah yang sebenarnya terjadi.
Sorenya ia pergi mendatangi rumah Haji Shomad, mudin di tempatnya tinggal.
“Lho tumben Pak Han ke sini, ada apa Pak?”
“Ah tidak kenapa-kenapa hanya ingin silaturahim, di samping itu ada masalah yang mengganggu pikiran saya akhir-akhir ini.”
“Lho masalah apa Pak? Mungkin saya dapat membantu,”Pak Haji mencoba menenangkan.
“Begini Pak sudah 11 tahun saya menduda dan rasanya berat sekali mendidik dua anak tanpa seorang pendamping. Kebetulan saya ingin menikah dengan murid saya sendiri. Tapi di sisi lain ada yang pro dan kontra.”
“Maksud Bapak?”
“Di satu sisi teman-teman mendukung agar cepat nikah daripada hidup luntang-luntung. Di  sisi lain teman-teman menghubungkan mitos bahwa orang yang berasal dari lereng gunung Kelud seperti saya tabuh menikah dengan orang yang berasal dari sini, Lamongan. Bahkan ada yang mengejek cucak rawa sing gak duwe isin,”terang Pak Han panjang lebar.
“Oh begitu masalahnya, menurut saya sebaiknya Pak Han menikah saja dengan membentuk keluarga sakinah, mawadah wa rahma dengan begitu Pak Han akan terjaga dari perbuatan yang melenceng dari agama. Jangan mudah percaya dengan mitos yang belum tentu kebenarannya.”
Mendengar ucapan Pak Haji hatinya terasa lega dan mantap. Dipikirkannya dalam-dalam dan dengan semangat yang tinggi akhirnya ia memutuskan menikah dengan murid yang diajarnya. Walau aral rintangan datang dari berbagai penjuru mata angin. Ini merupakan jalan terbaik baginya biarkan mitos itu tetap berlalu. 
“Izinkanlah aku menikah, aku juga manusia yang butuh cinta dan belaian kasih,”katanya kecil dalam hati.

Lamongan, 11 Maret 2005 


Cerpen ini pertama kali dimuat di Radar Bojonegoro sekitar Juli 2005. Cerepn ini hadiah untuk Ernawati-teman satu kelas 3 Bahasa SMA 2 Lamongan-yang berhasil menikah dengan wali kelasku sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-1315037406041503819?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/1315037406041503819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/izinkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1315037406041503819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1315037406041503819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/izinkan.html' title='Izinkan'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-6543913151510973919</id><published>2009-02-23T14:13:00.000+07:00</published><updated>2009-02-23T14:18:47.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi-Puisi'/><title type='text'>Bumi-Mu, Palestina</title><content type='html'>Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Islam) sehngga egkau mau mengikuti milla mereka.
 (Surat albaqarah 120)

Ketika yahudi datang membantai
Bersimbah darah di tanah Palestina
Air mata mengalir deras pada kelopak mata kesedihan

Hari-hari 
Masihkah terdengar teriakan lantang mujahid
Meneriakan takbir
Menggema di langit biru Palestina
Mujahid maju serentak
Merapatkan barisan
Menuju medan perang suci melawan kaum zionis
Menjual dirinya dengan periagaan suci Rabbal ‘alamin
Bersenjatakan batu, ketapel, dan ,molotof
Menantang moncong bedil dan tank

Telah nyata kebencian Yahudi Israel
Bicara dengan mortir, roket, dan peluru
Mereka datang membawa kabar kematian dan kedengkian
Tank, apache, dan pesawat tempur 
Seonggok besi yang mengisi bumi mujahid

Akankah mampu tank-tank
Melawan segenggam batu di ketapel?
Akankah mampu peluru bedil Israel
Mampu mengalahkan bom-bom molotof?
Akankah mampu kelicikan tentara Israel mengalahkan intifadha mujahid Palestina?

Gema intifadha membumbung tinggi 
Memenuhi sudut kosong kota dan langit
Tak patah arang tak takut mati

Semerbak wangi tubuh mujahid
Membanjiri puing-puing dan kekosongan 

Kau rela menyelamatkan al-Quds
Dari lemparan kotor tentara Israel
Kau tak rela al-Quds diinjak, dibakar, dan dikoyak
Oleh Israel yang terkutuk

Kami hanya berdoa bagimu yang telah meninggikan kalimat Allah
Kami tak dapat berbuat banyak
Kami hanya bisa merasa hina jika tak dapat menolongmu
Kami ingin berjihad bersamamu di jalan-Nya.



Surabaya, 17 Mei 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-6543913151510973919?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/6543913151510973919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/bumi-mu-palestina.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6543913151510973919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6543913151510973919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/bumi-mu-palestina.html' title='Bumi-Mu, Palestina'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-505338528844547722</id><published>2009-02-19T12:13:00.000+07:00</published><updated>2009-02-19T12:22:22.126+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpenku</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C08%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"‚l‚r –¾’©"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:"MS Gothic"; 	panose-1:2 11 6 9 7 2 5 8 2 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ ゴシック"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Gothic"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho";} h1 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:81.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Gothic"; 	mso-font-kerning:0pt; 	mso-fareast-language:JA; 	font-weight:normal; 	font-style:italic;} h3 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:27.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:3; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Gothic"; 	mso-fareast-language:JA;} p.MsoTitle, li.MsoTitle, div.MsoTitle 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:center; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:14.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Gothic"; 	mso-fareast-language:JA; 	font-weight:bold;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:1.0in; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Gothic"; 	mso-fareast-language:JA;} p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:1.0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Gothic"; 	mso-fareast-language:JA;} p.MsoBodyTextIndent3, li.MsoBodyTextIndent3, div.MsoBodyTextIndent3 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:-9.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:81.0pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Gothic"; 	mso-fareast-language:JA;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoTitle" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;JANGAN &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ADA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; PEMISAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoTitle" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 45pt;"&gt;Malam yang sunyi dan senyap di suatu desa terdegarlah suara-suara lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an yang merdu nan indah. Dari surau kecil di tengah-tengah desa. Nama desanya Sidakarya kecamatan Sidamakmur kabupaten Jember propinsi Jawa Timur. Desanya sangat jauh dari keramaian dan kebisingan kendaraan yang lalu-lalang, yang terdegar hanya kicauan burung dan indahnya pemandangan sekitar desa yang dikelilingi sawah. Di desa ini gadis yang bernama Surti lahir dan dibesarkan. Surti dan Arni merupakan teman akrab mereka kemana-mana selalu bersama-sama baik ketika berangkat ke sekolah maupun berangkat ngaji di surau kecil desanya. Setiap pagi Arni selalu ke rumah Surti untuk diajak berangkat ke sekolah bersama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dari kejauhan Arni memanggil Surti dari pekarangan rumahnya “Surti, Surti sudah siap belum &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sudah pukul setengah tujuh cepat sedikit nanti ketinggalan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ya, ya sebentar aku pamit dulu sama ibu,” sahut Surti dari dalam rumahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Bu, Surti pamit dulu. Sambil mencium tangan ibunya yang lembut tak lupa ia mengucapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Assalamu’alaikum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“&lt;i style=""&gt;Wa’alikum salam, &lt;/i&gt;hati-hati ya nduk”, pesan ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Surti kemudian berjalan bersama Arni dan teman-teman yang lain, mereka melewati hamparan sawah yang hijau nan luas dan padi yang mulai menguning bergoyang-goyang mengikuti irama angin yang berhembus sepoi-sepoi. Sesekali mereka bercanda dan terdengar suara kecil dari mulut mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Malamnya Surti dan teman-temannya berangkat bersama untuk pergi mengaji di surau kecil tengah desa, adalah Ust. Jalil yang mengajar anak-anak mengaji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 45pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;********&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 45pt;"&gt;Pagi-pagi sekali sebelum adzan Surti sudah bangun dari tidurnya dia kemudian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu karena ia mau sholat tahajjud. Selesai sholat tahajjud ia menunggu datangnya adzan Subuh, ia pun membangunkan kamar emaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Mak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bangun mak sudah Subuh mari mak kita ke surau, pinta Surti sambil mengetuk pintu kamar emaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Setelah emaknya bangun Surti dan emaknya pergi bersama ke surau di tengah desa untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah. Pagi itu tak seberapa banyak orang yang datang makmum pria hanya ada tiga shaf sedangkan lainnya makmum perampuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sehabis dari surau Surti mengaji dan membuka buku pelajaran yang akan diajarkan pak guru di sekolah pagi nanti. Tak lama kemudian ibunya memanggil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Surti bantu emak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nak di dapur emak lagi nyiapin makan pagi untuk mu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ya mak surti akan datang,” sahut Surti dari dalam kamar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selesai membantu Surti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lekas menyiapkan makan paginya di meja makan, di meja makan tersedia berbagai macam makanan seperti nasi jagung, tempe goreng, sayur lodeh, dan sambel trasi. Dia pun makan dengan lahapnya sampai-sampai keringat dingin keluar dari dahinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena pedasnya sambel trasi dan tak lupa lalap daun kemangi. Setelah makan dengan lahapnya dia berangkat sekolah tak lupa dia berpamitan dengan emaknya sambil mencium tangan emaknya yang lembut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Mak Surti berangkat ya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ya nak hati-hati di jalan,”pesan emaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Di luar rumah sudah ada seorang teman Surti, Arni lamanya sudah lima menit dia menunggu Surti di luar. Dahimu kok banyak keringatnya sih, tanya Arni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Oh maaf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tadi aku makan sambel trasi lalap daun kemangi, jawab Surti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ayo cepat jangan ngomong aja nanti ketinggalan sekarang pukul 06. 45 sebentar lagi bel berbunyi, ucap Arni sembari menyeret tangan Surti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selama 5 jam Surti menuntut ilmu di madrasah tempatnya ia tinggal. Di dalam kelas Surti aktif mengikuti KBM yang dibimbing oleh seorang guru di depan kelas. Dalam kesehariannya dia sangat aktif bertanya maupun mengerjakan soal-soal yang diberikan guru di depan kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 45pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;**********&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hari bertambah hari, minggu bertambah minggu, bulan bertambah bulan dan tahun bertambah tahun, umur Surti menginjak masa baligh begitu juga Arni dan teman-temannya. Mereka sekarang menjadi anak yang agak dewasa dan tak terasa mereka sudah kelas 6 sebentar lagi akan lulus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Masa-masa madrasah merupakan masa-masa yang paling menyenangkan dimana mereka bisa belajar bersama, bermain bersama, bahkan pergi ke sekolah pun selalu bersama. Pada akhir tahun ini mereka menyibukkan diri dengan khusyuk beribadah dan tekun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belajar, agar lulus ujian karena syarat kelulusan bertambah dari 4,01 menjadi 4,51. Dulu teman Surti yang malas seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jumil dan Arto yang dikenal nakalnya &lt;i style=""&gt;amit-amit jabang bayi&lt;/i&gt; sekarang mulai memperbaiki diri dengan tekun belajar dan khusyuk beribadah serta megurangi hal-hal yang tidak berguna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 45pt;"&gt;Tak lupa mereka memperdalam khazanah ilmu agama di suarau kecil yang diajar Ust. Jalil, sebagaimana. Mereka mengaji al-Qur’an, fiqih, hadits, dan ilmu nahwu. Setiap malam di surau desa dipastikan sangat meriah oleh suara anak-anak yang mengaji, membaca al-Qur’an, menghafal ilmu nahwu. Dalam riuhnya suara anak-anak mengaji menambah suasana desa lebih hidup diiringi oleh gemanya jangkerik dan suara kodok yang mengambang di kali kecil desa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ust. Jalil mengawali pengajiannya setelah salat maghrib.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;“W&lt;i style=""&gt;a’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh&lt;/i&gt;”, gemanya suara anak-anak yang menjawab salam ustadz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 45pt;"&gt;“Alhamdulillah kita masih dipertemukan oleh Allah dalam pengajian kali ini semoga pada kesempatan ini kita mendapatkan ridlo dari Allah, ustadz mengawali pengajian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Amiiin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;, jawab serentak anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Anak-anak sangat beruntung dapat datang ke surau ini dalam rangkah tholabul ilmi karena masa kanak-kanak merupakan masa yang pas untuk menununtut ilmu dibandingkan masa-masa dewasa atau sudah tua. Sebagaimana pepatah arab &lt;i style=""&gt;“belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar di waktu besar bagai mengukir di atas air,” &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;karena menerangkan dengan atraktif sampai-sampai ada anak yang ngantuk dan keluar air liurnya bahkan ada anak yang tidur terlentang di belakang. Begitu juga dengan Surti yang tak lupa mencatat keterangan yang diberikan Ustadz Jalil di lembaran kertas yang ia bawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pengajian pun berakhir anak-anak yang ngantuk terbangun tertatih-tatih, sebelum pulang terlebih dahulu salat isya’ berjamaah dengan imam ustadz Jalil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 45pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;*********&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“&lt;i style=""&gt;Assalamu’ailaikum&lt;/i&gt;”,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mak Surti pulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“&lt;i style=""&gt;Wa’alaikum salam&lt;/i&gt;”, jawab emaknya dari dalam rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Nak makan dulu setelah itu jangan lupa kamu belajar pelajaran yang akan diajarkan besok”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ya mak, Surti menganggukkan kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Surti menegerjakan tugas-tugas dan membaca pelajaran yang akan diajarkan besok, tak tersa jam menunjukkan pukul 10.00 mata Surti &lt;i style=""&gt;kiyep-kiyep&lt;/i&gt; dan kepalanya anguk-angukkan tanda sudah mengantuk. Langsung saja diambilnya bantal dan guling sebagi teman menuju ke alam penuh fantasi dan imajinasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kokok ayam pagi membangunkan Surti yang lagi berfantasi mata terasa berat badan pun terasa pegal tapi sebagai gadis yang cekatan ia bangun dengan penuh semangat menatap fajar pagi yang memberikan secercah harapan pada insan yang mencari. Dibagunkan emaknya di sebelah kamarnya untuk menunaikan salat subuh berjamaah di surau kecil desa. Seperti biasanya ia membantu emaknya di dapur menyiapkan sarapan pagi. Surti pergi ke sekolah bersama Arni sedangkann emaknya berjualan kue khas Jawa Timur, ada gethuk, serabi, kelanting, dan apem. Ibunya menjajakan keliling desa-desa sekitar. Walaupun dahi penuh dengan peluh diusapnya dengan sapu tangan dan diteguknya air putih untuk menghilangkan rasa dahaga karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sengatan matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 45pt;"&gt;Di sela-sela istirahatnya setelah seharian menuntut ilmu di sekolah Surti membantu emaknya membuat adonan kue yang akan dijual emaknya hari esok. Sambil mengaduk adonan di loyang besar dibukanya buku pelajaran yang barusan diajarkan Bapak/Ibu guru di sekolah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Sur, kalau kamu lulus ingin sekolah di mana?” Tanya emaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Anu…..anu…….Surti ingin sekolah di SMP favorit di kota ini, sambil malu-malu mengatakan dan kepalanya ditundukkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 45pt;"&gt;“Terus siapa yang akan membiayaimu nanti, ibumu sudah tua dari jualan kue saja emak sudah untung dapat makan dan menyekolahkanmu. Sedangkan biaya di sekolah favorit sekarang mahal baru masuk saja kita sudah dikenakan beratus-ratus rupiah bahkan ada yang sampai jutaan”, gerutu emaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 45pt;"&gt;“ Tak apalah bu mungkin Surti akan mendapatkan beasiswa dari madrasah karena Pak Rusli pernah bilang jika Surti lulus nanti sekolah akan memberikan beasiswa untuk melanjutkan ke SMP sampai lulus, jawab Surti dengan nada meyakinkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Baiklah kalau begitu emak setuju denganmu, dengan nada sedikit memelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jam menunjukkan pukul 16.30 Surti mengakhiri pembicaraannya dan bergegas menuju blumbang (Jw: kolam kecil) di belakang rumah untuk mandi, dengan air yang tenang dan daun-daun bambu berguguran diiringi angin yang bertiup sepoi-sepoi menambah suasana menjadi lebih dingin dan sejuk. Diguyurkannya air ke seluruh tubuh mengilangkan bau-bau tak sedap yang keluar dan tubuh terasa bersih dan suci.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin-left: 0in; text-indent: 45pt;"&gt;Lama-kelamaan matahari pun tiada mununjukkan wajahnya berganti malam membawa sang dewi bulan yang terang benderang. Sayup-sayup suara adzan terdengar dari suarau kecil di tengah desa. Diambilnya mukenah dan sajadah ditujunya suarau kecil di tengah desa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 45pt;"&gt;Akhir tahun pun datang menyambut, siswa-siswi madarasah bergegas menyiapkan diri baik secara lahir maupun batin. Berbagai macam cara yang ditempuh ada yang pergi ke dukun meminta mantra dan ada yang ke pak kyai meminta doa supaya dimudahkan Allah dalam belajar dan mengerjakan soal UAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 45pt;"&gt;Hari yang ditunggu pun tiba soal-soal UAN siap untuk dikerjakan dengan penuh keringat dan berpikir keras. Dicorat-coretnya LJK dengan pemsil 2B sampai hitam dan digosokkannya penghapus Stadler sampai bersih coretan hitam yang jawabannya salah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tiba di rumah Surti ditanya emaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Bagaimana nak UAN-nya sulit tidak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Tidak mak cukup mudah soalnya, tadi malam kan surti belajar jadi tidak sulit mengerjakannya, jawab Surti dengan lirih.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Kalau begitu kamu makan sana di meja emak sudah menyiapkan untuk mu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ya mak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selama tiga hari siswa-siswi madrsah menghadapi soal-soal UAN yang cukup menyulitkan namun mereka cukup gembira karena dapat menyelesaikannya. Pengumuman hasil UAN akan diumumkan sebulan kemudian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;*******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sudah satu bulan pengumuman hasil UAN belum juga keluar para siswa menunggu-nunggu dengan hati dag-dig-dug tak karuan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Surti mencoba bertanya kepada Pak Rusli, kepala madrasah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Pak Rus pengumumannya kok belum keluar?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 45pt;"&gt;“Ooooo…..maaf bapak belum mengambilnya di kecamatan mungkin nanti setelah pulang sekolah, kalau begitu Surti dan teman-teman datang lagi ke madasah besok, janji Pak Rusli&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dengan nada memelas Surti mengatakan “Ya kalau begitu Surti dan teman-teman akan datang lagi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Mereka pulang tanpa membawa hasil dan berita gembira. Perasaan tidak lulus masih menggelayuti siswa-siswi yang IQ-nya pas-pasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;******&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 45pt;"&gt;Besoknya lagi mereka datang ke sekolah dengan hati yang dag-dig-dug tak karuan. Dilihat dari kejauhan ada tempelan kertas di depan ruang guru, mereka langsung menyerbu ternyata benar di situ dipampang nama-nama siswa yang lulus. Dengan bangga Surti berada di urutan nomor satu dengan hasil yang sangat memuaskan jumlah seluruh nilainya 25,05 yang rata-rata nilainya di atas 8,30 dan Surti mendapat predikat siswa berprestasi di madrasahnya serta ia mendapatkan beasiswa dari sekolah untuk melanjutkan ke SMP favorit di kotanya sebagaimana janji Bapak Kepala Sekolah. Berbeda dengan Arni teman karibnya jumlah nilainya hanya 17,00 dengan rata-rata 5,67 walaupun lulus hatinya tetap sedih karena tidak bisa daftar di SMP favorit di kotanya. Mendengar kabar itu Surti mencoba menghiburnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-indent: 45pt;"&gt;“Ni tak apalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nilaimu jumlahnya lebih sedikit dariku mungkin ini sudah kehendak dari Allah dan Allah ingin menguji hambanya yang beriman.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arni sedikit lega mendengar ucapan Surti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Trus kamu ingin melanmjutkan kemana? Tanya Surti lagi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Aku ingin ikut orang tuaku ke Palembang dan sekolah di sana, jawabnya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Kalau begitu ku doakan kamu semoga kamu berhasil di negeri seberang.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Terimah kasih Sur atas kebaikanmu, jawab Arni dengan nada lirih.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seminggu kemudian madrasah mengadakan syukuran karena seluruh siswa lulus dengan memperoleh predikat nilai yang baik. Seluruh siswa sibuk mempersiapkan syukuran mereka akan mengundang bapak kepala desa dan komite sekolah. Mereka juga bagi-bagi tugas ada yang mengantarkan surat dan membuat jajan untuk konsumsi. Surti kebagian membuat jajan karena ibunya jualan kue.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 81pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berbondong-bondong siswa dan wali murid datang ke sekolah tapi Arni tidak kelihatan. Hati Surti bertanya-tanya kemana ya si Arni kok belum juga datang? Ah mungkin sebentara lagi dia segera datang. Tapi sampai Bapak Sekolah selesai memberikan wejangan dia juga belum datang, ah mungkin sebentar lagi ia juga datang tapi sampai acara selesai Arni pun tidak datang. Kemana ya si Arni tanya Surti dalam hatinya? Apakah dia sakit? Ataukah dia sudah ikut bersama orang tuanya ke Palembang? Beribu-ribu pertanyaan menghampiri hati Surti, wajahnya muram hatinya pun gundah karena sahabat karibnya tidak datang pada syukuran kelulusan siwa-siswi madrasah. Wajah-wajah gembira terlihat dari orang tua siswa yang baru saja keluar dari ruangan tempat diadakan syukuran, di sela-sela gerombolan orang Ibu Surti bertanya kepada Pak Arto yang anaknya dikenal nakalnya &lt;i style=""&gt;amit-amit jabang bayi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Pak Arto bagaimana hasil anak Bapak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Alhamdulillah Bu anak saya lulus dengan nilai yang cukup baik walau tak sebaik anak ibu, yang penting kan lulus dan bisa melanjutkan ke SMP, jawab Pak Arto”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Di pertigaan jalan desa Ibu Surti berpisah dengan Pak Arto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Mari Pak Arto tidak mampir toh ke rumah saya, pinta ibu Surti.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ndak bu terima kasih lain kali saja saya ,masih banyak kerjaan di rumah, ditolaknya jawab Pak Arto.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dilihat dari kejauhan gerombolan anak-anak oleh Ibu Surti, ia bermaksud mencari anaknya namun tidak ada. Mungkin ia pergi ke rumah Arni karena ia tidak datang pada acara syukuran. Ternyata benar Surti langsung menuju ke rumah Arni. Sesampai di rumah Arni diketuknya pintu rumah Arni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Assalamu’alaikum”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Wa’alaikum salam, jawab nenek Arni yang tinggal dengan anak keduanya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Silahkan masuk nak.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Mbah mbah kenapa tidak datang ke madrasah pada acara syukuran, tanya Surti.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Oalah nduk-nduk mbah sudah tua masa datang ke madrasah sendirian apalagi jalan mbah sudah sempoyongan tak karuan, jawab mbah dengan suara yang tersendat-sendat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Loh memangnya tidak ada yang menganterkan toh?, tanyanya lagi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Tidak ada nduk anak mbah sendiri kerja di pabrik rokok sedangkan Arni sudah pergi bersama bapaknya ke Palembang, jawab si mbah .”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Loh kapan berangkatnya? kok tidak bilang ke saya, tanya Surti lagi dengan nada rada keras.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Tadi pagi jam 05.30 WIB setelah salat subuh.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Sedangkan STTB-nya belum diambil, STTB kan menjadi syarat untuk masuk ke SMP.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Oooo…kalau yang itu nanti STTB-nya diambilkan anak mbah dan dititipkan pamannya yang akan berangkat minggu depan, jawab embah dengan nada meyakinkan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Mbah bisa tidak mbah berikan alamat dan nomor telepon rumah bapaknya di Palembang, pinta Surti.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Sebentar ya mbah ambilkan di laci tapi Surti yang baca tulisanya mata mbah sudah agak rabun.” Mbah kemudian mengambilkan buku telepon kecil yang ada di laci.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ini nak bukunya silahkan dibaca, suruh mbah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dicatatnya alamat dan nomor telepon rumah bapak Arni di Palembang di secarik kertas yang disobeknya dari buku. Terima kasih mbah, telah memberitahu alamat rumah bapak Arni di Palembang. Lantas dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pulang tanpa pamit dengan mbah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Surti pulang dengan hati yang sangat kesal dan matanya memerah mengeluarkan air mata tanda kesedihan. Ia pulang dengan tergesa-gesa dengan kaki tersandung-sandung kerikil-kerikil rada tajam. “Tetapi setajam-tajamnya kerikil tak sesedih hati ini di tinggal sang sohib merantau di seberang negeri.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dirangkulnya bantal dan guling terdengar isak tangis dari seorang gadis sebagai tanda kekesalan dan kegundahan hati. Tak henti-hentinya air matanya keluar sampai-sampai bantal dan guling basah tak terasa. “Ya Allah tolonglah hamba-Mu ini ditingal sendirian tanpa seorang teman yang selalu bersama dalam suka dan duka, gumannya dalam hati.” Dengan memukul-mukul bantal sebagai pelampiasan. Menedengar isak tangis emaknya menghapirinya di kamar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ada apa nak kok menangis?, tanya emak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Itu mak Surti ditinggal sendirian oleh Arni, dia ikut dengan orang tuanya ke Palembang ia berangkat tadi pagi dan Surti tidak dipamiti, jawabnya dengan suara tersedu-sedu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Kalau begitu Surti tidak usah bingung kan masih banyak teman Surti yang lain seperti Tatik, Erna, dan Yati.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Tapi mak mereka kan tidak seperti Arni.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ah…. Itu kan hanya perasaanmu saja belum tentu teman karibmu semasa kecil akan menjadi teman akrabmu selamanya bisa-bisa ia malah menjadi musuh dan bisa jadi teman kamu selama ini yang kamu anggap tidak baik bisa-bisa menjadi teman akrabmu selamanya, emaknya mencoba meyakinkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tangan emaknya mengusap air mata dengan lembut dan kasih sayang sebagai seorang ibu yang penuh perhatian. Kalau bergitu sekarang Surti mandi dan kemudian makan setelah itu jangan lupa tunaikan fardhumu sebagi hamba Allah yang beriman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ya mak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam salat ia berdoa semoga Arni diberi ketabahan hati dalam mengahadapi cobaan yang diberikan Ilahi dan semoga saja ia selamat di negeri seberang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Malam yang dingin dengan angin yang berhembus dengan kencang ia menulis sepucuk surat di bawah sinar lilin yang menerangi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="border: 1pt solid windowtext; padding: 1pt 4pt;"&gt;  &lt;h1 style="border: medium none ; padding: 0in; margin-left: 0in; text-indent: 45pt;"&gt;Jember, 29 Mei 2004&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: right; text-indent: 45pt; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kepada Arni tercinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jl. Pasar Madu No. 17 Gg. Mujur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Palembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Assalamu’alikum Wr. Wb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dengan datangnya sepucuk surat ini bagaimana kabarmu di negeri seberang? Semoga baik-baik saja begitu juga denganku. Ni melalui surat ini hati yang terdalamku ingin berbicara bahwasanya hatiku sangat sedih ditinggal oleh sohib sepertimu dan semoga saja kamu jangan merasa sedih karena berpisah denganku. Mungkin ini sudah menjadi bagian dari hidup kita dimana ada perjumpaan pasti di situ ada perpisahan. Beribu-ribu kata ingin kuucapkan tapi apa daya hati ini tak kuat menanggung rasa sedih dan gundah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sekian Ni suratku jangan lupa kau membalasnya sebagai rasa kangen dirimu padaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Wassalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                    &lt;/span&gt;Sohibmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-align: justify; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Surti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="border-style: solid none none; border-color: windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color; border-width: 1pt medium medium; padding: 1pt 0in 0in;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0in; text-indent: 45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent: 45pt;"&gt;Pagi-pagi ia datang ke rumah paman Arni yang akan pergi ke Palembang menyusul Arni untuk mengantarkan surat yang telah dibungkus rapi dengan motif bunga-bunga yang indah. Ia selalu berharap Arni dapat kembali lagi ke desa. Menemaninya dalam suka dan duka menjalani hidup ini sampai akhir hayat nanti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;Lamongan, Oktober 2004&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 81pt; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-505338528844547722?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/505338528844547722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/cerpenku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/505338528844547722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/505338528844547722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/cerpenku.html' title='Cerpenku'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-1357946715805413158</id><published>2009-02-19T12:03:00.000+07:00</published><updated>2009-02-19T12:08:58.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pemimpin Ideologis</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ 明朝"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-fareast-language:JA;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{mso-style-link:" Char Char"; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 220.95pt right 441.9pt; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-fareast-language:JA;} p 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:JA;} p.NoSpacing, li.NoSpacing, div.NoSpacing 	{mso-style-name:"No Spacing"; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-fareast-language:JA;} span.CharChar 	{mso-style-name:" Char Char"; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:Footer; 	mso-ansi-font-size:11.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:JA; 	mso-bidi-language:AR-SA;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:99.25pt 85.05pt 70.9pt 85.05pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:18.05pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="1027"/&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout v:ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap v:ext="edit" data="1"/&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pemimpin Ideologis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;(Refleksi Regenerasi Pemimpin BEMF-BEMJ di FBS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;“Leader adalah ia pemimpin yang mampu memimipin minimal dari diri sendiri, amanah, kredibel, akuntabel, serta responsibel, atau bertanggung jawab. Pemimpin itu mampu, tegas, tegar, tidak takut, mengambil resiko dalam mengambil kebijakan. Pemimpin itu malu: malu seperti benalu minta melulu. Pemimpin itu rendah dalam bertutur sapa, rendah hati, mengalah tapi bukan berarti kalah. Pemimpin itu siap pakai dalam setiap kondisi. Pemimpin itu nanti pasti diadili apa yang pernah dilakui”astagfirullahal’adzim. Mari kita selalu beristigfar selaku pemimpin bangsa kelak nanti.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengirim:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Yanto Ukki +628564924xxxx&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dikirim:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;22-Sep-2008 11:29:34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pemimpin adalah seorang panutan dan penunjuk jalan. Ibaratkan ia seorang sopir dialah yang mengendalikan mobil dan memberi rasa nyaman pada penumpang. Sifat untuk menjadi seorang pemimpin adalah hal yang lumrah, karena sifat ini merupakan wujud naluri mempertahankan diri (&lt;i&gt;ghorizatul baqa’)&lt;/i&gt; atau eksistensi diri. Pemimpin sebagaimana sms di atas yang dikirim oleh seorang aktivis kepada saya, merupakan gambaran pemimpin yang diidamkan. Oleh karena itu adalah pekerjaan maha mulia jika seseorang dapat memimpin dengan baik dan amanah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hajatan Tahunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sudah menjadi hajatan di penghujung tahun terjadi regenerasi kepemimpinan BEMJ (Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan) di FBS (Fakultas Bahasa dan Seni). Kemudian disusul dengan regenerasi kepemimipinan BEMF (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas) pada awal tahun. Proses pergantian ini menunjukkan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan akan terus berunjuk gigi dalam pentas kehidupan sosial. BEMJ dan BEMF merupakan wadah yang cocok untuk hal tersebut. Paling tidak BEMJ dan BEMF menjadi wadah organisasi untuk pembelajaran politik, khususnya politik kampus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Politik kampus membawa peranan penting dalam kehidupan kampus, terutama bagi orang-orang yang dikenal aktivis. Untuk bisa dikatakan sebagai aktivitas politik maka harus merujuk pada pegertian politik. Politik atau &lt;i&gt;siyasah&lt;/i&gt; pada dasarnya adalah aktivitas yang dilakukan untuk mengurus kepentingan rakyat (umat), yang dilakukan oleh individu, partai, kelompok, atau negara atau beberapa negara (&lt;b&gt;Abdul Qadim Zallum, &lt;i&gt;Pemikiran Politik Islam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, terj. hlm104). Hampir sama dengan defenisi tersebut V.O Key, Jr, mengartikan politik terutama terdiri atas hubungangan antara superordinasi dan subordinasi, antara dominasi dan submisi, antar yang memerintah dan yang diperintah. Sedangkan Goerge Catlin mengartikan politik sebagai kegiatan manusia yang berkenaan dengan tindakan manusia dalam mengontrol masyarakat (&lt;i&gt;the act of human social control&lt;/i&gt;). (&lt;b&gt;Amin Rais, &lt;i&gt;Cakrawala Islam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hlm 30).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ideologis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kepemimpinan suatu organisasi tidak bisa terlepas dari ideologi yang diemban. Ideologilah yang akan memepengaruhi arah gerak dan target yang ingin dicapai dalam kepemimpinan. Sebuah ideologi menurut Muhammad Muhammad Ismail (&lt;b&gt;Bunga Rampai Pemikiran Islam, &lt;/b&gt;hlm 180-181), haruslah memiliki pemikiran mendasar yang memancarkan pemikiran-pemikiran lainnya. Pemikiran mendasar itu sendiri merupakan pemikiran yang tidak didahului oleh pemikiran lainnya dan hanya terbatas pada pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia dan kehidupan. Menurutnya, pemikiran mendasar inilah yang disebut dengan akidah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pendapat tersebut mencerminkan bahwa seorang pemimpin harus berpemikiran ideologis. Artinya, ia mampu mengatasi berbagai persoalan dengan cara penyelesaian dengan padangan yang tepat. Ketika seseorang tidak berpemikiran ideologis maka cara bertindak dan berpikir cenderung bersifat pragmatis. Sikap pragmatis akan memunculkan pemimpin yang bersifat kompromi pada sistem yang rusak, tidak revolusioner, pasrah pada keadaan, dan cenderung menggunakan momen sesaat untuk menyelesaikan persoalan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pemimpin ideologis akan tercermin dalam kinerjanya terkait urusan rakyat (mahasiswa). Segala permasalahan yang terkait mahasiswa akan diberikan solusi yang tepat sehingga mahasiswa sebagai bagian kampus merasa dihargai dan diurusi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 11.25pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Tidak ada salahnya jika mengambil contoh pemimpin yang bersifat ideologis. Muhammad Saw. sebagaiamana dalam buku karya Michel H. Hart &lt;b&gt;100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, &lt;/b&gt;merupakan pemimpin yang ideologis. Ideologi yang diemban oleh Muhammad merupakan ideologi yang benar karena berasal dari wahyu Sang Pencipta. Ideologi yang diemban adalah Islam. Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar. Wujud dari politik yang Muhammad lakukan adalah adanya penerapan hokum Islam secara kaffah dalam Negara Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 11.25pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Masih dalam buku &lt;b&gt;100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, &lt;/b&gt;Adolf Hitler yang berideologi sosialis-komunis merupakan pemimpin yang popular. Masa kepemimpinannya terdapat tindakan pembunuhan massal yang tidak ada tandingannya dalam sejarah. Dia seorang rasialis yang fanatik, spesial terhadap orang Yahudi yang dilakukannya dengan penuh benci meletup-letup. Secara terbuka dia mengumumkan bunuh tiap orang Yahudi di dunia. Di masa pemerintahannya, Nazi membangun kamp-kamp pengasingan besar, dilengkapi dengan kamar gas. Di tiap daerah yang menjadi wilayah kekuasaannya, orang-orang tak bersalah, lelaki dan perempuan serta anak-anak digiring dan dijebloskan ke dalam gerbong ternak untuk selanjutnya dicabut nyawanya di kamar-kamar gas. Dalam jangka waktu hanya beberapa tahun saja sekitar 6.000.000 Yahudi dipulangkan ke alam baka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dua tokoh tersebut mewakili jumlah pemimpin yang ada di dunia ini. Pelajaran yang dapat diambil adalah ketika sifat ideologi yang diemban salah, maka sistem kerja yang dilakukan akan menyalahi kehidupan manusia. Cerminan tersebut terbukti dalam penempatan tokoh berpengaruh dalam Sejarah. Muhammad oleh Michel H. Hart ditempatkan nomor satu, sedangkan Adolf Hitler nomor tiga puluh &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pemimpin Harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Seorang pemimpin yang terpilih dalam pemira tentu ingin membawa perubahan. Hal tersebut dapat dilihat dari visi dan misinya. Harapannya pemimpin terpilih adalah pemimpin yang terbaik dari pemimpin sebelumnya. Penting untuk dipahami visi dan misi pada saat kampanye bukanlah hanya pemanis saja agar menarik dukungan. Visi dan misi yang sudah dibuat harus dijalankan dengan sesungguhnya. Sehingga terbukti bahwa dia pemimpin yang amanah dan kredibel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kinerja yang disusun pun seharusnya mendapatkan pengawasan dan mahasiswa. Alasanannya mahasiswa adalah obyek yang nyata untuk mengakomodasi kepentingan mahasiswa demi kemajuan kampus. Hal yang lebih penting dari seorang pemimpin adalah mamapu mewujudkan perubahan yang lebih baik. Perubahan tersebut merupakan wujud sifat ideologis dan revolusioner. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Program-program kerja yang disusun oleh kepengurusan baru haruslah program yang mencerdaskan mahasiswa. Baik dari segi pemikiran maupun perbuatan. Tidak kalah pentingnya pembinaan secara emosional dan spiritual untuk menyiapkan mahasiswa yang berakhlak mulia dan berbudi di masyarakat. Bagaimanapun juga pemimpin dan kepengurusan yang ada di kampus merupakn perwujudan kecil dari sebuah Negara. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang baik dan pemimpin yang sesuai dengan aspirasi mahasiswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selamat berkarya untuk bangsa wahai pemimpin dan pengurus BEMJ-BEMF di FBS harapan masyarakat ada di pundak kalian. Jangan disia-siakan!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;(Hanif_Kristianto_Jepang_05)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype  id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t"  path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;  &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style='position:absolute;  left:0;text-align:left;margin-left:2.9pt;margin-top:459.5pt;width:97.3pt;  height:80.75pt;z-index:1;mso-position-horizontal-relative:margin;  mso-position-vertical-relative:margin'&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\admin\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg"   o:title="Picture 0001"/&gt;  &lt;w:wrap type="square" anchorx="margin" anchory="margin"/&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="NoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br style=""&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br style=""&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-1357946715805413158?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/1357946715805413158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pemimpin-ideologis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1357946715805413158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1357946715805413158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pemimpin-ideologis.html' title='Pemimpin Ideologis'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-5308413149081109422</id><published>2009-02-16T16:25:00.001+07:00</published><updated>2009-02-16T16:26:23.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi-Puisi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tiga Bocah Wakil Para Nabi
&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;-Sebuah kisah perjuangan untuk kita amalkan-&lt;/em&gt;

Tiga bocah berlari menghidar tatkala bom-bom dari jet Israel menebarkan kematian
Bayangan perang sudah tergambar kuat di alam pikiran mereka untuk segera melakukan perlawanan
Intifadah dan intifadah
Jiwa-jiwa mereka seakan tak kuasa melihat kebiadaban bangsa yang tersombong di alam dunia
Mereka teringat pada janji Allah dalam sebuah ayat-ayat kitab suci
“Sesungguhnya Allah telah membeli jiwa dan harta kalian dan digantikan dengan surge”

Tiga bocah palestina mulai merancang strategi, walau dari segi usia mereka masih belia dan tak mengerti apa arti sebuah perlawanan
Namun ibu merekalah yang telah mengajarkan dan menanamkan kuat dalam hati dan pikiran mereka
Bahwa bangsa Isreal adalah musuh nyata dan merupakan bangsa yang akan menguasai tanah al-Quds yang menjadi hunian para nabi

Tiga bocah berbekal keimanan dan sebongkah batu
Sorban yang diikat di atas kepalanya menguatkan pikiran mereka untuk terus maju menghancurkan kebiadaban penjajah
Gagah berani bak superman dan batman dalam film Hollywood
Mereka menentang tajamnya moncong tank-tank dan senapan laras panjang

Allah Akbar! Allah Akbar!
Lemparan-lembaaran mereka meluncur keras seolah mewakili kebencian seluruh bangsa Palestina terhadap Israil

Tiga bocah ini adalah anak-anak semisal para nabi yang dulu berasal dari negri Israil
Mereka adalah Ibrahim, Musa, dan Isa
Ibrahim sosok yang melahirkan Ishak dan Ismail yang menjadikan mereka keluarga anbiya’
Musa sosok yang tangguh dengan tongkat membelah lautan menyebrang laut merah
Isa adalah nabi penantian yang akan datang kembali untuk menegakkan keadilan dan mendakwahkan Islam sebelum Sang Khaliq mengakhiri perjalanan semua manusia di bumi ini

Surabaya, 30 Desember 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-5308413149081109422?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/5308413149081109422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/tiga-bocah-wakil-para-nabi-sebuah-kisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5308413149081109422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5308413149081109422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/tiga-bocah-wakil-para-nabi-sebuah-kisah.html' title=''/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-5703571717177310163</id><published>2009-02-16T16:23:00.000+07:00</published><updated>2009-02-16T16:24:31.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Jepang'/><title type='text'>Islam dan Jepang</title><content type='html'>1.      Pendahuluan

Ketika membahas tentang Jepang selalu ada hal-hal menarik. Ketertarikannnya pada masyarakat-masyarakat yang mendiami Jepang dengan bahasa dan budaya yang khas. Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon/Nihon , secara harfiah: "asal-muasal matahari") adalah sebuah negara di Asia Timur yang terletak di suatu rantai kepulauan benua Asia di ujung barat Samudra Pasifik. Pulau-pulau paling besar adalah, dari utara ke selatan, Hokkaido (北海道), Honshu (本州, pulau terbesar), Shikoku (四国), dan Kyushu (九州). Beberapa pulau-pulau kecil berada di dekat keempat pulau ini, termasuk sebuah kelompok pulau-pulau kecil yang berada di sebelah selatan di Okinawa (www.wikipedia.com).
Secara demografi masyarakat Jepang merupakan sebuah masyarakat yang homogen dari segi suku dan bahasa, masyarakat Jepang secara etnis dan bahasa (linguistik) adalah homogen, dengan sedikit penduduk asing yang kebanyakan dari Korea Utara dan Selatan (1 juta), Okinawa (1,5 juta), China dan Taiwan (0,5 juta), Malaysia (0,5 juta), Filipina (0,5 juta), dan Brazil (250,000), termasuk juga minoritas suku asli Ainu di Hokkaido. 99% penduduk bertutur bahasa Jepang sebagai bahasa ibu.
Kewarganegaraan Jepang biasanya diberikan semenjak dilahirkan, yaitu apabila anggota keluarga mendaftar kelahiran bayi dalam daftar keluarga yang dipegang oleh kantor bangsal asing. Walaupun begitu, kelahiran di Jepang semata-mata tidak menjamin kewarganegaraan. Minoritas penutur bahasa Jepang tunggal seringkali tinggal di Jepang selama beberapa generasi dengan status penduduk tetap tanpa mendapat kewarganegaraan dalam negara kelahiran mereka. Penduduk keturunan Jepang yang kembali ke Jepang dari seberang laut mempunyai kewarganegaraan sekiranya kelahiran mereka di negara asing didaftarkan bagi pihak anggota keluarga mereka. Kadangkala mereka yang pulang tidak dianggap Jepang sebenarnya dan seringkali dicurigai sebagai keturunan kasta Burakumin semasa zaman feodal, kelompok penduduk yang diketahui hijrah ke negara Amerika Selatan, dan sering kali menjadi korban diskriminasi.
Terkait kepercayaan kebanyakan rakyat Jepang mengambil sikap tidak peduli terhadap agama dan melihat agama sebagai budaya dan tradisi. Bila ditanya mengenai agama, mereka akan mengatakan bahwa mereka beragama Buddha hanya karena nenek-moyang mereka menganut salah satu sekte agama Buddha. Pada hari ini Shinto, suatu agama yang berasal dari Jepang sudah hampir luput dari perhatian dan hanya diketahui oleh beberapa cendekiawan saja. Kebanyakan ajaran Buddha dan Shinto hanya dipraktikkan di dalam budaya seperti adab dan perkawinan. Sejumlah minoritas menganut agama Kristen, Shamanisme dan agama-agama Baru seperti Soka Gakkai. Sebagian agama baru ini berkait rapat dengan agama Buddha. Agama Islam sebagai minoritas juga berkembang di Jepang. Pada penulisan ini akan dibahas perkembangan agama Islam setelah mengamati perkembangan agama dan masyarakat Jepang.
2.      Sejarah Agama di Jepang
Di Jepang kebebasan beragama diberikan secara luas oleh pemerintah kepada rakyat. Hal ini terdapat pada kutipan :
“No religious organization shall receive any privileges from the state nor exercise any political authority. No person shall be compelled to take part in any religious act, celebration, rite, or any other religious activity”(The Japan of Today,1996:113).
Terjemahan bebas dari kutipan di atas adalah “ tidak ada organisasi religius akan menerima perlakuan khusus dari Negara, baik berupa penampakan ibadah maupun maupun otoritas politik. Tidak ada masyarakat akan  dipaksa untuk ambil bagian dalam tindakan religius baik  perayaan, upacara, manapun  aktivitas religius lain. Adanya kebebasan beragama di Jepang ditunjukkan dengan jumlah pemeluk agama yang ada. Pada tahun 1994 jumlah penduduk yang memeluk Budha 90 juta, Kristen 1,5 juta, dan Islam 100.000, jumlah tersebut termasuk penduduk bukan asli Jepang. Menurut Nakata (2006) agama bagi masyarakat Jepang adalah  out of mind (berada di luar semesta pemikiran). Menurut masyarakat Jepang, agama hanya untuk masyarakat yang mengalami gangguan jiwa. Hal tersebut bertolak belakang dengan pendapat Suriasumantri (dalam Sumarlam, ed., 2004:124) mengatakan bahwa agama berfungsi memberikan landasan hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan dengan  sesamanya, berdasarkan kepercayaan yang dianutnya.

3.      Sejarah Islam di  Jepang

Nakata (2006) menjelaskan bahwa tidak ada kontak langsung Jepang dengan Islam hingga masa Restorasi Meiji (1867). Ini yang menjadi faktor utama sedikitnya komunitas Muslim di Jepang hingga sekarang. Muslim Jepang pendahulu seperti Ahmad Ariga Bunpachiro (w.1946), Hilal Yamada Torajiro (w. 1957), dan Nurullah Tanaka Ippei (w. 1934), tidak meninggalkan anak keturunan Muslim, dan sejak itu mereka tidak memiliki keluarga Muslim kecuali tiga generasi tadi, hingga Hajj Abdulkarim Saito Sekihei ( w.1998). Selain itu persentuhan masyarakat Jepang dengan Islam diawalai dengan penerjemahan buku aktivitas nabi Muhammad SAW ke dalam bahasa Jepang. Hubungan lebih lanjut terjalin ketika pemerintah Jepang menjalin aliansi perdagangan bersama pemerintah Turki. Lewat asosiasi ini, terjalin lebih erat kontak antara dua peradaban.
Menurut Lestari (2007) ketika Turki Ottoman mengirimkan utusan berupa armada angkatan lautnya ke Jepang pada tahun 1890, tujuan dari misi diplomatik ini adalah untuk menjalin hubungan antara dua negara dan untuk saling mengenal satu sama lain. Armada angkatan laut ini kemudian terbalik dan kandas di tengah perjalanan pulangnya. Dari 600  penumpang, hanya 69 orang  yang selamat. Pemerintah maupun rakyat Jepang bersama-sama berusaha menolong para penumpang yang selamat dan mengadakan upacara penghormatan bagi arwah penumpang yang meninggal dunia. Mereka yang selamat, akhirnya dapat kembali ke negara mereka berkat sumbangan yang berhasil dikumpulkan dari seluruh rakyat Jepang. Peristiwa ini menjadi pencetus dikirimnya utusan pemerintah Turki ke Jepang pada tahun 1891. Hubungan yang sangat baik dengan Turki ini, juga membawa kemenangan bagi Jepang dalam peperangan dengan Rusia yang dimulai pada tahun 1904. Dikatakan, pada saat armada kapal kekaisaran Rusia melintasi laut Baltik, Turki memberitahukan hal tersebut kepada Jepang, dan karena itu, Jepang meraih kemenangannya.
Orang Jepang yang pertama kali masuk Islam adalah Mitsutaro Takaoka yang menjadi Muslim tahun 1909 dan kemudian berganti nama menjadi Omar Yamaoka setelah menunaikan ibadah haji ke Mekah dan sempat pula mengunjungi Bumpachiro Ariga, dimana di kota yang menjadi bagian dari negara India itu Omar Yamaoka sempat pula berdagang serta berkenalan dengan Islam secara lebih mendalam. Setelah cukup lama berinteraksi dengan masyarakat setempat, Yamaoka akhirnya mengganti namanya lagi menjadi Ahmad Ariga. Namun para peneliti juga menyatakan bahwa orang Jepang yang pertama kali masuk Islam bernama Torajiro Yamada. Yamada pernah mengunjungi negeri Turki sebagai bentuk rasa simpatinya atas kematian para personel armada angkatan laut Turki yang pernah mengunjungi Jepang. Yamada kemudian memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Khalil. Untuk menyempurnakan Rukun Islamnya, Abdul Khalil pun menunaikan ibadah haji ke Mekah.

4.      Komunitas Muslim di Jepang

Di Jepang komunitas muslim muncul seiring perkembangan zaman dan rasa keingintahuan masyarakat Jepang terhadap Islam. Kemunculan komunitas Muslim di Jepang dimulai sejak kedatangan ratusan pengungsi Muslim dari Turki, Uzbekistan, Tadjikistan, Kirghiztan, Kazakhtan serta para pengungsi lain yang berasal dari Asia Tengah dan Rusia saat kebangkitan Revolusi Bolshevik selama Perang Dunia I. Orang-orang Muslim yang diberi Asylum (hak suaka) oleh pemerintah Jepang tinggal di beberapa kota utama di Jepang dan kemudian membentuk komunitas Muslim yang kecil. Sejumlah orang Jepang memeluk Islam setelah berinteraksi dengan komunitas Muslim tersebut. Dengan adanya komunitas Muslim yang kecil ini beberapa masjid berhasil dibangun. Masjid Kobe yang dibangun tahun 1935 serta Masjid Tokyo yang dibangun tahun 1938 merupakan masjid-masjid terpenting di Jepang. Satu hal yang perlu ditekankan di sini bahwa hanya sedikit Muslim Jepang yang dilibatkan dalam pembangunan masjid-masjid tersebut serta tidak ada satu pun Muslim Jepang yang menjadi Imam di tiap masjid tersebut.
Selama Perang Dunia II yang terjadi di Jepang. Trend ini dibawa oleh pemerintahan militer melalui berbagai macam organisasi serta research center yang concern ke kajian seputar Islam serta Muslim World. Dengan kata lain bahwa selama Perang Dunia II, terdapat lebih dari 100 buku serta jurnal kajian seputar Islam yang dipublikasikan di Jepang. Namun sayangnya berbagai macam organisasi serta research center yang tumbuh subur tersebut tidak berada di bawah control atau dikelola orang Islam sehingga para pengkaji Islam ini bisa memakai nama Islam untuk tujuan apapun. Padahal tujuan para pengkaji Islam ini semata-mata hanyalah untuk menjadikan militer Jepang mendapatkan pengetahuan yang dalam serta wawasan yang luas tentang Islam dan Muslim di negara-negara jajahan Jepang di China serta Asia Tenggara. Akibatnya, setelah Perang Dunia II berakhir tahun 1945, berbagai organisasi serta research center ini menghilang dengan cepat. Sebaba yang lain  terjadi akibat adanya peristiwa oil shock tahun 1973. Pada saat itu King Faisal menaikkan harga minyak sehingga negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat kelimpungan dan perekonomiannya sempat mengalami decline (kemerosotan). Media massa Jepang melakukan pemberitaan besar-besaran mengenai Muslim World secara umum dan Arab World secara khusus setelah menyadari pentingnya negara-negara Arab bagi ekonomi Jepang. Dengan adanya pemberitaan besar-besaran ini banyak orang Jepang yang sebelumnya tidak tahu apa-apa mengenai Islam mendapat kesempatan untuk mengenal Islam lewat tampilan suasana penyelenggaraan ibadah Haji di Mekah serta mendengar suara adzan dan bacaan Al-Quran. Di samping banyaknya upaya sungguh-sungguh untuk mempelajari Islam dan banyak yang memeluk Islam. Namun dengan berakhirnya efek oil shock, maka berakhir pula segala nostalgia ini. Ketertarikan orang-orang Jepang pada Islam menghilang secara cepat.
Di Jepang tidak ada organisasi tunggal untuk Muslim Jepang. Juga tidak ada angka pasti berapa sebenarnya jumlah Muslim di Jepang. Tapi angka perkiraannya sekitar 70.000. Jumlah terbesar adalah Muslim dari Indonesia, sekitar 20.000 masyarakat. Muslim asli Jepang sendiri diperkirakan hanya 7.000 masyarakat kebanyakan dari mereka masuk Islam melalui pernikahan dengan pasangan Muslim dari luar Jepang. Dari jumlah itu, hanya sekitar 500 masyarakat yang terorganisasi di bawah Japan Muslim Association, sebuah organisasi Islam terbesar dan tertua di Jepang.
Jadi, Muslim Jepang benar-benar minoritas mutlak. Keberadaannya di tengah-tengah masyarakat Jepang nyaris tak terperhatikan dan diabaikan. Situasinya sama ketika kita berbicara tentang studi Islam di Jepang. Ahli Islam masih sangat sedikit.
            Kehadiran Islam di Jepang menghembuskan angin segar bagi kehidupan. Gaya hidup masyarakat Jepang yang kering nilai spiritual membuat mereka mudah stress. Ini bisa dibuktikan dengan angka bunuh diri 30.000 masyarakat per tahun. Padahal kehidupan masyarakatnya sejahtera dengan pendapatan GNP 30.000 US dollar perkapita. Problem terbesar adalah kenyataan bahwa secara mental masyarakat Jepang takluk pada Barat dan menjadi budak mereka. Mereka berorientasi pada pekerjaan dan sangat materialistis. Konsep keluarga tradisional Jepang semakin lemah di tengah dunia modern yang mengacu pada faktor sosial dan ekonomi. Modernitas ketertarikan akan mode ala Barat, gaya hidup, dan sederet pemicu lainnya di samping alasan ekonomi telah menjadi lokomotif utama perubahan nilai sosial dan budaya masyarakat Jepang. Sayangnya, fakta ini tidak disadari. Dengan demikian masyarakat Jepang dengan kesejahteraannya tidak dapat hidup bahagia.

5.      Penutup

Ada beberapa alasan yang dikemukakan masyarakat Jepang menganut Islam. Pertama,Islamlah sistem hidup yang paling komprehensif, paling rasional dan konsisten. Hal ini terbukti dari ajaran agama lain yang ada di Jepang tidak mempunyai konsep yang jelas. Kedua,Islam dijadikan petunjuk bagi individu dalam menjalani hidup di tengah masyarakat Jepang yang matrealistis. Kehidupan matrealistis hanya menuhankan benda. Anggapan terkait konsep ketuhanan dikesampingkan. Padahal manusia terdiri dari dua unsur yakni jasmani dan rohani. Memang kebutuhan jasmani masyarakat Jepang terpenuhi dengan baik dengan tingkatan kesejahteraan, namun kebutuhan ruhani mereka kering. Sifat manusia yang sadar akan menginginkan kehidupan yang seimbang antara jasmani dan ruhani. Ketiga, ada masyarakat Jepang yang menikah dengan orang muslim. Kebanyakan orang muslim yang datang ke Jepang berasal dari Timur Tengah dan Asia Tenggara. Perkawinan campur ini memberikan dampak yang besar bagi perkembangan Islam di Jepang. Keempat, masyarakat Jepang memutuskan memeluk Islam setelah mereka membandingkan konsep ketuhanan dengan agama-agama lain. Ketertarikan mereka dibuktikan dengan mengkaji Islam di beberapa studi Islam yang ada di Jepang, misalnya di Tokyo University. Selain itu banyak mahasiswa Jepang yang mengkaji Islam di universitas yang ada di Timur tengah, misalnya di Universitas Ummul Qura Arab Saudi, Universitas Qatar, dan universitas Islam terkemuka. Dengan demikian mereka menganut Islam atas dasar pemikiran yang kuat dengan didasai dalil yang memuaskan akal. Alasan-alasan tersebut pernah diungkapkan Michiko. Ia  menyebut Islam sebagai pembawa kedamaian. Michiko bahkan menggambarkan pesan kedamaian dalam Islam hampir dekat dengan pesan kedamaian yang dibawa agama Buddha yang diikuti oleh hampir 80 persen orang Jepang.
Masyarakat Jepang yang ingin mengetahui Islam lebih dalam saat ini tidak terlalu sulit. Di Jepang sudah ada beberapa kelompok yang menyediakan tempat untuk berdiskusi dan mengenal Islam. Kelompok kajian Islam dibentuk oleh komunitas muslim yang ada. Misalnya  Asosiasi Muslim Jepang, 50 Islamic center dengan pusat aktivitas dakwah di Tokyo, dan beberapa kelompok kajian Islam yang dibentuk orang Islam yang berasal dari luar Jepang. Selain adanya kelompok kajian Islam, juga berdiri beberapa masjid yang berada di jantung kota. Misalnya masjid  Tokyo,  masjid Kobe, masjid Nagoya, masjid Toda, masjid Asakusa, masjid Makki, dan masjid Ebina. Dengan demikian Islam akan dapat berkembang seiring berkembangnya Jepang yang menuju modernitas. Adanya Islam akan membawa perubahan bagi Jepang yakni modernitas yang disusun dengan peradaban yang mulia. Aktivitas dakwah di Jepang akan menegaskan bahwa Islam sebagai agama penebar damai dan rahmat.



DAFTAR RUJUKAN


&lt;a href="http://www.pmij.org/"&gt;http://www.pmij.org&lt;/a&gt;  Powered by Joomla! Generated: 7 April, 2008, 21:08

Islam Cahaya Baru di Negara Matahari Terbit, &lt;a href="http://fithab.multiply.com/journal/item/40/Islam_Cahaya_Baru_di_Negara_Matahari_Terbit_-_Republika_Online"&gt;http://fithab.multiply.com/journal/item/40/Islam_Cahaya_Baru_di_Negara_Matahari_Terbit_-_Republika_Online&lt;/a&gt;, akses 8 April 2008.

Nakata, Hasan Ko. 2006. Seperti Mendakwahi Batu. al-Wa’ie &lt;a href="http://swaramuslim.com/islam/more.php?id=5318_0_4_0_M"&gt;http://swaramuslim.com/islam/more.php?id=5318_0_4_0_M&lt;/a&gt;, akses 8 April 2008.
Sumarlam dkk. (Ed.). 2004. Analisis Wacana Iklan Lagu Puisi Cerpen Novel Drama.
Bandung: Pakar Raya.

The Japan of Today. 1996. Tokyo: The International Society for Educational Information, Inc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-5703571717177310163?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/5703571717177310163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/islam-dan-jepang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5703571717177310163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5703571717177310163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/islam-dan-jepang.html' title='Islam dan Jepang'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-458793836212200913</id><published>2009-02-08T01:43:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T01:46:28.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto-Foto'/><title type='text'>Memori 3 Bahasa</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SY3WeFrCmlI/AAAAAAAAADI/4Ip7QNDjw6A/s1600-h/3+bahasa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SY3WeFrCmlI/AAAAAAAAADI/4Ip7QNDjw6A/s320/3+bahasa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300128148892064338" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini Foto saya dengan teman-teman kelas 3 Bahasa SMA 2 Lamongan tahun 2005. Yang nggak pakai kerudung itu Hiraiwa Sensei dari Jepang, Posisiku berada di palong kiri bawah. Maaf campur baur&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-458793836212200913?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/458793836212200913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/memori-3-bahasa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/458793836212200913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/458793836212200913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/memori-3-bahasa.html' title='Memori 3 Bahasa'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SY3WeFrCmlI/AAAAAAAAADI/4Ip7QNDjw6A/s72-c/3+bahasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-5760453707095862719</id><published>2009-02-08T01:14:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T01:18:42.673+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto-Foto'/><title type='text'>NDAKI</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SY3P3OVC2pI/AAAAAAAAADA/R1fxpqP2Q1k/s1600-h/pendakian.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SY3P3OVC2pI/AAAAAAAAADA/R1fxpqP2Q1k/s320/pendakian.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300120884131060370" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Foto ini kenangan ketika SMA awal kali ndaki gunung, memang awalnya menyesal dengan medan yang berat. walaupun demikian pengen ndaki lagi looooh&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-5760453707095862719?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/5760453707095862719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/ndaki.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5760453707095862719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5760453707095862719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/ndaki.html' title='NDAKI'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SY3P3OVC2pI/AAAAAAAAADA/R1fxpqP2Q1k/s72-c/pendakian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-4810446643024804714</id><published>2009-02-08T00:36:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T00:40:54.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi-Puisi'/><title type='text'>Puisi Masa SMA ke-2</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kelasku&lt;/strong&gt;
Pagi-pagi berangkat
Menuntut ilmu dengan giat
Langkah sepatu kian cepat
Menuju ruang yang mengumpat

Penghuni kelas hanya 18
Ditambah satu guru jadi 19

Kicau burung cicicuit-cicicuit
Membuat hati tak kian sempit
Sengatan matahari pagi
Membuat semanggat kian tinggi

Tunjukkan pada semua
Kelasku pasti bisa dan bisa
 Hari-hari Manusia
Jiwa ini terlahir
Tumbuh dan tumbuh
Makan dan makan
Tidur dan tidur
Tiada hari terlewat
Tumbuh dan tumbuh
Makan dan makan
Tidur dan tidur
Mati dan mati

Lamongan, 30 Oktober 2004


&lt;strong&gt;Ramadhan&lt;/strong&gt;
Kedatanganmu hanya sebulan
Yang setiap tahun tak pernah terlewatkan
Sebagian manusia yang menyambut
Ada yang berwajah cemberut

Sebagai hamba yang beriman
Kau disambut dengan wajah riang
Bumipun kian tenag
Menyambutmu dalam tidur lamunan

Langit biru terasa cerah
Tersirat ekspresi wajah sumringah
Hijau tumbuhan
Menyambut kedatanganmu dengan ekspresi kerindangan

Bila ramadhan akan hilang
Mereka pasti bilang
Celakalah manusia celakalah
Ditinggal bulan penuh berkah dan hikmah


&lt;p&gt;Lamongan,19 Ramadhan 1425 &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Lailatul Qodr&lt;/strong&gt;
&lt;/p&gt;Malam ini terasa berbeda
Suasana jadi kian sunyi dan senyap
Bintang-bintang pun terlihat mengkilap
Sambil bertasbih menyucikan keagungan-Nya

Ombak laut tak seganas biasanya
Kala itu ia bertahmid mensyukuri nikmat-Nya
Angin bertiup sepoi santai
Teiring ucap tahlil mengesakan Ilahi

Binatang tak ketinggalan pula
Mereka memuji, mengabdi pada Yang Esa
Tumbuhan pun bangun dari tidur lelapnya
Tak lupa berdzikir pada Sang Pencipta

Sebagian manusia belomba mendapatnya
Berbagai amal ibadah dilakukannya
Demi secercah harapan
Mendapat kebaikan 1000 bulan

Malaikat turun memenuhi jagat dunia
Hingga terbit fajar kebenaran dari masyariq dunia

&lt;p&gt;Lamongan, 30 Ramadhan 1425&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Taubat sang penebang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wahai manusia
Maafkan hamba yang tak berdaya
Wahai tumbuhan
Maafkan hamba yang bersalah

Dan juga binatang
Maafkan hamba yang hina ini
Dua tangan ini berlumur dosa
Siap dipotong sebagai gantinya

Ya Tuhan semesta alam
Engkau jadikan hamba sebagai penebang
Terimalah taubat hamba
Kerena engkau Mahapengampun lagi Penyayang
 Lebaran Tak Punya
Tiada makanan di meja
Tiada pula minuman di meja
Tiada pakaian baru dipakai
Tiada sandal baru dipakai
Tiada kopiah sebagai mahkota
Tiada sarung sebagai kurung

Yang ada hanya jiwa dan raga
Yang masih mampu menahan coba dan derita

&lt;strong&gt;Pandang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;
Lihatlah oma yang duduk di beranda
Sambil asyik memandang sang surya
Yang telah hidup mendahului oma
Lihat kulit keriputnya
Yang tak mampu lagi menyembunyikan keperawanannya
Lihat tubuhnya yang ringkih
Membawa tongkat ke sana- ke mari
Bola matanya yang dulu  bundar
Kini mulai memudar
Doakan oma agar dapat hidup bahagia
Sampai ajal menjemputnya


&lt;strong&gt;I love You&lt;/strong&gt;
I love You
You love me too
She loves You
You love her too
He loves You
You love him too
We love You
You love us too
They love You
You love them too

                     16 Desember 2004&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-4810446643024804714?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/4810446643024804714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/puisi-masa-sma-ke-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4810446643024804714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4810446643024804714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/puisi-masa-sma-ke-2.html' title='Puisi Masa SMA ke-2'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-6224483160001453878</id><published>2009-02-08T00:28:00.000+07:00</published><updated>2009-02-08T00:34:07.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi-Puisi'/><title type='text'>Puisi Masa SMA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Alur&lt;/strong&gt;
Asalku dari setetes air suci
Lalu lahir
Hidup, makan, tidur
Dan mati
Dan hidup kembali, abadi


Lamongan,17 Agustus 2004



&lt;p&gt; &lt;strong&gt;Siapa Takut Jatuh Cinta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jatuh cinta&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah cerita klasik dunia pemuda
&lt;/p&gt;Tanpa cinta
Hidup tak berarti dan hampa

Siapa takut jatuh cinta
Jangan hidup di dunia remaja
Siapa takut jatuh cinta
Bersiaplah menunggu panggilan 
Sang Pencipta


Lamongan, 9 Oktober 2004


&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mari Berhitung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mulailah dengan jari kelingkingmu
&lt;/p&gt;Kemudian sebut angka satu
Satu tambah satu dan teruslah menambah
Sampai angka satu itu berubah

Hitunglah angka itu dengan jemari
Kaki dan tanganmu
Dan teruslah menghitung dengan jemari
Kaki dan tanganmu
Tentang angka satu-satu itu

Kemudian kurangilah angka satu itu
Dengan melipat satu per satu jemarimu
Hingga hilang sebutmu
Tentang angka satu itu

Lamongan, 13 Oktober 2004 
Ketuk Pintu Maut
Jiwa yang hidup
Disitukan terpaut
Tanda maut yang menggelayut

Tak pelak kau
Tapi juga aku
Yang selalu menunggu

Hari-hari terasa bosan
Hidup hanya berpangku tangan
Tiada daya untuk menahan

Maut pasti dan pasti datang
Walau sampai kedalaman jurang
Tuhan pada-Mu-lah hamba berpulang


Lamongan, 30 Oktober 2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-6224483160001453878?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/6224483160001453878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/puisi-masa-sma.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6224483160001453878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6224483160001453878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/puisi-masa-sma.html' title='Puisi Masa SMA'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-6631889621786455175</id><published>2009-02-07T17:51:00.000+07:00</published><updated>2009-02-07T17:58:11.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Speakerphobia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hal menarik terjadi menjelang berakhirnya jabatan presiden SBY. Ada syndrome baru yang menjangkiti pemerintahannya. Syndrome itu Speakerphobia (Ketakutan pada Speaker/pengeras suara).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Speakerphobia berawal dari suar speaker yang keras ketika demo yang dilakukan mahasiswa di depan istana (12/12/2008). Pada siding itu Presiden SBY marah-marah dalam rapat kabinet yang dihadiri Kapolri. Kemarahan itu muncul karena terganggu oleh aksi demo. Dari kasus terseut Kapolri mengeluarkan memo internal yang isinya melarang penggunaan pengeras suara  berkapasistas besar di depan Istana. Kenyataannya memo itu diberlakukan di mana pun di Jakarta. Hal ini dapat dilihat pada aksi-aksi besar yang dilakukan ormas maupun mahsiswa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sungguh terlihat mengherankan jika peraturan yang awalnya berlaku di istana kini diberlakukan di setiap tempat. Pertanyaannya dimana letak konsistensi Polisi sebagai penjaga keamanan dan ketertiban? Dalam pelarangan penggunaan speaker, polisi beralasan hal ini mengganggu ketertiban. Padahal tidak ada undang-undang atau peraturan yang melarang warga negara menggunakan speaker untuk menyampaikan aspirasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kita mengetahui bersama pemerintah saat ini begitu mengagungkan demokrasi, namun kenyataannya ketika ada orang ingin berendapat dihalang-halangi dengan tidak memeberikan kemudahan alat. Jika yang demikian itu terjadi maka, demokrasi sebetulnya hanya milik penguasa. Oleh karena itu, sebagai seorang Presiden sudah seharusnya mendapatkan kritik dan masukan dari rakyatnya. Karena Pak Presiden digaji oleh uang rakyat dan berkewajiban melayani rakyat. Bukankah begitu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;*) Oleh Hanif Kristianto&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang  2005, Universitas Negeri Surabaya-Jatim&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-6631889621786455175?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/6631889621786455175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/speakerphobia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6631889621786455175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6631889621786455175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/speakerphobia.html' title='Speakerphobia'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-4265220751623520727</id><published>2009-02-04T06:20:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T06:23:19.159+07:00</updated><title type='text'>Cara Pesan Pin</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tulis misalnya:Pin 1_no.23 jumlah 3 buah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisa ditambah Tulisan (apa saja) atau diganti gambarnya. terima kash.Jika binggung kontak saja &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanif 085232584742 atau email h_nifk@yahoo.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt;atau kunjungi alamat berikut Jl.Lidah Wetan Gg.X/9 A, Lakarsantrim Surabaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lihat gambar di labels &lt;strong&gt;Pesan Pin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-4265220751623520727?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/4265220751623520727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/cara-pesan-pin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4265220751623520727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4265220751623520727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/cara-pesan-pin.html' title='Cara Pesan Pin'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-616988247023301966</id><published>2009-02-04T06:15:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T06:19:42.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan Pin'/><title type='text'>Pin 12</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjQXuhc4WI/AAAAAAAAACw/pXHHrWXHmX8/s1600-h/Pin+12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjQXuhc4WI/AAAAAAAAACw/pXHHrWXHmX8/s320/Pin+12.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298714067645292898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-616988247023301966?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/616988247023301966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/616988247023301966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/616988247023301966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-12.html' title='Pin 12'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjQXuhc4WI/AAAAAAAAACw/pXHHrWXHmX8/s72-c/Pin+12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-2745792285475714183</id><published>2009-02-04T06:10:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T06:15:14.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan Pin'/><title type='text'>Pin 11</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjPRj-kTkI/AAAAAAAAACo/Olu-cOAzSN8/s1600-h/Pin+11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjPRj-kTkI/AAAAAAAAACo/Olu-cOAzSN8/s320/Pin+11.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298712862223781442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-2745792285475714183?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/2745792285475714183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/2745792285475714183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/2745792285475714183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-11.html' title='Pin 11'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjPRj-kTkI/AAAAAAAAACo/Olu-cOAzSN8/s72-c/Pin+11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-3977564288322169630</id><published>2009-02-04T06:08:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T06:10:22.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan Pin'/><title type='text'>Pin 10</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjOv8ZAxwI/AAAAAAAAACg/9lgTCb3qh6U/s1600-h/Pin+10.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjOv8ZAxwI/AAAAAAAAACg/9lgTCb3qh6U/s320/Pin+10.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298712284661597954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-3977564288322169630?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/3977564288322169630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3977564288322169630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/3977564288322169630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-10.html' title='Pin 10'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjOv8ZAxwI/AAAAAAAAACg/9lgTCb3qh6U/s72-c/Pin+10.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-1025805685747472169</id><published>2009-02-04T06:05:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T06:08:04.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan Pin'/><title type='text'>Pin 9</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjOMTScBJI/AAAAAAAAACY/RF7Jq-sR3yQ/s1600-h/Pin+9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjOMTScBJI/AAAAAAAAACY/RF7Jq-sR3yQ/s320/Pin+9.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298711672332747922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-1025805685747472169?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/1025805685747472169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-9.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1025805685747472169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1025805685747472169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-9.html' title='Pin 9'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjOMTScBJI/AAAAAAAAACY/RF7Jq-sR3yQ/s72-c/Pin+9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-4536111307685491240</id><published>2009-02-04T06:00:00.001+07:00</published><updated>2009-02-04T06:02:19.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan Pin'/><title type='text'>Pin 8</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjM5XsI9HI/AAAAAAAAACQ/jO8Tj5ERm4s/s1600-h/Pin+8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjM5XsI9HI/AAAAAAAAACQ/jO8Tj5ERm4s/s320/Pin+8.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298710247585150066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-4536111307685491240?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/4536111307685491240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-8.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4536111307685491240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/4536111307685491240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-8.html' title='Pin 8'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjM5XsI9HI/AAAAAAAAACQ/jO8Tj5ERm4s/s72-c/Pin+8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-7737044555480979256</id><published>2009-02-04T05:56:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T05:59:45.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan Pin'/><title type='text'>Pin 7</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjMUEcohnI/AAAAAAAAACI/0Gidg_p-p9E/s1600-h/Pin+7.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjMUEcohnI/AAAAAAAAACI/0Gidg_p-p9E/s320/Pin+7.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298709606764676722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-7737044555480979256?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/7737044555480979256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-7.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/7737044555480979256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/7737044555480979256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-7.html' title='Pin 7'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjMUEcohnI/AAAAAAAAACI/0Gidg_p-p9E/s72-c/Pin+7.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-5453873755433454994</id><published>2009-02-04T05:53:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T05:55:32.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan Pin'/><title type='text'>Pin 6</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjLRw1N2KI/AAAAAAAAACA/69bZqWIcLoE/s1600-h/Pin+6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjLRw1N2KI/AAAAAAAAACA/69bZqWIcLoE/s320/Pin+6.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298708467627710626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-5453873755433454994?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/5453873755433454994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5453873755433454994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/5453873755433454994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-6.html' title='Pin 6'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjLRw1N2KI/AAAAAAAAACA/69bZqWIcLoE/s72-c/Pin+6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-1519897505040873826</id><published>2009-02-04T05:48:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T05:53:12.663+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjKF_kjQfI/AAAAAAAAAB4/3ehqItfnjqA/s1600-h/Pin+5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjKF_kjQfI/AAAAAAAAAB4/3ehqItfnjqA/s320/Pin+5.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298707165914284530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-1519897505040873826?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/1519897505040873826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/blog-post_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1519897505040873826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1519897505040873826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/blog-post_03.html' title=''/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjKF_kjQfI/AAAAAAAAAB4/3ehqItfnjqA/s72-c/Pin+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-1925017718822247711</id><published>2009-02-04T05:44:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T05:48:13.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan Pin'/><title type='text'>Pin 4</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjJM0S5QoI/AAAAAAAAABw/riw6Ip5eptI/s1600-h/Pin+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjJM0S5QoI/AAAAAAAAABw/riw6Ip5eptI/s320/Pin+4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298706183634895490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-1925017718822247711?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/1925017718822247711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1925017718822247711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/1925017718822247711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-4.html' title='Pin 4'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjJM0S5QoI/AAAAAAAAABw/riw6Ip5eptI/s72-c/Pin+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-2389975515081575193</id><published>2009-02-04T05:39:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T05:44:33.967+07:00</updated><title type='text'>Pin3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjIMO_X6II/AAAAAAAAABo/EoyGUrwwWUg/s1600-h/Pin+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjIMO_X6II/AAAAAAAAABo/EoyGUrwwWUg/s320/Pin+3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298705074109278338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-2389975515081575193?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/2389975515081575193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/2389975515081575193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/2389975515081575193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin3.html' title='Pin3'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjIMO_X6II/AAAAAAAAABo/EoyGUrwwWUg/s72-c/Pin+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-6059197358260417440</id><published>2009-02-04T05:34:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T05:39:01.745+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjG-BYo-PI/AAAAAAAAABg/eB7yXkO89Z4/s1600-h/Pin+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjG-BYo-PI/AAAAAAAAABg/eB7yXkO89Z4/s320/Pin+2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298703730427361522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-6059197358260417440?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/6059197358260417440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6059197358260417440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6059197358260417440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/blog-post.html' title=''/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjG-BYo-PI/AAAAAAAAABg/eB7yXkO89Z4/s72-c/Pin+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-647387670815994718</id><published>2009-02-04T05:29:00.000+07:00</published><updated>2009-02-04T05:34:17.108+07:00</updated><title type='text'>Pin 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjGGiWqwCI/AAAAAAAAABY/pSbV70vA1p4/s1600-h/Pin+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjGGiWqwCI/AAAAAAAAABY/pSbV70vA1p4/s320/Pin+1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298702777204785186" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Bagi para pengunjung Blog, ada yang mau pesan Pin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungi saya Hanif 085232584742. Harga pin Rp 3.500. Berikut Contohnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-647387670815994718?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/647387670815994718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/647387670815994718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/647387670815994718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/02/pin-1.html' title='Pin 1'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYjGGiWqwCI/AAAAAAAAABY/pSbV70vA1p4/s72-c/Pin+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-6931970785227407776</id><published>2009-01-31T13:30:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T13:32:31.930+07:00</updated><title type='text'>Politik Kyai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPwX_7d9II/AAAAAAAAABA/uc139wRRY_s/s1600-h/hasyim+asyarai.JPG"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPwX_7d9II/AAAAAAAAABA/uc139wRRY_s/s320/hasyim+asyarai.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297341881806353538" /&gt;&lt;/a&gt;
 

  Kyai berpolitik dan masuk partai? Sebuah pertanyaan besar yang perlu dijawab. Ranah politik di Indonesia memang tidak terlepas dari kyai. Sebut saja peran Sarekat Islam yang juga digawangi oleh beberapa cendekiawan muslim masa itu.

   Masa orde baru seolah-olah mendikotomi bahwa kyai jika ingin berpolitik harus di PPP. Yang lebih ironis di masa orde baru ada anggapan bahwa politik itu kotor bagi seorang Kyai, sehingga tidaklah pantas Kyai masuk dunia politik. Kyai lebih baik mengaji, dakwah, dan membimbing umat menuju kebahagiaan dunia-akhirat. Hal itulah yang sering dilontarkan untuk memojokkan peranan Kyai. Angin segar perubahan ke arah reformasi turut memberi sumbangan berharga pada peranan Kyai. Hal ini dibuktikan dengan bermunculan partai Islam yang digawangi cendekiawan dan Kyai. Sebut saja PKNU, PKS, PPP, PBB, PBR, dan PMB.

     Sebagaiaman yang diungkapkan KH. Ma’ruf Amin (Pimpinan PKNU) saat memberikan Ceramah di Masjid Abu Bakar Shiddiq Pesantren Tinggi Husnayana Pekayon Jakarta Timur, 10 Agustus 2008. Kyai saat ini harus memaknai politik dengan bijak. Peranan politik Kyai dibuthkan dalam rangka menentukan dan mengatur Negara, dengan demikian Islam sebagai system kehidupan bisa direalisasikan. Melalui politik Kyai bisa ikut serta dalam penyusunan UU yang akan membawa keselamatan bagi umat, serta menyelamatkan Negara ini dari ancaman sekularisme dan liberalisme.

      Oleh karena itu jika perujuangan Kyai dalam ranah politik dilandasi oleh ibadah maka tujuan utama bukan mencari jabatan dan kedudukan tapi dia adalah sebagai pelayanan umat. Inilah seseungguhnya perjuangan politik Kyai. Sudah waktunya Negara ini menjadi baik dan dipimpin orang-orang yang amanah. Saatnya Kyai berpolitik? Kenapa tidak!

Oleh Hanif Kristianto
*Aktifis Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan
Universitas Negeri Surabaya-Jawa Timur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-6931970785227407776?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/6931970785227407776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/01/politik-kyai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6931970785227407776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/6931970785227407776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/01/politik-kyai.html' title='Politik Kyai'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPwX_7d9II/AAAAAAAAABA/uc139wRRY_s/s72-c/hasyim+asyarai.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686952201723698870.post-258278241460722742</id><published>2009-01-31T13:06:00.000+07:00</published><updated>2009-01-31T13:11:25.776+07:00</updated><title type='text'>Jangan Salahkan Golput</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPrS52aPrI/AAAAAAAAAAo/EeMBOLkrYIk/s1600-h/pemilu.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPrS52aPrI/AAAAAAAAAAo/EeMBOLkrYIk/s320/pemilu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297336296717041330" /&gt;&lt;/a&gt;


 
Oleh Hanif Kristianto (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang 05, Universitas Negeri Surabaya)

&lt;div align="justify"&gt;Tahun 2009 menjadi hajatan politik bagi Indonesia, akan ada agenda besar Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilu diadakan untuk memilih calon legeslatif dan calon presiden. Nampaknya, persiapan pemilu 2009 begitu panjang. Hal ini dapat dilihat dari masa kampanye yang lama. Para caleng dan capres yang akan mencalonkan pun harus rela merogoh uang untuk dana kampanye dirinya sendiri. Di balik gegap gempita para caleg dan capres berkampanye ada suatu kekhawatiran tingkat patisipasi masyarakat dalam pemilu menurun. Ancaman yang menakutkan adalah golongan putih (golput).
Golput oleh sebagaian orang sering dituding tidak bertanggung jawab. Artinya, mereka tidak menggunakan hak pilih dalam pemilu dan seolah bersifat apatis terhadap politik. Bahkan Ketua MPR pun mendorong MUI dan ormas Islam untuk mengeluarkan fatwa haram golput. Wajar saja jika terjadi kekhawatiran peningkatan golput. Hal ini didasari dari beberapa pilkada yang diselenggarakan di sejumlah Kabupaten/Kota atau Provinsi. Sebagai contoh dapat diambil dari Pilkada Jabar, Jateng, dan Jatim. Jumlah golput lebih tinggi dibandingkan dengan angka yang diperoleh pasangan yang menang.

Keberadaan golput memang tidak bisa disalahkan apalagi dituding sebagai biang ketidaksuksesan pemerintahan. Bukannya tanpa alasan golput terjadi. Masyarakat saat ini sudah sadar bahwa demokrasi yang diagungkan dan diperjuangkan oleh partai politik, politikus, caleg, dan capres tidak dapat membawa perubahan. Kebodohan, kemiskinan, kriminal, dan tatanan kehidupan yang amburadul pun meningkat. Sehingga masyarakat mulai jenuh, karena berkali-kali pemilu dan berganti pemimpin kehidupan tidak tambah sejahtera.

Jika demikian adanya, seharusnya ada dakwah yang bersifat politik dan ideologis. Dakwah ini hendaknya ditujukan untuk menyadarkan umat dengan politik dan ideologi sesuai dengan Syariah Islam. Dakwah semacam ini harus diemban oleh sebuah jamaah/kelompok. Serta mempunyai cita-cita yang luhur yakni menlanjutkan kedidupan Islam di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Karena hanya dengan Syariah dan Khilafah kehidupan kaum muslim terjamin dunia dan akhirat.waallahu ‘alam bissawwab.


&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686952201723698870-258278241460722742?l=hanifkun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanifkun.blogspot.com/feeds/258278241460722742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/01/jangan-salahkan-golput.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/258278241460722742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686952201723698870/posts/default/258278241460722742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanifkun.blogspot.com/2009/01/jangan-salahkan-golput.html' title='Jangan Salahkan Golput'/><author><name>hanifkun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09054599056531669175</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPqAqGkB9I/AAAAAAAAAAM/DFE_st4bJx4/S220/Picture0061.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_c4k7AzUQo9k/SYPrS52aPrI/AAAAAAAAAAo/EeMBOLkrYIk/s72-c/pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
